senja temaram, bias jingga sempurnakan pipi yang rona
ilalang meliuk dibelai angin, bergerak senada denyut nadimu
sedang debarku berkali lipat, saat senyum kulihat kembang di wajahmu
sekian lama terpendam, kini terungkap sudah
namun semesta berujar beda, aku dan kamu tak bisa menjadi kita
sebab ada hati lain yang harus dijaga
di masa yang kau sebut malam, meski langit nampak terang gemintang, entah mengapa hatiku suram tanpa senyuman
kau tenang saja, ini hatiku
tak usah terbenani, aku baik-baik saja saat ini
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan Pena
PoetryRangkaian kata yang tak berarti menjadi penuh makna Makna dari berbagai rasa Rasaku yang entah untuk siapa
