Saat ini ilo tengah bersiap-siap di arena untuk melakukan balap. Dan yg membuatnya terkejut adalah ternyata lawannya aby menggantikan roby yg ternyata sepupunya.
Ilo pun berpikir, shania sedang menunggu aby direstoran yg diberitahukan shania padanya. Tapi kenapa aby bisa ada disini, bagaiman dengan shania? Diapun turun dari motornya dan menghampiri aby.
"By.. " panggilnya.
Namun aby hanya diam menatapnya, ilo tidak tahu kenapa sejak awal bertemu dengan aby, aby selalu sinis padanya.
"Kenapa lo bisa ada disini? " tanya ilo.
"Emangnya kenapa?... lo gak berani lawan gue? " ucap aby dengan sinis.
"Gue gak takut lawan loe... tapi bukannya lo ada janji dengan shania. Dia nunggu loe kan di cafe"
"Itu bukan urusan loe. Biar aja shania nunggu disana dia gak bakalan ilang"
"Tapikan.... "
"Udahhh... kalau loe khawatir dengannya loe samperin gih. Dan tinggalkan aja permainan ini dengan sebagai pemenangnya gue. Bereskann" ucap aby memotong ucapan ilo.
"Loe... sebenarnya Cinta gak sihh dengan shania? " tanya ilo.
"Kenapa?... Ohh kalau gue bilang gue gak Cinta dengan shania truss loe nyuruh gue untuk mutusin dia. Itu jadi kesempatan loe untuk dapetin shania. " ucap aby, diapun turun dari motornya dan mendekati ilo.
"Gue.. gak akan pernah biarin loe dapetin shania .Gak akan pernah" bisik aby padanya.
"Sebenarnya loe kenapa sihh... sejak awal kita ketemu loe seperti gak suka dengan gue. Apa karna gue deket dengan shania?.. tapi itu wajarkan kami sudah sahabatan dari kecil" ucap ilo dengan kesal.
"Loe gak tau alasannya??... yaudah gpp suatu saat nanti gue akan beritahu loe kenapa gue benci sama loe" ucap boby sambil menunjuk kewajah ilo, lalu dia melangkah kembali menaiki motornya.
"Kalau loe orang yg gak pengecut.. Ayo kita mulai sekarang!! " teriak ilo.
---
Sementara disebuah cafe terlihat shania yg sedang duduk di salah satu meja dengan hadiah di tangannya. Dia sedang menunggu aby yg tak kunjung datang. Shania menyuruhnya untuk datang pukul tujuh malam tapi sekarang sudah pukul setengah sembilan dan aby belum juga muncul.
Dia sebenarnya ingin pulang tapi dia takut ketika dia pulang aby malah datang.
----
Di arena balap team ilo sedang bahagia karna ilo berhasil mengalahkan aby.
"Yesss... gue gak salah jagoin loe broo. Loe emang gak terkalahkan" teriak gary dengan gembira sambil merangkul ilo. Karna uangnya telah kembali.
Ilo pun hanya tersenyum dan melihat kearah aby yg menatapnya dengan tajam. Sejak tadi ilo memutuskan untuk melawan aby.
"Gue udah bilangkan. Mending loe temuin shania dan gak usah tanding sama gue.. karna loe gak akan pernah menang lawan gue" ucap ilo sambil tersenyum. Aby pun terlihat geram karna ucapan ilo itu benar. Dia emang tidak pernah bisa mengalahkan ilo.
Karna dia sudah emosi aby pun langsung memukul ilo dengan tinjunya membuat ilo terkejut.
"Loe... mukul gue?" ucap ilo tidak terima diapun membalas pukulan aby.
Diantara teman- teman mereka hanya gary lah yg melerai dan adam sahabat aby. Sedangkan yg lainnya bersorak meneriaki jagoan mereka.
----
Kembali ke cafe dimana shania sedang duduk sambil menunduk menatap kado yg ingin diberikannya pada aby. Sekarang sudah pukul setengah sebelas tapi dia seperti enggan untuk pergi dari sana. Bahkan sudah beberapa kali pelayan mendatanginya mengatakan bahwa restoran akan segera tutup. Tapi berulang kali juga dia bilang pada pelayan untuk menunggu sebentar.
