"Tidak, aku bukan anakmu ataupun titisanmu, jadi pergilah dan jangan pernah kembali lagi,
PERGI, " -Renita Eka Levyana-
"Kau adalah anakku, baik kau menerimanya atau tidak, kau tetap anakku.
walau kau tidak lahir dari rahimku, tapi kau adalah titi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiba-tiba saja Wanita itu tepat sudah ada didepan mataku, mulutnya terbuka dan penuh darah, wajahnya sangat menakutkan, rambutnya acak-acakan, dan matanya berwarna putih, seakan tidak ada lingkaran hitamnya.
Aku menjerit dan jeritanku semakin histeris saat tangan wanita itu meraih leherku, seakan-akan dia akan membunuh diriku dengan mencekik leherku. Dan dia mencekikku, aku semakin menjerit dan menutup mata ku dengan rapat agar aku tidak melihat wajahnya itu.
Dan setelah itu aku sudah tidak mengingat apapun.
-~-
"Lev, levy kamu gak apa-apa kan," Suara berat itu menyadarkanku dari dunia alam bawah sadarku.
Dan sudah ku duga suara itu milik, kekasihku Reza.
"Heem, Reza aku dimana, " gumamku lirih, seakan sudah tak bertenaga lagi.