"eh, omong omong kok kamu tumben ngomongin hal ini?" Sky menghentikan langkah nya di tengah hutan kota yang rimbun dan sejuk.
Raut wajah Arkan langsung berubah menjadi sendu, "maafin gue Kei, sebenernya mulai minggu depan gue harus pindah ke Kalimantan"
Sky mengerutkan dahi nya bingung, "kenapa kamu pindah?"
"orang tua gue dinas nya pindah kesana, jadi mau enggak mau gue harus ikut, juga harus pindah sekolah" jawab Arkan dengan nada sedih.
Sky masih tak percaya, "tapi kamu ini udah kelas tiga, enggak bisa kamu tinggal di Jakarta aja? Kost gitu?"
Arkan menggelengkan kepala nya, "lo tau kan gue anak satu satu nya, Abang gue meninggal tiga tahun lalu gara gara jadi korban salah faham anak anak yang lagi tawuran, jadi orang tua gue enggak bakal ngelepas gue gitu aja, Kei"
Luka yang ditambah luka, rasanya kini seperti teriris pisau tumpul, saat sesuatu yang berharga itu akan pergi.
"kadang kita harus coba sesuatu yang baru Sky," jedanya "kalo min di mata lo nambah atau berkurang, otomatis lo harus ganti kaca mata, jadi lo harus bisa beradaptasi sama kaca mata baru lo"
Sky menggelengkan kepala nya perlahan, "aku enggak pernah ada niatan buat ganti kaca mata"
"kalo kaca mata itu patah atau rusak?" tanya Arkan dengan tegas, ia tak mau membuat Sky menjadi gadis penyendiri yang tak memiliki teman, apalagi Arkan tahu masalah Sky di rumah.
"aku pasti bakal ngebenerin, dengan cara apapun, walaupun aku harus ngeluarin uang banyak buat beli lem atau nyervis nya" jawab Sky dengan nada meyakinkan membuat hati Arkan seperti tak tega untuk meninggalkan nya.
Cowok itu berdecih, "dasar manja, lagian emang nya lo mau hidup sendiri? Kita ini makhluk sosial Ke--"
"berhenti Kan, aku enggak mau ngelanjutin topik ini lagi"
***
"gue udah berhasil buat Sky mau nerima gue buat jadi pengajar cuma cuma nya, siapin uang 500 ribu nya ya" Niko tertawa seraya menepuk nepuk bahu Vino.
Vino terkekeh, "Arga Nicholas, lo emang enggak main main, salah besar gue nantangin lo"
"apasih yang Niko enggak bisa dapetin? Semua nya kalo udah ada di deket gue enggak ada yang mustahil" cowok itu tersenyum licik.
Tiba tiba dua orang cowok datang, dengan tampang sombong satu orang mengenakan kaca mata hitam walaupun itu sedang berada di club malam.
"eh orang gila? Kenapa lo enggak sekalian di DO aja? Skors 2 minggu enggak cukup ya buat lo stres?? Hahaha" Vino dan Niko tertawa kompak.
Cowok itu ikut tertawa, ia melepas kaca mata hitam nya, lalu menjabat tangan Niko dan Vino bergantian, "selama sekolah itu punya bokap nya Niko, santai aja.. Anggap aja sekolah nenek moyang lo"
Cowok memakai kaca mata hitam yang di ketahui bernama Bram itu sebenarnya teman satu kelas Vino dan Niko, tapi sudah dua minggu ia kena skors karena sudah memukuli junior sampai masuk rumah sakit.
"gue denger, lo berdua lagi taruhan? Gitu nih, enggak ngajak kita?" sambar Kris, cowok yang tadi datang dengan Bram.
Vino tersenyum miring, "gue habis nantangin Niko gimana cara nya si nerd Sky itu mau nerima dia jadi pengajar cuma cuma nya buat remedial Kimia, tapi bukan Niko nama nya kalo gagal, gue kena 500 ribu"
"Anjirrr, Zoyasky itu? Cewek tak tersentuh? Gila, kenapa enggak sekalian lo ajak jadian tuh bocah?" tantang Bram.
Niko tertawa meremehkan, "berani ngasih apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FEELINGS [completed]
Teen Fiction(Cerita sebagian di Private, jadi Follow dulu ya) Zoyasky, cewek yang tidak terlalu suka bersosialisasi itu harus bersabar diganggu oleh dua orang cowok yang pintar membolak balikkan hatinya. Arga Nicholas dan Arkan Pahlevi. Copyright©2017
![FEELINGS [completed]](https://img.wattpad.com/cover/96752258-64-k597086.jpg)