Pagi ini berbeda dari pagi yang biasanya. Tidak ada ahjumma dan Jeno. Hanya ada kamu dan Jaemin.
Kamu menuruni tangga sambil menggendong tas sekolahmu. Kamu mencari keberadaan Jaemin yang belum terlihat pagi ini.
Yoojin pov
Mataku melihat ke berbagai sudut ruangan dan menemukan Jaemin tengah berada di dapur. Akuu berjalan ke arahnya. Melihat apa yang sedang dilakukannya.
Jaemin tengah sibuk memotong telur yang sudah ia goreng sebelumnya. Meja dapur sangat berantakan. Banyak bungkus makanan di sana.
"Mwohae?" tanyaku mengagetkan Jaemin.
"Kau mengagetkanku. Aku sedang buat sarapan" jawabnya tanpa menoleh ke arahku.
"Apa itu?"
"Kimbab"
Kimbab? Dia barusan berkata kimbab? Kimbab dengan tampilan seperti itu?
Bahkan memotong telur saja tidak benar. Aku jadi penasaran bagaimana hasilnya.
Ia mulai mengambil satu lembar rumput laut. Menambahkan nasi putih di atasnya. Ia menaruh wortel, timun, bayam, dan telur di atas nasinya.
Ia mulai menggulung nasinya. Bisa dibilang, lumayan. Ia laki-laki tapi bisa masak. Jujur saja aku suka melihat laki-laki yang pandai memasak karena hasilnya akan berbeda dari masakan perempuan.
"Bisa kau potong kimbabnya? Aku akan siapkan susunya"
"Geurae"
Dia menyuruhku untuk membantunya memotong kimbap. Aku takut kalau akan remuk kimbabnya. Tapi dengan percaya diri ku potong kimbabnya.
"Au.."
Cairan kental warna merah keluar dari jari telunjukku. Rasanya sangat perih. Jariku memang sering berdarah, tapi aku tak pernah merasa sesakit ini.
Jaemin menarik tanganku. Ia lalu membersihkan darah di tanganku dengan tisu yang ia ambil.
Ia membersihkannya dengan lembut, aku bahkan tidak merasakan perihnya lagi.
"Kau harusnya hati-hati!!"
"Aku sudah hati-hati!!"
"Kalau kau sudah hati-hati, jarimu tidak akan terluka!! Dasar ceroboh"
Sejak kapan dia begitu peduli? Bukankah di orangnya acuh? Lama-lama aku merasa aneh dengannya.
Jaemin menempelkan plester ke jariku. Namun, plesternya bergambar kartun kesukaanku, spongebob.
"Duduklah, aku saja yang melakukan"
Ia menyuruhku duduk, sedangkan ia yang menyiapkan sarapan seluruhnya. Aku hanya menurut, dia akan lebih memarahiku jika aku tidak mengikuti perintahnya.
***
-Rumah Sakit Jeonju-
Pagi itu di kamar ahjumma, Jeno tertidur di kursi samping ranjang ibunya. Jeno terbangun karena merasa ada yang menggenggam tangannya. Ternyata ibunya sudah bangun.
"Jeno-ya pergilah ke sekolah"
"Aku tidak ke sekolah hari ini"
"Wae?"
"Apa ibu lapar? Aku ambilkan makanannya" Jeno mengalihkan pembicaraannya.
Ia tak mau ibunya tahu kalau ia bolos sekolah hanya untuk menemaninya. Jeno memang tidak terlalu dekat dengan ibunya.

KAMU SEDANG MEMBACA
On The 16 Days
FanficPertukaran pelajar ini membuatku gila. Bertemu dengan orang-orang aneh selama 16 hari. Tapi karena pertukaran pelajar ini, aku bisa merasakan jantungku yang selalu berdebar ketika aku melihatnya. Cast : You/Yoo Jin Na Jaemin Lee Jeno Dll Genre : Sch...