hari berganti, minggu berlalu
rasa tak lagi menyiksa
senyum kembali terkembang
tawa menyusul mengudara
lewati hari tanpa bayang lalu
jalani waktu dengan segala hal yang baru
siang berganti malam, pagipun datang menyapa
tak pernah terfikir, sakit itu kembali hadir
ternyata cemburu masih milikmu
tanpa sengaja, tanpa rencana
rasa kembali menyiksa
bisakah sebentar saja,
biarkan hati berteman damai
logika tak berprasangka
dan hanya bahagia yang terasa
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan Pena
PoesíaRangkaian kata yang tak berarti menjadi penuh makna Makna dari berbagai rasa Rasaku yang entah untuk siapa
