menunggu, menjadi hobi baruku semenjak mengenalmu
kamu, bak puncak himalaya yang sulit didekati
rintangan menghadang tatkala aku ingin mendekat
kuat menahan dinginnya sikapmu
kuat menerjang curamnya masalalumu
kuat menapaki setiap kisah harianmu
siap terjatuh ketika kau lepas genggamanmu
siap terluka ketika kau tepis harapanku
siapku akan segala sikapmu
tak mengapa, jika harus menunggu
asal pada akhirnya kau menyadari hadirku
aku, yang mengagumimu diam-diam
melukismu dalam syair dan coretan
menjadikanmu inspirasi dalam setiap bait puisiku
seberapa lamapun itu, aku rela menunggu
hingga pada akhirnya akulah rumahmu
tempatmu melepas lelah dan rindu
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan Pena
PuisiRangkaian kata yang tak berarti menjadi penuh makna Makna dari berbagai rasa Rasaku yang entah untuk siapa