Tak berapa lama dia merasa ada seseorang yg duduk didepannya. Diapun mengangkat kepalanya dan kecewa karna bukan aby lah yg datang melainkan ilo.
"Kenapa??... kamu kecewa yaa karna yg datang bukan aby melainkan aku? " tanya ilo karna melihat ekspresi kecewa shania.
"Kok kamu ada disini? " tanya shania menundukkan kepalanya lagi.
"Tadi.. aku dapat kabar dari rumahmu mereka khawatir karna kamu belum juga pulang. Jadi karna aku tau kamu ada dimana yaa aku samperin kesini"
"Ohh gitu yaa.. "
"Kamu masih nunggu aby?"
"Kok kamu tau kalau aku masih nunggu aby? " ucap shania menatap ilo.
"Eh.. Itu kamukan masih megang kadonya dan otomatis aby belum datang kan"
Shania hanya mengangguk mendengar ucapan ilo.
Datang lagi seorang pelayan yg menghampiri mereka.
"Maaf mbak mas cafe nya mau ditutup sekarang. Anda, berdua bisa berkunjung lagi besok"
"Ohh.. baik mbak kami akan segera pergi" jawab ilo. Pelayan itupun pergi lagi. Dan ilo menatap shania yg masih tertunduk.
"Shann... kita pulang yukk. Ini sudah jam dua belas aby gak akan mungkn datang. Yukk" ajak ilo. Shania pun akhirnya mengangguk dan mereka berjalan keluar dari cafe. Sebelumnya ilo minta maaf dulu pada pelayan cafe karna sudah menghambat pekerjaan mereka.
Ilo pun memakaikan helm shania dan menyuruhnya untuk segera naik kemotor. Karna udara sangat dingin dia berinisiatif membuka jaketnya dan memakaikannya keshania. Sedangkan shania hanya menatap ilo dalam diam.
Ilo pun segera naik kemotornya dan menjalankan motornya.
Sampailah mereka di rumah shania ,karna shania belum juga bergerak dia pun turun dari motornya dan membukakan helm shania.
"Heyy.. " ujarnya sambil memegang lengan shania. Tapi tiba-tiba dia kaget karna shania memeluknya. Jantungnya pun kembali berulah berdetak dengan kencang.
"Shann.. "
"Il..... makasih yaa. Disaat aku lagi kesusahan kau selalu ada untukku. Dan disaat aku kesepian kau tiba-tiba datang seperti malaikat untuk menemaniku. Sekali lagi makasihh karna sudah mau jadi sahabatku" ilo pun tertegun mendengar shania mengucapkan kata sahabat.
"Hanya sahabat.. " ucap ilo dalam hati.
"Iya... Itulah gunanya sahabatkan?.. udah sekarang kamu turun dari motor dan masuk kedalam" ucap ilo sambil melepas pelukan shania.
Shania pun turun dari motor dan melihat kewajah ilo barulah dia tersadar kalau wajah ilo lebam.
"Yaampun ilo... kamu kenapa?. Kenapa wajah kamu lebam-lebam? " katanya dengan nada khawatir sambil menyentuh luka lebam yg ada disudut bibir ilo.
Kali ini detak jantung ilo lebih kencang dari pada saat dipeluk shania.
"Ohh ini... ini tadi berantem di arena" jawab ilo dengan gugup.
"Yaampun, kan aku udah bilang jangan main kesana lagi. Lihat wajah kamu penuh lebam. Emangnya siapa yg mukul kamu?"
"Yaa... teman balap"
"Tapi... kamu yg menangkan? "
"Ya pasti lahh shann.. gak mungkin aku kalah"
"Aku juga gak yakin sihh kalau kamu kalah.... yaudah yuk kamu ikut masuk kita obati lukanya".
"Gak usah shan.. aku bisa obati sendiri kok"
"Enggak kamu harus aku obati. Anggap aja sebagai balasan karna kamu udah jemput aku" shania pun menarik ilo dengan paksa dan ilo hanya pasrah karna shania tidak akan mengijinkannya pulang sebelum lukanya diobati.
TBC
Kikikuya48
KAMU SEDANG MEMBACA
Love?? √
Fiksi PenggemarAku Cinta sama kamu.. Aku gak cinta sama kamu... Aku juga Cinta kamu....
