Chapter 15

3.4K 309 8
                                        

Vernon side.


"beltemu" gumam vernon.

"pelnon pasti bisa beltemu mommy, pelnon akan kelumah mommy cendili" sambil melangkahkan kakinya menjauhi taman yang biasanya dia habiskan untuk menunggu jemputan.

Kaki kecilnya melangkah ringan sambil bergumam sesuatu yang tidak jelas,  membuat orang orang yang melatinya gemas dan juga heran,  bagaimana bisa anak kecil dibiarkan berjalan sendiri tanpa pengawasan.

"adik manis mau kemana?" tanya seorang ahjuma yang dari tadi memperhatikan vernon.

"pelnon mau ketemu mommy, pelnon lindu mommy" jawab vernon dengan senyum cerah yang memperlihatkan gusinya membuat sang ahjuma gemas ingin mencubit pipinya.

"kenapa sendirian?, mau ahjuma antar? "

"daddy pelnon cedang malah malah, jadi pelnon pelgi cendiri" ujar vernon sambil mempoutkan bibir imutnya.

"dan pelnon bica cendili ke lumah mommy, pelnon kan pintar, pelnon tau lumah mommy" sambung vernon.

"ahh, mungkin daddymu tidak bermaksud marah pada siapapun, mungkin daddymu sedang capek,  karna ahjuma juga seperti itu kalau sedang capek,  akan marah marah tidak jelas, jadi kamu tidak boleh marah pada daddymu okey" sambil mengelus rambut vernon.

"benalkah?" sambil memiringkan kepalanya imut, dan dijawab anggukan dari sang ahjuma.

"pelnon tidak malah pada daddy,  kalna pelnon cayang daddy" sambung vernon, dan membuat ahjuma tersenyum tulus.

"pelnon pelgi dulu,  anyeong ahjuma" pamit vernon saat dia mengingat tujuan awalnya sebelum sang ahjuma menyapanya.

"ne,  hari hati" balas ahjuma sambil melambaikan tangannya.


Setelah berjalan 15 menit dengan kaki kecilnya, terlihatlah rumah hoshi di depan sana, dan vernon melihat seungchol yang akan memasuki rumahnya.

"seungchol camchon" teriak vernon sambil berlali kearah seungchol tanpa melihat kanan dan kiri.

Merasa namanya dipanggil dengan suara yang familiar ditelinganya, seungchol menolehkan kepalanya kebelakang dan matanya membola terkejut melihat tubuh anak kecil yang dikenalnya tertabrak mobil hingga terpental beberapa meter.




Vernon side end.









"hyung vernon hiks hiks"

Deg .

"Wae?" tanya wonwoo gugup dan melepaskan pelukannya dan menatap hoshi dalam.

"vernon berada di rumah sakit hiks,  dia kecelakaan hiks hiks hiks"


Deg.

"aku mohon jangan bercanda hoshi" wonwoo menangkup kedua pipi hoshi dengan tangan bergetar.

"aniya hyung hiks,  aku tidak hiks ber hiks berbohong hiks" menatap wonwoo yang matanya memerah menahan tangis.

Wonwoo melepaskan tangannya yang menangkup pipi hoshi dan akan menyalakan mobilnya jika saja tangan hoshi tidak menahannya.

"kita naik taksi hyung,  tanganmu gemetaran" ujar hoshi yang diangguki wonwoo.

Ditaksi tidak ada yang mengatakan sesuatu,  hening melanda,  hoshi dan wonwoo sibuk dengan pikiran masing     masing, tetapi tangan mereka meremat tangan satu sama lain,  memberi kekuatan kasat mata.

Setelah sampai di rumah sakit dan membayar taksi, mereka berdua berlari memasuki rumah sakit,  tidak diperdulikannya teguran suster, karna berlarian di koridor rumah sakit, yang ada di kepala mereka hanya menemukan seungchol dan vernon.

Dari kejauhan terlihat seungchol yang  duduk didepan ruang UGD dan memijat pelipisnya.

"Hyung" panggil hoshi dan seketika seungchol menolehkan kepalanya wajahnya mengeras.

"Hyung, bagaimana dengan anakku?" tanya wonwoo saat sampai di depan seungchol.

Bug.

Bukan jawaban yang diterima wonwoo melainkan pukulan keras dari seungchol yang membuat wonwoo tersungkur di tanah. Dan hoshi memeluk seungchol saat melihat seungchol yang hendak memukul wonwoo lagi.

"Berengsek, masih pantaskah kau memanggil dirimu ayah hah" teriak seungchol.

"Bagaimana bisa kau membiarkan vernon sendirian" teriak seungchol lagi.

"Kau tau, dia tertabrak di depan mataku bodoh, di depan rumah kami,  bagaimana bisa anak sekecil itu kerumahku sendirian, apa yang kau lakukan padanya berengsek, dan sekarang vernon sedang kritis di dalam,  bagaimana bisa kau menyebut dirimu ayah hah" maki seungchol yang berontak di pelukan hoshi, ingin sekali seunghcol menghabisi wonwoo saat ini. Hoshi masih berusaha menenangkan seungchol saat matanya melihat wonwoo yang hanya menunduk dan masih terduduk karna pukulan seungchol.

"jangan temui hoshi lagi, kau laki laki berengsek yang tidak becus menjaga satu orang takkan bisa menjaga hoshiku dengan baik" ujar seungchol akhirnya sambil menyeret hoshi menjauhi wonwoo.




"hyung" cicit hoshi sambil mencoba melepaskan cekalan tangan seungchol pada tangannya.

"aku harus menemani wonwoo hyung" ujar hoshi membuat seungchol menghentikan langkahnya dan menatap hoshi tajam.

"kau bodoh atau apa, aku takkan membiarkan kau bertemu dengannya lagi, dia laki2 berengsek".

"aku tau hyung marah saat melihat vernon tertabrak di depan mata hyung, tapi wonwoo hyung adalah ayahnya, dia yang lebih sakit hyung, melihat anak yang sangat dicintainya terbaring lemah di rumah sakit hyung, bahkan saat kau memakinya tadi dia hanya diam saja" ujar hoshi sambil meneteskan air matanya lagi saat mengingat wonwoo yang rapuh tadi.

"aku mohon hyung" sambil menggenggam tangan seungchol.

"aishh brengsek" ujar seungchol sambil memijat keningnya.

"kau pergilh,  aku akan membeli minuman dulu" sambil melangkahkan kakinya meninggalkan hoshi.

"gomawo hyung" teriak hoshi tapi tidak dibalas apa apa oleh seungchol.




Hoshi sungguh tidak tega melihat wonwoo begitu rapuh seperti ini, duduk dilantai yang dingin menenggelamkan kepalanya di kedua tangan, dan terdengar isakan dari bibir orang yang hoshi cintai ini.

"hyung" gumam hoshi sambil memeluk wonwoo yang masih betah duduk di lantai.

"hiks vernon hiks,  hoshi vernon hiks" gumam wonwoo sambil membalas memeluk hoshi.

"ne, vernon pasti baik baik saja,  kita tunggu saja hyung" sambil mengelus surai wonwoo sayang.

"aku hiks bukan hiks daddy yang baik untuk vernon hiks,  vernon pasti membenciku hiks" tangis wonwoo semakin keras. Hoshi hanya bisa menenangkan wonwoo dan berada di sampingnya saat ini.





Tbc.

Two Ma Baby Boy (Soonwoo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang