Chapter 8

3.9K 365 37
                                        

Ting Tong Ting Tong

"Nugu... Se.. Yoo" ujar seungchol membolakan kedua matanya, bukan hanya seungchol, wonwoo pun membolakan kedua matanya.


"Hyung" ujar wonwoo, yang dibalas dehemen oleh seungchol.

"Kau, kemari sebagai siapa? Hoshi atau youngie?" tanya seungchol menatap hoshi.

"Soonyoungie hyung" cicit hoshi.

"Masuklah" ujar seungchol mempersilahkan adik dan tamunya.

*****

"Jadi?" tanya seungchol melihat hoshi dan wonwoo duduk berdampingan ditambah vernon yang di pangku wonwoo.

"Jadi begini hyung" cicit hoshi.

"Bisakah kau bicara yang jelas, dan tatap mata hyungmu ini" ujar seungchol tegas.

"Begini hyung" ujar hoshi sebelum.

"Begini, kami ingin memberitahukan tentang hubungan kami kepadamu hyung" ujar wonwoo melanjutkan perkataan hoshi yang terlihat sedikit gugup.

"Hubungan seperti apa? Apa lebih dari hubungan pekerjaan" tanya seungchol tegas.

Wonwoo akan menjawabnya, tapi terdengar suara vernon yang mengintrupsi.

"Mommy, pelnon haus" ujar vernon menatap hoshi polos.

"Oh sebentar" kata hoshi sambil melihat seungchol meminta ijin.

"Jangan menatapku, ini rumahmu juga, jadi lakukan sesukamu" ujar seungchol membuat hoshi tersenyum tulus.

"Ne capten" jawab hoshi masih tersenyum ceria.

"Bisakah, kau bawa anak ini, dan agak lama, jangan kesini sebelum ku panggil" ujar seungchol membuat senyum di bibir hoshi hilang seketika dan berganti melihat wonwoo yang menganggukkan kepalanya, dan berkata tanpa suara 'its okay' membuat hoshi mengambil vernon di pangkuan wonwoo dan meninggalkan wonwoo bersama seungchol.

"Jadi" tanya seungchol setelah hoshi hilang di tikungan menuju dapur.

"Aku mencintai adikmu hyung, dan ya, kami memiliki hubungan lebih dari pekerjaan" jawab wonwoo tegas tanpa gentar sedikitpun.

"Kenapa kau mencintai adikku?" Tanya seungchol menatap tajam wonwoo.

"Aku tidak tahu" jawab wonwoo mendapat tatapan geram dari seungchol.

"Jangan marah dulu hyung, aku memang tidak tahu kenapa aku bisa mencintainya, ini mengalir begitu saja, entah dari mana datangnya, aku ingin menjaganya, melindunginya, dan membuatnya tersenyum, aku bahagia saat melihat dia tersenyum saat bersama anakku, vernon bukan anaknya, tapi dia menyayangi anakku dengan tulus, seperti anaknya sendiri, dia memang manja, tapi terkadang bisa dewasa, jika kau bertanya kenapa aku mencintainya, aku jujur tidak tahu hyung, yang aku tahu, aku hanya mencintainya, dan setiap detik yang kuhabiskan dengannya membuatku semakin mmencintainya" jawab wonwoo sambil tersenyum tulus.

"Cukup, aku tak mau mendengarkanmu menggambarkan youngieku seperti dia malaikat saja" dengus seungchol.

"Dan, jangan membuat babyku menangis, jika kau membuatnya menangis jangan harap kau bisa bertemu dengannya"sambung seungchol, membuat senyum wonwoo merekah.

"Ne, aku janji" ujar wonwoo yakin.


*****



"Apa benar aku boleh menginap disini," ujar hoshi mengantarkan wonwoo yang menggendong vernon di depan rumahnya.

"Ini kan rumahmu, jadi kau tak perlu meminta ijinku untuk tidur dirumahmu sendiri, dasar" ujar wonwoo sambil menyentil kening hoshi.

"Tapi, bagaiman dengan vernon"

"Aku sudah biasa merawatnya sendiri, apa kau lupa? Aku ini ayahnya" ujar wonwoo sambil mengelus rambut hoshi.

"Ucapkan sampai jumpa pada mommy" ujar wonwoo kepada vernon.

"Mommy tidak itut puyang dengan pelnon dan daddy?" Tanya vernon menatap hoshi.

"Tidak sayang, besok mommy akan bersama vernon seharian, okey" jawab hoshi sambil mengelus surai vernon.

"Chiro, pelnon mau mommy, pelnon mau belcama mommy" tangis vernon pecah.

"Aduh sayang, jangan menangis okey, mommy hanya sehari saja kok" ujar hoshi sambil mengambil vernon dari gendongan wonwoo.

"Chiro, chiro, pelnon mau mommy huwaaa" tangis vernon semakin jadi dan memeluk leher hoshi erat.

"Kalian berdua ini, biarkan dia disini bersama hoshi, kau bisa pulang sendiri kan wonwoo" ujar seungchol di belakang mereka.

"Apa tidak apa apa, apa tidak merepotkan" ujar wonwoo kikuk.

"Apa kau tidak kasihan melihatnya menangis seperti itu" ujar seungchol sambil menghampiri mereka.

"Apa vernon mau disini bersama samchon dan mommy? Tanya seungchol membuat vernon mendongakkan kepalanya menatap seungchol, dan menganggukkan kepalanya imut.

"Apa boleh daddy pulang kerumah?" Tanya seungchol lagi dan di angguki lagi oleh vernon.

"Cha, kenapa susah, kau pulanglah" usir seungchol.

"Heol, bahkan anakku sendiri tak mau ikut dengaku" ujar wonwoo mengelus surai halus vernon.

"Ja, daddy pulang okey, jangan nakal dengan samchon dan mommy okey" ujar wonwoo sambil menciumi seluruh wajah vernon membuat vernon terkikik geli.

"Aku pulang dulu" ujar wonwoo sambil mencium kening hoshi.

"Hey, masih ada anak dibawah umur" peringat seungchol yang dibalas kekehan wonwoo dan hoshi.



*****



"Apa?" Tanya seungchol saat melihat vernon yang melihatnya terus dari tadi.

"Gendong" ujar vernon sambil merentangkan kedua tangannya di depan seungchol.

"Apa?" Tanya seungchol lagi, entah dia tidak dengar atau tidak tahu harus apa.

"Gendong camchon" ujar vernon sambil mendekati seungchol.

"Dia mau kau gendong hyung" ujar hoshi saat melihat seungchol yang hanya diam.

"Gendong?" Tanya seungchol lagi, tapi kali ini menatap wajah hoshi.

"Begini hyung, lihat aku" ujar hoshi melangkah mendekati seungchol dan mengangkat vernon dan menggendongnya seperti menggendong koala.

"Sekarang cobalah" ujar hoshi sekali lagi sambil menyerahkan vernon ke seungchol.

"Begini" ujar seungchol sambil menatap hoshi.

"Kau ini kaku sekali" kekeh hoshi.

"Ini pertama kalinya aku menggendong anak kecil tau" dengus seungchol dan membuat hoshi tertawa.

"Dasar" gumam seungchol.

"Apa lagi?" Tanya seungchol saat matanya melihat vernon yang memperhatikannya. Tolong seungchol, ini sungguh tidak nyaman ditatapi oleh anak polos dan manis seperti vernon.

"Camcon tampan, pelnon cuka" ujar vernon sambil terkekeh manis.

"Ehhhhhh"


Tbc.

Hayo hayo gimana gimana

Suka atau gk?

Two Ma Baby Boy (Soonwoo)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang