Setelah bermeditasi selama beberapa hari hanya kata-kata dibawah inilah yg mampu kukumpulkan, kusatukan menjadi sebuah kalimat yang sangat berantakannnnn HaHaHa..
Jadi maafkeun yaa kalau kalian bingung dengan ceritanya.
Dan kalau ada typo yg nyempil lewatin aja gaess... biasa manusiawi.
Oklah langsung saja dibaca.. 👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
ilo Pov
Aku membuka mataku dengan perlahan, semua bayangan yg berkeliaran di pikiran ku membuat kepalaku sangat sakit. Tentang bayangan masa lalu, bayangan yg menyenangkan dan tentang keluarga boby. Aku sangat menyesal melakukan semua itu. Perbuatan yg membuat boby saudara kembar aby terluka, malu dan membuat ayahnya sangat marah bahkan sampai tega membunuh keluarganya. Yaa, aby membenciku karena menganggap akulah penyebab ayahnya marah.
'Cklek'
Aku mendengar suara pintu dibuka dan ternyata adalah melody.
"Ilo kamu udah bangun"
"Hy mel.." melody menatapku bingung.
"Bagaimana, udah enakan?"
"Aku udah ingat semuanya" ucapku dengan lirih, melody pun kaget mendengarnya karena apa?
Karena setelah kami melihat kejadian ayah boby yg menembak ibunya. Aku sangat takut dan menyesal, bahkan aku jarang bermain dengan melody lagi. Aku menghabiskan waktuku hanya dirumah. Sampai saat itu, sampai saat ayah dan bunda membawaku pergi.
"Are you okay?" aku mengangguk dan menarik melody kepelukanku.
"Aku takut mel, aku takut.."
Melody membalas pelukanku dan mengusap kepalaku. Dia tahu cara menenangkan ku. Bunda akan mengusap kepala belakangku jika aku sedang merasa gelisah ataupun sedih. Seperti yg dilakukan melody saat ini.
"Bagaimana aby?"
"Dia ada diluar kok, mau aku panggilin?"
"Nggak usah biar aku aja yg kesana, lagian aku gpp kok" akupun turun dari bangsal rumah sakit ini dan keluar dari ruangan bersama melody.
Aku melihat aby yg duduk bersama shania, sinka dan gery.
"By.." panggilku diapun menoleh.
"Gue udah ingat semuanya, maaf atas kejadian dimasa lalu... gue benar-benar menyesal"
Aby diam selama beberapa detik kemudian dia berdiri dan mengajakku untuk bicara berdua saja.
Kini kami ada ditaman rumah sakit. Dan aby sedari tadi hanya diam.
"Aby... gue punya alasan kenapa gue dan dino ngelakuin itu. Apa loe mau dengar cerita gue?"
Aby pun mengangguk dan mempersilahkanku untuk bercerita.
"Loe kenal alfin kan?"
"Yaa... alfin yg sok berkuasa disekolah itu" jawab aby.
"Alfin nantang gue dan dino bermain basket. Awalnya gue gak mau tapi alfin ngejek kita berdua pengecut. Jadi dino gak terima dan maksa gue buat nerima tantangan alfin. Dan, akhirnya kami kalah sebagai hukumannya alfin nyuruh kita buat bully boby..."
Flashback On..
"Udah aku bilang kan? kita seharusnya gak nerima tantangan alfin. Kau tahukan alfin bagaimana?" ucap ilo yg kesal pada Dino.
"Yaa maaf il, aku kan gak mau dibilang pengecut" ucap dino.
Ilo dan dino melihat boby yg ada dikelas sambil memakan bekalnya. Boby adalah saudara kembar aby yg punya penyakit mental. Mereka pun menghampiri boby.
"Hai bob.." sapa dino. Boby menatap ilo dan dino sekilas dan menundukkan kepalanya sambil membenarkan kacamatanya.
"Aby mana?" tanya ilo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love?? √
Fiksi PenggemarAku Cinta sama kamu.. Aku gak cinta sama kamu... Aku juga Cinta kamu....
