Teras belakang kediaman Kevin, 10.30 wib.
"Kev, kukira kamu keluar," ujar Chocky sambil menghampiri Kevin yang duduk di kursi menghadap ke halaman belakang.
"Anakku sakit bang. Bisa-bisa aku tidak fokus bekerja," jawab Kevin.
Chocky tersenyum kemudian duduk di sebelah Kevin. Sebenarnya Chocky sempat heran sebelumnya ketika Rose mengatakan padanya kalau Kevin ingin bicara dengannya. Setahu Chocky ketika dia datang Kevin tidak ada di rumah dan Rose sempat mengatakan bahwa Kevin pergi ke kantor Tiana untuk meminta izin. Chocky pikir setelah itu dia pasti berangkat bekerja. Tapi ketika akan meninggalkan kamar Tiana karena Tiana akan makan, Rose -- yang mengantar semangkuk misoa kuah untuk Tiana -- justru berbisik dan mengatakan Kevin menunggunya di balkon.
"Dia anakku juga," gumam Chocky.
Kevin menoleh menatap Chocky. Matanya menyorotkan tatapan hormat, seolah memberi penghargaan dan ucapan terima kasih.
"Tentu bang, kalau tidak ada bang Chocky saat itu. Mungkin Tatat tidak akan pernah lahir. Mungkin aku akan kehilangan calon anakku untuk kedua kalinya."
"Berbahagialah karena kamu masih punya mereka sampe sekarang. Baik ibu dan anaknya. Dan jangan lupa, Nita juga yang kutitipin."
Keduanya tersenyum, Kevin mengangguk. Baginya, Nita juga anaknya. Dia masih ingat bagaimana lucunya Nita ketika masih bayi. Ketika dia belum menikah dengan Rose. Bagaimana bahkan setelah mereka menikah dan sekian lama menunggu akhirnya dia mendapat bayi mungil lagi namun dia lebih sering menghabiskan waktu bersama Nita yang sudah mulai beranjak menjadi anak-ana. Karena Tatat...hhh entahlah, Kevin hanya 'kurang pandai merawat bayi' saat itu. Sebelum dia benar-benar bertekad menjadi ayah yang baik.
"Suga...Tatat nyaman sama dia," ujar Chocky mulai serius. Dia sudah berjanji pada Tiana untuk membantu. Kebetulan sekarang dia dan Kevin sedang berbincang seperti ini.
Kevin menghela nafas, "Aku tahu."
"Coba buka hati Kev. Aku tahu kamu gak setuju sama Suga bukan karena dia gak punya darah chinesse."
Kevin tersenyum, "Aku tidak pernah mempersalahkan orang yang bersama anakku harus memiliki darah turunan atau tidak."
Chocky mengangguk, "Aku paham kamu gak suka sama pembawaannya Suga yang kasar, cuek, dingin. Tapi yang aku tahu dari cerita Tatat dan Nita. Anak itu cukup baik."
"Entahlah bang. Aku hanya berpikir, dia sudah mengajari Tatat bicara kasar, melawan. Bang Chocky sadar, Tatat sering berkata kasar belakangan ini. Aku tidak suka itu. Aku tidak pernah mengajarinya seperti itu. Rose juga tidak."
Chocky sempat terdiam beberapa saat. Dia mengerti. Bagi sebagian besar seorang ayah melihat anak gadisnya dekat dengan pemuda yang terlihat sedikit semaunya dan kurang sopan selalu membangkitkan perasaan ingin melindungi putrinya, sekaligus ingin menjauhkan dari pemuda itu. Tapi beberapa kali bertemu Suga membuat Chocky mengerti. Suga bukannya tidak ramah. Lelaki itu hanya memilih untuk lebih banyak diam awalnya. Toh sekarang, Suga juga lebih sering bicara dengannya daripada dulu ketika mereka baru kenal. Suga bukannya tidak sopan, dia sopan bahkan meskipun lelaki itu sering bicara kasar dan membuat orang terdiam dengan kata-kata pedasnya.
Satu pikiran yang muncul di benak Chocky sejak dulu terasa semakin mengganggu. Dia memutuskan untuk mengutarakannya sekarang, selagi dia memiliki kesempatan untuk bicara dengan Kevin tanpa kehadiran Rose.
"Apa kamu takut Suga bakal ninggalin Tatat kayak aku sama Rose?"
Kevin menelan ludahnya, dia balas menatap Chocky yang sedang menatapnya.
"Dalam hal lidah tajam, Suga agak mirip denganku. Sifat slengekannya juga. Kamu takut hubungan Tatat sama Suga akan berakhir kayak hubunganku sama Rose?"
Tidak ada sahutan dari Kevin. Pria empat puluhan itu hanya tersenyum tipis. Tapi Chocky tahu, tebakannya tepat sasaran. Itu adalah ketakutan yang tidak pernah diucapkan Kevin, bahkan mungkin pada Rose. Satu alasan lain yang membuat Kevin enggan menyetujui hubungan Tiana dan Suga selain karena faktor sikap, sifat dan pembawaan Suga.
"Kevin, aku gak bisa jamin apapun. Apalagi masa depan Tatat. Kamu tetap ayah biologisnya yang berhak ngatur. Tapi ingat Kev, dia juga sudah dewasa. Usianya akan menjadi 24 tahun beberapa bulan lagi. Dia berhak atas dirinya sendiri. Aku tahu kamu khawatir. Tapi aku yakin Suga lebih baik dariku dalam ngatur emosi, dan Tatat...Rose pasti belajar dari kejadian masa lalu dan membesarkan Nita dan Tatat dengan lebih baik, menghalangi agak kedua anak itu tidak mengalami hal yang serupa seperti kami nantinya ketika sudah berumah tangga."
Kevin menghela nafas dalam. Kalimat Chocky terdengar berbelit tapi dia tahu apa maksud Chocky.
"Kalau kamu masih takut, luangkan waktumu untuk lebih mengenal Suga. Sama seperti aku meluangkan waktu untuk lebih mengenal Okie."
End
Note : Part ini dipost siang gak papa deh kayaknya, tidak mengandung kata2 kasar. Cuma obrolan dua bapak2 kebanyakan gaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy and Me (Complete)
RandomGue punya daddy yang syukur alhamdulillah ganteng, kekinian dan cakep. Tapi sayangnya, dia orangnya nyebelin dan overprotektif banget pas gue pacaran sama Suga. Rate : PG-17 Warning : Banyak kata kasar! Note : Ini bukan yadong, tapi karena mungkin n...
