pagi ini, langit cerah
sinarnya menghangatkan jiwa
angin berhembus meniup suka
burung bernyanyi merdu tentang kitatersenyumku, menatap langit
awan-awan berarak saling berkejaran
hingga aku tertinggal, dan kau terus mengejarnya
ku terdiam, membisu menatap jarak yang kian tak terjangkautersenyumku, mendengar ranting saling berbisik merdu
bersahutan saling melengkapi
aku terpaku.....
ya, aku iri....
bagaimana bisa aku mendengarmu,
jika kau hanya diam
bagaimana bisa saling melengkapi,
jika kau memilih melengkapinyatersenyumku, menghirup petrichor sisa hujan semalam
aroma khas yang menenangkan jiwa
dari ketidak berpihakanmu akanku
dari salahnya waktu saat ku buka pintu
dari keadaan yang tak lagi seperti dulutersenyumku, menyambut pagi
dengan banyak tanya yang menyelimuti
dan jawaban yang tak pasti
aku disini kembali menutup hati

KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan Pena
PoetryRangkaian kata yang tak berarti menjadi penuh makna Makna dari berbagai rasa Rasaku yang entah untuk siapa