Bukan main

231 6 0
                                        

Seperti biasa, hal yang harus mey dan tya lakukan setelah pulang dari kantor. Adalah mencari makan apa yang mereka inginkan.

"Ntar arif ga kesini?" Tanya tya.

"Ga tau yak"

Emang hampir setiap malam arif datang ke kosan mereka hanya sekedar menonton film atau mengobrol.
Lana jarang kumpul ia lebih sering berada di kosan kakaknya atau dia lebih sering tidur selepas pulang dari kantor. Sudah jadi rutinitas mungkin.

"Cahyo ga kesini?" Mey balik bertanya.

"Ga. Dia malam ini lembur lagi. Banyak kalender yang harus dicetak" ucap tya menjelaskan.

Yah karna cahyo adalah anak Multimedia. Ia ditempatkan di percetakan. Kosan mereka dengan yang lainnya dekat. Jadi jika tya dan mey boring di kosan. Mereka berdua maen ke kosan lana atau cahyo.

Lana satu kosan dengan arif. Sedangkan cahyo tidak. Tapi kompleks perumahan kosan mereka se komplek. Dan searah.

*cengklung*

"Mey ntar gue main di kosan lu ya" isi pesan dari arif.

"Iya"

"Habis isyak gue kesana. Lu ga mau nitip makan?" Arif

"Gausah. Keburu laper duluan. Lu bawa makanan ringan aja"

"Yadeh" arif.

Mey pun tidak membalas. Mey dan tya mulai mencuci pakaiannya. Karna jika ia kerjakan nanti malam ia akan terganggu dengan kedatangan arif.

..........

"Keluar" isi pesan arif.

mey pun keluar kamar lalu menghampiri arif yang sudah berada di depan gerbang dan duduk manis di atas motornya.

"nih" ucap arif sambil memberikan satu kresek hitam.

"Apaan ini?" Ucap mey seraya membuka kresek itu.

Ternyata arif membelikannya sebuah gorengan yang mey sangat sukai.

"Gorengannnnn. Makasih bapak" mey yang sangat senang karna di beri gorengan kala itu.

"Gorengan aja seneng lu" celetuk tya yang seraya berjalan mendekati mereka berdua.

Tangan tya merampas kresek yang berisi gorengan dari tangan si mey. Dan tya pun duduk di depan pagar sambil memakan gorengan yang dibawakn oleh arif.

"Gue juga mau kaleeee" kata mey. Yang juga ikut duduk menikmati gorengan tersebut.

"Gue beli itu susah payah tau" jelas arif.

Arif orangnya memang sedikit lebay, alay. Lengkap deh anak itu. Dia itu sering banget curhat tentang segalanya ke mey.

"Paan sih gorengan doang" celetuk kasar mey sambil meledek.

"Alay lu" tambahnya lagi.

"Gue beli itu harus ngantri lama, harus ngerelain uang buat pindah tangan" jelas arif.

"Aelah ga iklas?" Tanya tya.

"Ga kok iklas. Oh iya btw lu gimana mey udah sehatan?" Tanya arif khawatir.

"Apaan gue ga sakit"

"Ah lu mah biasa. Jangan suka mandi malem, jangan telat makan, sama jangan lupa di minum obatnya" jawab arif seraya mengingatkan mey.

Tapi tetap saja sikap mey cuek dan hanya merasa angin lalu.

"Ya gue udah tau. Gue udah gede kali" jawabnya sambil mengunyah gorengan yang di beliin arif.

Merekapun membicarakan hal hal yang tidak begitu penting. Percakapan mereka terhenti ketika tiba tiba lana datang dari kejauhan.

"Weeey" sapa lana

"Darimana lu?" Tanya tya.

"Dari kakak gue"

"Tumben ga tidur?" Tanya mey.

"Iya tadi ada urusan penting. Jadi ga bisa ditinggal" jawab lana menjelaskan.

"Oh" jawab bibir mey membentuk huruf O kecil.

"Lu sakit mey? Gimana udah enakan?" Tanya lana sambil memegang dahi mey.

"Apaan sih" jawab mey yang menangkis tangan lana dari dahinya.

"Cepet sembuh yah" ucap lana.

Tiba tiba rasa hati mey sangat senang kala itu. Sepertinya mey sedang terbang di udara melayang layang bak ia di surga. Indah sekali ketika mulut lana mengucapkan itu. Bagi mey.

"Kunci kamar lu taruh mana?" Ucap lana yang mengarah kepada arif.

"Gue taruh di tempat biasa" jawab arif singkat.

Mey pun berpikir lana kesini hanya ingin menanyakan kunci kamarnya. Jadi dia selama ini cuma baper? Pikiran mey pun kemana mana. Tiba tiba lamunan mey terhenti.

"Lu kesini cuma nanyak kunci?" Celetuk tya.

"Iya. Sekalian jenguk my honey bunny" jawab lana yang mengimutkan suaranya lalu mengarahkan tatapannya kepada mey.

"Ih apaan jijik" jawab mey yang ketus. Tapi didalam hatinya dia sangat senang sekali.

"Yaudah gue balik yah. Mau lanjut tidur" pamit dari sih lana.

Lana pun menghidupkan motornya lalu memutarkan motornya dan mengucapkan "gws. Jangan lupa minum obat sama istirahat" ucap lana yang mengarah ke mey.
Lana pun menancap gas motornya dengan kecepatan penuh.

Oh betapa bahagianya mey malam ini. Ia diberi perhatian dari dua cowok yang tampan menurutnya.

"Gue juga mau balik deh ini udah malem juga" ucap arif yang menghidupkan motornya.

"Iya hati hati" ucap tya dan mey.

"Jangan tidur malem malem" ucap arif yang langsung menancap gasnya meninggalkan tya dan mey.

........

Mey susah tidur padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul 23.10 tapi mey masih online di Whatsapp. Mey mulai mencari teman di grup WA nya itu.

Heiiii pada tidur?

Arif : lu kan lagi sakit. Udah tau sakit masih aja begadang.

gabisa tidur ini

Arif : kalo lo ga tidur, ga bakal nonton.

Iya ini udah mau tidur. Bye.

Arif hanya melihat chatnya dan tidak membalas chat dari si mey. Karna arif takut mengganggu mey yang sedang ingin istirahat.

DREAMERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang