D-day

50.8K 2.5K 31
                                        


Arjuna sudah merasakan lelah tersenyum, padahal baru 1 jam ia berdiri di acara pernikahannya sendiri. Tersenyum, menerima salaman tangan dan mengucapkan terimakasih berulang-ulang membuatnya ingin merekam suaranya dan memutar suaranya ketika orang mulai datang dan memberikannya selamat.

Sedangkan Gisella, seperti biasa Gisella memang suka tersenyum dan ramah terhadap orang lain, jadi tidak heran melihatnya masih memiliki energy lebih untuk tersenyum pada tamu mereka.

Arjuna puas melihat Gisella hari ini, ia bisa merangkul dan memeluk pinggangnya Gisella erat, karna sekarang Gisella sudah resmi menjadi istrinya. Ya, istrinya. Arjuna sudah bisa memanggil wanita di sebelahnya ini yang mampu memporak poranda hatinya selama beberapa bulan-bulan belakangan ini istrinya. Mugnkin ia tidak sempurna, tapi Arjuna akan memberikan kesempurnakan untuk Gisella. Agar Gisella tidak bersedih dan menangis setelah ini. Arjuna hanya ingin membuat Gisella tertawa dan menangis bahagia. Arjuna merasa telah menemukan tulang rusuk yang hilang, dan kehadiran Gisella membuat dirinya lengkap.

Gisella menatap semua tamu dengan antusias. Ia tersenyum melihat bagaimana tamu-tamu ikut serta dalam acara yang dibawakan oleh MC. Setelah potong kue, wedding kiss, dan menyapa tamu Gisella sekarang berdiri di depan menikmati kebersamaannya dengan Arjuna.

“Kamu seneng?” Tanya Arjuna ketika tidak ada tamu yang menyalami mereka.

“Seneng, apa lagi liatkamu sama Vello kembaran gitu.”

Gisella memang meminta tante Sylvi untuk membuat baju yang sama dengan Arjuna untuk Vello. ia ingin Vello terlihat serupa dengan Arjuna. Keluarga Arjuna sama sekali tidak keberatan dengan kehadiran Vello bahkan mereka membantu menjaga Vello.

Mama Gisella pun sudah bisa menerima uluran tangan dan mengucapkan terimakasih, meskipun Gisella sudah mewanti-wanti untuk tidak memaksakan. Tapi mamanya ingin memberikan yang terbaik untuk Gisella.

Gisella tersenyum melihat siapa yang datang, tapi tidak dengan Arjuna. Ia masih kesal jika mnegingat Vigo telah memeluk Gisella waktu itu.

“Selamat ya La. Aku doain kamu bahagia sama Juna.” Ucap Vigo.

“Iya, aku bakal bahagia kok sama Juna.”

Lalu Vigo menyalami Arjuna.

“Selamat ya, gue tau lo pantes dan bisa jagain Gisella.”

“Thankyou.”

“Sorry yang soal waktu itu, gue ga bermaksud.”

“Its oke. Thankyou juga udah dateng ya.”

“Selamat ya Gisel, sorry gue udah berprasangka buruk sama lo.” Ucap Tiara.

“Iya, makasih yah udah dateng. Gue ga ambil hati kok.” Ucap Gisella tulus.

Setelah Vigo dan Tiara turun, Arjuna merangkul Gisella posesif.

“Ngapain kamu?”

“No, Cuma mau ngerangkul aja.”

“Ih, lepasin. Berat tangan kamu.”

“Bodo amat. Kamu sedih ga bisa dapetin Vigo lagi?”

Gisella menatap Arjuna tajam, ia tau sekarang Arjuna sedang di bakar api cemburu. Padahal Gisella sudah tidak memiliki perasaan apa-apa pada Vigo.

“Hemm, gimana yah?”

“Tau ah.”

“Haha, jangan ngambek. Nih ga liat aku punya pengikat dari kamu? Kalau aku maunya sama Vigo, aku ga mungkin terima kamu.”

“Beneran?”

“Iya, ngapain aku terima kamu kalau aku ga cinta sama kamu.”

Arjuna tersenyum mendengar pernyataan dari Gisella ia sangat bahagia hari ini, tidak ada yang lebih bahagia dari hari ini. menikah dengan seseorang yang sangat di cintai.

Eternal LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang