Jisoo terbangun dari tidurnya. Tak ada siapa-siapa disampingnya. Apakah ia bermimpi? Bermimpi jika jeon ada disampingnya?
"Selamat pagi kim jisoo" seseorang masuk kedalam kamar jisoo sambil membawa susu hangat ditangannya. Jisoo terkejut. Ia bangkit dan memeluk lututnya menatap takut seseorang itu.
Lelaki itu duduk ditepi kasur memandanginya dengan senyuman diwajahnya, "Kenapa? Aku baik-baik saja" katanya.
"Jeon?" bisik jisoo tak percaya.
"Kau sudah besar kim jisoo. Bibirmu membuatku jatuh" katanya membuat jisoo menutup wajahnya dengan cepat. Pipinya memerah sekarang.
'Jadi, semalam bukan mimpi? Itu nyata? Oh tidak.. Aku malu sekarang'
"Tidak usah malu. Kemarilah, aku akan memberikan kecupan selamat pagi padamu" jeon melebarkan tangannya. Jisoo menggeleng dibalik tutupan wajahnya. "Kim jisoo~" jisoo kalah. Ia membuka wajahnya dan mendekati jeon secara perlahan. Jeon tersenyum.
"Jeonggukie" jisoo memeluk jeon, "Kau kah ini?" jisoo melepas pelukan masih tak percaya. Jeon mengangguk menyelipkan rambut jisoo kebelakang telinganya. "Aku tidak mimpi 'kan?"
Chup~
Jeon mengecup singkat bibir jisoo. Membuat jisoo diam kejut. "Tidak. Kau tidak mimpi" lanjutnya melingkarkan tangannya dipinggang jisoo dan menariknya kencang hingga kini tubuh jisoo berada pada tubuhnya. Manik mereka kini saling beradu.
"Kau begitu cantik saat bangun tidur" kata jeon memandang kagum jisoo. Jisoo melipat bibirnya malu.
Chup-
Jisoo memberikan kecupan singkatnya dibibir jeon.
"Berani yaa" kata jeon menggesekkan hidung mancungnya dengan hidung jisoo. Jisoo menahan senyum.
Chup-
Jeon memberikannya lagi untuk jisoo. Jisoo tersipu malu.
"Ayo kita mandi bersama" ajak jeon memangku jisoo.
Dibawanya jisoo kedalam kamar mandi. Mereka merendam diri dibak besar seukuran mereka. Mereka duduk saling berhadapan bermain air.
"Jeongguk, aku masih tak percaya kau kembali seperti dulu" kata jisoo dengan senyuman yang mengembang.
"Ini semua ulah seulgi. Ahh aku malu sekarang"
"Malu untuk apa?"
"Malu karena aku telah membuat lehernya berbekas"
Jisoo ingat, "Oh itu.." bibirnya membuat cekungan kebawah enggan menatap jeon.
Jeon memiringkan kepalanya, "Kau cemburu?"
Jisoo menatap bulat jeon, "Hmm?"
"Kau cemburu?" godanya lagi.
"Hmmm???" jisoo melipat bibir malu memalingkan pandangannya kebawah.
"Seorang wanita jika diam berarti dirinya mengatakan iya" katanya tersenyum
Jisoo menatap kejut kembali, "Hah? Apa? Aku cemburu? Tidak. Biasa saja" bohong jisoo memainkan bola kecil berwarna merah.
"Bohong."
"Bohong apa? Tidak."
"Bohong"
"Tidak."
"Bohong."
"Tidak."
"Bohong"
Jisoo mulai menatap tajam jeon. Ia memainkan bibir bawahnya. "Tidak tidak tidak tidak tidak dan tidak"
"Bohong."
"Jeongguk~ IYA AKU CEMBURU" teriak jisoo dengan nafas terengah memandang jeon dengan bibir yang dinaikkan keatas diwajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN (Complete)
Fanfiction"Inilah hari terakhir kita" ucap Jeon Jeongguk menundukan kepalanya sejenak tak ingin melihat senyuman diwajah Jisoo memudar. ---- Penasaran?? Yok baca..
