Salat subuh: Done☑️
"Tenang ya gais kalo dah salat," ucap Laskar sembari mengelap mukanya yang nampak sedikit basah.
"Bener binggow,"Skala angkat bicara.
Lalu, perjalanan menuju Puncak pun kembali di mulai. Terdapat dua mobil di antara mereka berenam. Di mobil pertama ada Jihan, Bintang, dan Laskar. Iya, Laskar menjadi nyamuk. Di mobil kedua ada Iva, Garuda, dan Skala.
Sebenernya ide Laskar untuk mengisi salah satu mobil dengan satu perempuan. Tidak tau alasannya apa. Aneh emang tu orang. Ga usah dipikirin.
Line..
Skala: bin, ntar belok kiri ya.. awas kebablasan.
Jihan yang terduduk tenang melihat ke arah hp Bintang,"Bin, hpnya bunyi tuh."
Dengan santainya Bintang menyuruh Jihan untuk membuka hpnya--privasinya.
"Buka aja sama lu."
Dengan segera Jihan mengambil hp Bintang. Di nyalakan lah hpnya oleh Jihan dan Jihan melihat wallpaper-nya. Foto mereka ber-5. Masih belum ada Skala saat itu. Bintang yang berdiri di sebelah Iva dengan tangannya yang berada di pundak Iva. Dan juga Iva yang sedang mencubit pipi Bintang.
"Belok kiri Bin ntar kata Skala. Jangan sampe kelewat,"Jihan angkat bicara.
"Ok."
. . .
"Akhirnya nyampe gais,"Skala menarik napasnya dalam-dalam setelah mengucapkan kalimat itu.
Begitu sejuk, pikir Iva.
"Gue mau jalan-jalan dulu bentar ya sama Jihan,"izin Bintang ke teman-temannya.
"Ahay dedeuhhh."ejek Laskar.
Seperti biasa.
Perlahan Bintang dan Jihan berjalan menjauh teman-temannya menuju kebun teh yang terbentang luas di halaman villa milik Skala.
"Han,"panggil Bintang.
"Kenapa Bin?"
Bintang memikirkan kalimat yang ada di benaknya. Berpikir bagaimana cara ia memberitahu Jihan dan Jihan tidak akan sakit hati. Hingga kalimat itu terlontar dari mulut Bintang.
"Sebenernya, gue ga bener-bener serius sama lu. Gue ngelakuin ini demi Iva. Iva yang mulai menjauhi gue setelah di tau kalo gue ga suka sama lu. Gua pada saat itu ga bisa ngelakuin apa-apa selain gue jadi pacar lu. Ga ada, Han. Gue emang brengsek. Tapi, apa salahnya gue buat berjuang? Seperti lu yang berjuang ngedapetin gue apapun itu perlakuannya. Lu buta akan segala hal demi ngadapetin gue. Begitu pun dengan gue,"perlahan Bintang menarik napas keras.
Dan mulai melanjutkan kalimatnya,"Gue hanya mau minta maaf. Bukan yang lain. Lu sekarang boleh ngelakuin apapun ke gue, bakal gue terima."
Jihan mematung di hadapan Bintang. Jihan kecewa. Jihan kira, ia telah menggapai Bintang-nya. Jihan kira Bintang mulai membuka hati untuknya. Jihan kira Bintang tulus mencintainya. Dan, Jihan kira Bintang tidak jatuh cinta pada sahabatnya.
Jihan kecewa. Tetapi perempuan berambut gelombang itu berusaha tersenyum di hadapan Bintang.
Jihan rela memberikan kebahagiannya pada sahabatnya, Iva. Jihan rela jika Iva adalah kebahagiaannya Bintang.
YOU ARE READING
NUTS[1]- Bintang
Teen Fiction"Mau kemana Va?"tanya Bintang sembari berusaha mengejar Iva. Iva dengan rasa bodoamat dan cuek-nya menjawab,"Ga kemana-mana. Udahlah lu sama Jihan aja sana. Ngapain ngurus gue. Tar juga gue balik." Bintang tetap menunggu Iva setelah ia melontarkan k...
![NUTS[1]- Bintang](https://img.wattpad.com/cover/92836651-64-k468424.jpg)