"see you aunt Jessy, bye kak dani" ucap nisa melambaikan tangan dan tersenyum lebar
"bye aunt jessy, love you..." ucap yasa sama sama melambaikan tangan
"bye baby.... Hati hati dijalan sayang..." ucap jessy ibu danielo, melambai sayang ke dua kembar cantik yg disayanginya
"bye dani, terima kasih ya sayang sudah menjaga nisa dan Yasa hari ini, sayangnya calvin sedang ada acara dengan temannya" ucap Michele mengelus kepala danielo
"tentu aunt michele" ucap dani tersenyum kearah nisa, senyum yg sama juga tertular di bibir nisa memandang sayang danielo dengan mata berbinar
"ya tuhan jess, sepertinya kita akan besanan" ucap michele lirih memandang interaksi mereka berdua, yasa masih sibuk dengan gadgednya dibangku depan samping kemudi. Jessy tersenyum
"iya, aku selalu melihat hubungan istimewa mereka Michele, begitu manis dan tulus" ucap jessy tersenyum
"bye kak...." ucap nisa tersenyum manis kearah dani dari kursi duduk belakang
"bye nisa, jangan lupa minum obatmu ya" ucap dani lalu mengacak rambut nisa. Yasa tersenyum masam melihatnya.
"bye Yasa.... Take care" ucap dani menunduk dari jendela samping kemudi. Yasa hanya tersenyum dan kembali ke gadgednya.
Danielo dan jessica mengantar michele dan kedua anak kembarnya digerbang rumah, melambaikan tangannya sebelum mobil sedan itu berbelok kearah jalan raya
***
"Nisa....." panggilan lirih seseorang dibelakang nisa membuyarkan lamunannya mengenai indahnya laut bali malam ini. Nisa membalikan badannya lalu tersenyum
Nisa memandang lelaki tampan didepannya, wajahnya yg teduh, matanya yg lembut saat memandang nisa, nisa menyukainya. Ada dirinya kesedihan nisa seakan menepi, dengan tingkah konyolnya, dengan joke anehnya, seakan apapun dia lakukan demi senyum nisa.
"gorgeous as always" ucap danielo, danielo mendekat lebih merapat membuat nisa harus mendunga demi melihat mata biru favoritenya, menatap lama kedalam bola mata danielo yg misterius. Mata biru yg entah pernah dilihatnya dimana
"apa yg ada dikepala cantikmu itu nisa? Tell me" ucap danielo, apakah tentang aku dimasa lalu mu nis.... Say yes for it......
"setiap melihat mata birumu..... Entahlah.... Membuatku begitu keras berfikir, ingin mencoba mengingat2, tapi apa, aku gak tau......" isyarat nisa, matanya terus meneliti wajah tampan didepannya, wajah tak pernah terasa asing bagi nisa sejak pertama kali bertemu direstauran ini
"Jangan paksakan ingatanmu sayang.... Let it be" ucap danielo lirih, seberapapun keinginan danielo agar nisa mengingat dirinya, danielo tidak mau nisa memaksakan ingatannya dan membuat nisa terserang kesakitan. Danielo akan bersabar....
"kenapa setiap meliatmu, wajahmu, matamu, kehadiranmu tidak terasa asing untukku. Membuatku terasa lengkap, membuatku merasa utuh.... Who are you?" tanya nisa, hati danielo berteriak bahagia oleh pernyataan nisa. Walaupun nisa tidak mengingatnya tapi bawah sadar nisa membutuhkannya, menerimanya.....
I'm your soul mate sweetheart.......
"of course you should feels that way, i'm your forever partner, remember?" ucap danielo dengan tangannya memegang dagu angkuh, mengedipkan matanya. Nisa memutar matanya
"ayo kita berangkat sebelum pa ketut mengunci gerbang pagelaran dan membuat kita seperti gelandangan tanpa makan malam" ucap danielo lalu membawa tangannya keluar dari restauran kebanggaan mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Pain (Pending)
RomanceWARNING : PENDING (JANGAN DIBACA YA, ENTAR BERASA DI GANTUNG) Anisa, gadis bisu nan cantik jelita yg harus merasakan sakitnya pernikahan yg tidak dia inginkan hanya agar ayahnya sembuh dari sakit Tapi bagi seorang Gilang, Anisa adalah duri tajam dal...