The 8 (Seo Myungho)

213 21 0
                                        

When I take one step closer. The flower path grows thorns. Then you reach out to save me

Aku memperhatikan seorang laki laki yang setiap hari terlihat di daerah sekitar apartemenku. Dia selalu berjalan sendirian sambil menundukkan kepalanya.

Ini sudah 1 tahun sejak aku memperhatikannya pertama kali saat musim semi tiba. Dia hampir tak pernah mengangkat kepalanya. Apa hidupnya sesulit itu? Padahal saat itu, bunga bermekaran begitu indah.

Setelah sekian lama aku menahan rasa penasaranku akhirnya aku memberanikan diri untuk menyapanya dengan caraku.

"Ambillah!" Aku menyodorkan sekaleng cola dingin yang aku punya padanya.

"Untuk apa?" Dia masih menunduk tak menatapku sedikitpun dan menolak cola pemberianku.

"Kau terlihat sedikit tidak bersemengat semenjak aku pertama kali melihatmu"

"Kapan kau melihatku?" Tanyanya

"Hmmmm.. sekitar 1 tahun yang lalu" jawabku enteng.

Mendengar jawabanku seketika kepalanya terangkat menatapku. Dan aku hanya memasang ekspresi bingung.

"Kau? Kenapa?" Tanyanya bingung.

"Apanya?"

"Kenapa kau memperhatikanku?"

"Karna kau menarik perhatianku"

Dia menatapku dengan tatapan tak percaya. Dan aku hanya tersenyum padanya.

"Sudah ya, aku ada urusan. Ini minumlah. Ini akan menaikkan moodmu!" Aku menggapai tangannya dan memberikan cola yang dari tadi tidak ia sentuh. Lalu aku segera berlari kecil menjauh darinya.

.

Sebulan berlalu kami menjadi berteman lebih dekat. Meskipun sudah berteman, tapi dia hanya berubah sedikit. Dia tidak menatap bawah terus, namun cara berbicaranya padaku masih tetap seperti kami pertama bertemu.

"kau mau?" tanyanya yang tiba tiba muncul entah dari mana sambil menyodorkan cola.

"tentu saja" aku tersenyum menerimanya. Ini pertama kalinya dia yang memberikanku cola. Biasanya aku terus.

"kau tampak lesu hari ini"

"aku sedang banyak masalah.. Tapi aku baik baik saja"

"kau tidak baik baik saja"

Aku menoleh ke arahnya.. Menatapnya.

"kurasa sedikit"

"mau bermain?"

"bermain? Di pinggir sungai seperti ini? Kau mau kita terpeleset lalu jatuh ke dalam sungai?"

"aigoo.. Jangan berpikir negatif.. Ayo kita cari sesuatu dulu" katanya sambil mengusap kepalaku.

Aku hanya tersenyum dan mengikutinya dari belakang. Terkadang dia sangat manis.

Aku yang sibuk berkutat dengan pikiranku tiba tiba terhenti karnanya.

"apa yang kau pikirkan?"

"tidak ada" jawabku bohong

"kalau begitu, pikirkan kau mau rasa apa. Vanilla wafflenya 1!"

"ah.." jadi dia mencari ini..

"aku strawberry waffle!" sahutku antusias. Dan dia hanya menatapku sambil tersenyum.

Setelah mendapatkan waffle yang sudah di pesan, aku hanya mengikuti terus dibelakangnya. Akhir akhir ini aku memang banyak masalah dan dengan bersamanya aku bisa menjadi sedikit lebih baik.

Al1Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang