⚠, Perhatian !!!
Reader yang budiaman, sekarang kamu akan membaca bagian terakhir dari cerita ini...
Soo pastikan kamu sudah memberikan taburan bintang pada setiap part cerita ini★★★★★🙏
Karena PEMBACA YANG BIJAK SELALU MENINGGALKAN JEJAK.
😍😍😍😍
Hatur Nuhun Tengkiyu😘😘😘😘
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Kok kalian udah pulang jam segini?" Santi melihat jam di dinding rumah nya yang menunjukan jam 21:30. "pesta nya sudah bubar?" tanya Santi lagi yang heran ketika melihat Uci dan Dika berdiri di depan pintu rumah yang baru saja di buka nya.
"Saya boleh minta waktu om dan tante sebentar?, ada hal yang mau kami omongin dengan om dan tante" pinta Dika dengan sopan.
Santi memindai ekspresi Dika dan Uci penuh selidik. "Kalian Duduk dulu!, tante panggilkan papi di kamar".
Setelah beberapa menit kemudian, pak Rubi datang ke ruang tamu dikuti Santi dengan membawa tiga cangkir kopi.
"Kalian mao ngomong apa?". Tanya pak Rubi yang mulai duduk di sofa depan Uci dan Dika.
"Saya mau izin melamar Uci pada om dan tante" ujar Dika sedikit bergetar.
Santi dan pak Rubi melongo, menatap heran pada Uci dan Dika yang sedang berpegangan tangan di depan mereka.
"Kamu mau kasi makan anak om pakai apa?" tanya pak Rubi menatap sinis pada Dika. "Kalian itu masih kecil, sekolah dulu yang benar, baru mikirkan nikah".
"Insyaallah saya akan bertanggung jawab untuk menjaga dan menafkahi Uci om. Saya mendapat beasiswa ke singapur, saya ingin membawa Uci bersama saya". Jelas Dika
"Uci ga mau pisah dengan kak Dika pi, Uci ga mau jauh-jauh dari kak Dika, uci mau sama-sama terus" tambah Uci.
"Mami sih setuju aja kalian menikah, mami juga pengen cepat-cepat gendong cucu" celetuk Santi sambil melirik suami nya.
Dika dan Uci kompak tersenyum lega.
"Tidak bisa, Uci harus sekolah dulu, masa depan kalian masih panjang. Kalau cuma alasan tidak mau pisah, nanti Uci bisa kuliah ke singapur juga. Dan Kata pak Herman nilai UN Uci cukup bagus jadi tidak masalah jika harus kuliah keluar negri" Putus pak Rubi.
Dika tersenyum lega. "Baik om, saya mengerti, saya janji akan menjaga Uci selama di singapur"
"Uci mau kuliah setelah setelah nikah dengan kak Dika pi!" pinta Uci sambil menatap kecewa ke arah Dika.
"Kalian itu masih muda, kenapa harus buru-buru menikah" santai pak Rubi sambil menyeruput kopi nya.
Uci melepaskan pegangan tangan Dika, kemudian berdiri. "Uci sekarang sedang hamil, jadi Uci harus segera menikah dengan kak Dika" tegas Uci.
Semua mata menatap ke arah Uci, pak Rubi langsung meletakkan cangkir kopi nya dengan kasar . "Apa yang kamu perbuat pada anak saya?" bentak pak Rubi pada Dika yang sedang melihat Uci heran.
Dika menarik tangan uci untuk kembali duduk disamping nya. Tapi Uci menepis tangan Dika.
"Ci... Duduk dulu!!!" perintah Dika serius.
Uci kembali duduk. "Pokoknya Uci ga akan kuliah kalau tidak dinikahkan dengan kak Dika" lirih Uci yang tertunduk pasrah.
Dika kembali menggenggam tangan Uci. "Uci tidak sedang hamil om, saya masih memegang janji saya pada om untuk menjaga Uci. Sekarang saya mohon pada om untuk ngizinin saya untuk terus menjaga Uci, tapi sebagi istri saya".
"Ayolah pi, percaya pada pilihan Uci. Restui kami!" rengek Uci
"Baik lah, nanti kamu bawa orang tua mu ke sini dan jangan coba-coba untuk mempermainkan anak om" ancam pak Rubi ke Dika, kemudian langsung beranjak masuk ke kamar nya dan diikuti Santi istri nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Whatsapp Aku (End)
Ficção Adolescente(Beberapa part diprivasi ya syhantik syhakep, soo follow akun eike dulu sebelum membaca!) COOLBOY.. Geng kumpulan Cowok-cowok populer, yang selalu ingin jadi nomor satu di sekolah nya, binatang kelas, dan tim bully yang ditakuti hampir semua siswa...
