6. Double Date

246 8 6
                                        

"Gercep juga lo No," komentar gue pas kami udah di luar rumah. Kami jalan ke arah mobil Mino yang diparkir di garasi.

Mino ketawa, dia baru nyahutin omongan gue pas kita masuk mobil, "Iyalah, sebenernya sih gue emang udah ada acara sama Irene. Tapi papi nyuruh gue di rumah, terus gue bilang kalo gue ada urusan penting, nah kebetulan ada lo, pas banget lo ngajak kabur. Jadi kan papi gak bisa ngapa - ngapain kalo gue ajak lo."

"Daddy juga luluh kalo gue sama lo."

Kami tertawa.

Dasar anak - anak durhaka emang ya.

Gak pantes ditiru.

Jangan ditiru!

"Jadi lo mau kemana?" tanya gue sambil noleh ke arah Mino yang sekarang udah nyetir mobil ke arah jalan keluar perumahan.

"Nonton aja sih. Gimana? Lo ikut kita apa misah?"

"Ikut aja deh, biar gampang."

"Ini Suga dijemput apa nyamperin?"

"Bentar gue telepon dia dulu, takutnya dia tidur kan percuma. Bisa jadi baygon gue ntar."

"Hahaha, ngapain baygon? Sianida aja cepet."

"Arsenik sekalian."

"Kebanyakan nonton Conan lo," Mino ketawa lagi.

Nih orang bahagia banget hari ini, ketawa mulu daritadi. Biarin ah, gue fokus telepon Suga aja. Dia baru angkat telepon setelah gue nada nunggu beberapa detik.

"Halo? Ga?"

'Hmm? Apa babe?'

Sebenernya sih Suga jarang manggil babe, dan tiap dia manggil gue pake panggilan itu, gue sukses langsung senyum.

"Senyum sendiri kayak orang gila," teriak Mino, "Senyum - senyum gaje dia Ga!" teriaknya makin keras.

Sumpah!

Gue pengen bekep Mino.

'Biarin No, emang dia gak waras,' sahut Suga keras.

Anjirr.

Gak nyadar apa kalo telepon gak gue loudspeaker, mau teriak kayak orang kesetanan juga yang bisa denger cuma kuping gue, hhh malangnya kupingku.

"Bacot! Lo dimana Ga?"

'Minimarket.'

"Ngapain?"

'Ngopi.'

"Sendiri?"

'Iyalah.'

Kasian amat. Udah ngopi di minimarket, sendiri pula.

"Kita samperin lo. Double date gitu Ga, Mino sama kak Irene, gue sama lo."

'Lha bokap kalian?'

"Beres. Jadi di minimarket mana lo sekarang?"

'Indomaret deket rumah.'

"Ok, tunggu disana."

'Kalian jemput?'

"Iya."

'Ya jemput di rumah aja kalo gitu, ini biar gue mulangin motor sekalian.'

"Ok."

Gue langsung tutup telepon, "Jemput dia di rumah," lapor gue sama Mino.

"Ok, jemput Irene dulu tapi ya."

"Ok."

"Diskon Galaxy gue jangan lupa."

"Ya kan kita gak ketahuan."

Daddy and Me (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang