Wonwoo terus saja menggenggam tangan vernon, dan belum beranjak sedikitpun sejak 4 jam yang lalu saat dokter keluar ruangan dan mengatakan kalau vernon sudah melewati masa kritisnya dan akan dipindahkan ke ruang rawat inap.
Wonwoo sungguh menyesal saat melihat selang infus yang bertengger manis di tangan sebelah kirinya, air mata menetes untuk kesekian kalinya dari mata wonwoo, hoshi dan seungchol yang melihat wonwoo dari sofa di dalam ruangan itu hanya menghela nafas, dari tadi hoshi sudah membujuk wonwoo untuk makan malam bahkan hanya untuk menyuruh kekemar mandi wonwoo akan membalas dengan gelengan lemah.
"hey bodoh, jangan seperti anak kecil" ujar seungchol bosan dengan kelakuan wonwoo.
"apa dengan begini, vernon akan senang, cepat makan, ada aku yang bisa menemaninya disini" ujar seungchol lagi sambil melangkah mendekati wonwoo dan menarik wonwoo untuk berdiri, dan dengan begitu seungchol mendudukan dirinya di kursi tempat wonwoo sedari tadi duduk.
"Maaf hyung, dan terima kasih" gumam wonwoo sambil menundukkan kepalanya.
"aku hanya menerima ucapan terima kasihmu, aku tidak akan menerima ucapan maafmu jika vernon belum sadar" ujar seungchol sambil menatap vernon yang terbaring lemah. Dan wonwoo yang menghela nafas panjang, setelah itu wonwoo meninggalkan ruangan tersebut.
"hoshi temani dia, dia bodoh, dia butuh sandaran saat ini"ujar seungchol lagi.
Tanpa disuruhpun hoshi akan melangkahkan kakinya menemani wonwoo.
Hoshi melihat punggung wonwoo yang biasanya tegap tapi tidak untuk hari in, melangkah mendekati wonwoo dan menggenggam tangan kiri wonwoo dengan tangan kanannya hangat. Membuat wonwoo menolehkan kepalanya kearah hoshi dan dibalas senyuman hangat dari hoshi, wonwoo hanya menggenggam erat tangan hoshi.
Saat ini wonwoo dan hoshi sedang berada di taman rumah sakit, setelah membeli makanan dikantin, mereka berdua sepakat untuk makan di taman.
"hyung makan ini" ujar hoshi sambil menyuapi wonwoo.
"ne" dan membuka mulutnya untuk menerima suapan hoshi.
Untuk sesaat hanya ada suara kecapan mulut wonwoo yang makan dengan disuapi hoshi.
"mianhae" gumam wonwoo setelah menelan suapan terakhir dari pria yang dicintainya ini.
"aku bersikap dingin padamu, mianhae" ujar wonwoo.
"vernon hanya ingin bertemu denganmu, tapi aku membentaknya, vernon bilang aku jahat, vernon bilang dia benci padaku, aku salah hoshi, aku yang salah, seharusnya aku tak membentaknya, menemaninya, meminta maaf setelah membentaknya, aku bodoh, aku yang salah sampai sampai vernon terbaring lemah saat ini" sambung wonwoo sambil menundukkan kepalanya enggan menatap hoshi.
"ne, kau bodoh hyung, kau yang salah" ujar hoshi menatap tajam wonwoo.
"kau salah, kau memang salah, makadari itu kau harus minta maaf, jangan seperti ini, kau seperti orang depresi, kau harus kuat untuk meminta maaf pada vernon saat vernon sadar nanti" sambung hoshi sambil memeluk erat wonwoo.
"aku tidak suka melihatmu seperti ini, aku benci melihatmu seperti ini, dan aku yakin vernon juga membenci melihatmu saat ini" gumam hoshi sambil menangis dipelukan wonwoo.
"aku mohon jangan seperti ini, aku sakit melihat kau seperti ini hyung, kau harus kuat untukku dan vernon, kau berjanji untuk menjaga kami, bagaiman bisa kau menjaga kami jika kau seperti ini" sambung hoshi lagi.
"maafkan aku hoshi" balas wonwoo sambil memeluk erat hoshi dan mengelus punggung yang bergetar hoshi mencoba menenangkannya.
*****
Terdengar suara tawa riang dari suara yang sangat vernon dan hoshi hafal saat akan memasuki ruangan vernon, dengan hati yang berdegup kencang, wonwoo membuka pintu tersebut dan mendapati vernon ynag duduk dengan seungchol di sebelahnya, sesekali vernon terkekeh mendengar candaan seungchol.
Merasa diperhatikan seungchol menoleh kearah pintu dan mendapati wonwoo dan hoshi yang hanya diam tidak ada niatan untuk melangkah mendekat, vernon juga mengalihkan pandangannya kearah pintu dan wajahnya berubah menjadi ceria dan hanya sedetik vernon kembali menundukkan kepalannya.
Sakit, wonwoo merasakan sakit di hatinya, apa vernon tidak mau menatapnya karna dia daddy yang jahat. Perlahan hoshi menggenggam tangan wonwoo dan berjalan mendekat kearah vernon yang terduduk masih menundukkan kepalannya.
"hey jagoan, apa ada yang sakit?" tanya hoshi pelan sambil mengelus surai lembut vernon, dan mendapat gelengan lemah dari vernon.
"Da.. Daddy" cicit vernon sambil mendongak menatap wonwoo yang menatapnya.
"mian, pelnon nakal" cicit vernon lagi, dan detik berikutnya vernon sudah berada dalam dekapan hangat wonwoo dan merasakan bahunya yang basah, membuat vernon menangis juga.
"hiks daddy pelnon nakal, mianhae, jangan malah pada pelnon hiks hiks" tangis vernon sambil menarik erat baju belakang wonwoo.
"pelnon nakal hiks, jangan nangis daddy hiks" tangis vernon keras.
Wonwoo melepaskan pelukannya dan menhghapus air mata vernon dengan ibu jarinya dan mengecup keningnya, bisa dilihat vernon ada air manta disudut mata daddynya.
"vernon gak nakal, daddy yang nakal, mianhae ne" ujar wonwoo sambil mengecupi wajah vernon dan vernon yang menggeleng keras.
"vernon nakal daddy, pelnon bikin daddy nangis hiks hiks huwaaa" ujar vernon sambil sesenggukan. Wonwoo menghapus airmatanya kasar.
"lihat, daddy sudah tidak menangiskan, jadi vernon juga tidak boleh menangis juga eoh" membuat vernon sedikit sedikit mencoba menghilangkan tangisannya dan masih terdengar sesekali tangisan lirih dari bibir kecilnya.
"anak daddy pintar" sambil memeluk vernon erat.
Hoshi yang melihat dari tadi sudah menangis di dalam pelukan seungchol, sedangkan sengchol yang melihat hanya tersenyum tipis.
Tbc.
Bii lagi nulis new story, tentang wonsoon again.. Bercerita tentang mafia gitu... But, masih draf sih hehehehe.
Semangat buat bii dan juga para readers yang kucintai #eaeaea
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Ma Baby Boy (Soonwoo)
FanfictionCast : Jeon Wonwoo Kwon Soonyoung (Hoshi) Vernon as Jeon Vernon (baby) Other Member Seventeen Jeon wonwoo X Kwon Soonyoung Sumari : Wonwoo duda muda yang tampan dan kaya berumur 25 tahun mempunyai putra berumur 4...
