11 : Terulang :

52.4K 8.4K 514
                                        


11

: t e r u l a n g :


2014


Dari: Bara Langit Hadiwinata

Untuk: PMJ.

"Karena rinduku menetes sebanyak tetes gerimis.

Tidak butuh kertas, atau corengan garis.

Genggamlah jantungku dan hitung denyutannya.

Sebanyak itulah aku merindukanmu, Putri."

- Dee Lestari



Keran yang mengalirkan air belum juga dimatikan oleh Leia.

Leia memejamkan mata, menarik napas panjang. Suara air mengalir itu membuatnya lebih tenang kendati hatinya bergemuruh.

Seharusnya, hari ini Leia ikut bersenang-senang untuk Nirna yang berulang tahun. Seharusnya, sekarang ia sedang mendekor meja Nirna untuk mengerjai temannya itu. Dan seharusnya, Leia tak perlu membuka media sosial agar terhindar dari postingan di Path tadi.

Jelas, terang sekali dia mengingat barisan kata dari secarik kertas yang ada di dalam foto berikut komentar-komentar yang menanggapi postingan itu. Hatinya terasa nyeri. Siklusnya terulang lagi. Orang yang disukainya ternyata mencintai perempuan berinisial PMJ, entah siapa PMJ itu. Dari komentar-komentar yang heboh menyahuti post Bara tadi, semua membuat Leia mudah menarik konklusi bahwa Bara memang sedang menyukai gadis lain.

Sejenak, Leia tadi menelusuri komentar-komentar yang intinya berpendapat bahwa 'kode' Bara terlalu keras serta seruan agar lelaki itu segera menyatakan perasaannya. Leia menggigit bibir. Orang-orang bisa dengan mudahnya berkata ia harus positive thinking, tetapi perasaan Leia sudah membenarkan praduganya. Ini sudah terlalu jelas. Bara sedang mencintai seorang gadis berinisial PMJ itu. Dan, yang menyedihkan, Leia bisa apa?

Pipi Leia sudah basah karena tangis. Dadanya masih terasa sesak. Dia menatap dirinya di kaca. Wajahnya kusut, terlihat kacau.

Usai mematikan keran, Leia melangkah menuju bilik toilet. Dia tak tahan ingin menangis. Iya, Leia tahu bahwa ia terkesan cengeng. Namun, sekali lagi, Leia bisa apa? Perkara hati memang tidak pernah mudah. Pada akhirnya, seremeh apa pun perasaan Leia terhadap Bara, jika Bara ternyata menyukai gadis lain, rasanya akan tetap sesak.

Ini sungguh waktu yang tidak tepat. Kenapa dia tidak melihat postingan Bara itu setelah dia sampai rumah? Pastinya ia tak perlu merasa harus menyembunyikan diri begini. Kalau mau menangis, tinggal menangis saja.

Setelah menangis pun, Leia tak merasa sakit hatinya berkurang. Dia mengusap kasar air matanya. Segera beranjak dari bilik toilet untuk berbenah diri.

Gadis itu menatap diri sendiri di kaca. Hari ini adalah ulang tahun teman baiknya, jadi tidak seharusnya dia bersedih. Harusnya ia bersenang-senang bersama yang lain. Leia akhirnya membuka tas, mengeluarkan pouch isi make-up. Jantungnya terasa mengerat di sepanjang ia memulas riasannya. Leia masih ingin menangis, masih merasa dadanya sesak. Namun, Leia tahu ini bukan saat yang tepat. Harusnya, sekarang ia membantu Asti untuk merancang surprise ulang tahun Nirna.

Selesai memulas ulang make-up, Leia keluar dan berjalan menuju wing divisinya. Asti melemparkan tatapan bertanya saat melihat Leia baru datang kembali. Namun, Leia hanya membalas dengan senyum dan kembali sedia untuk mendekor apa yang dibutuhkan.

Remediasi | ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang