Hari ini adalah malam minggu...
Handphone Amanda berbunyi. Nama Andra yang muncul.
"Iya. Kenapa, Ndra?" tanya Amanda mengawali pembicaraan di telepon.
"Jalan, yuk." ajak Andra.
"Hmm..boleh juga tuh. Kemana?"
"Ke Mall aja deh."
"Okedeh, tapi lo jemput gue kan?"
"Iya, bawel."
Amanda mendengus, "Kok bawel? Kan lo yang ajak, jadi lo yang jemput gue."
"Iya iya. Tenang aja gue jemput lo. Jam 7, ya."
"Okesip."
Tut...Tut...Tut..
Jam 7 malam...
Tin..tin..tin.. Mobil Andra telah sampai di depan rumah Amanda.
Amanda menuruni tangga dan langsung pergi menuju mobil Andra.
Malam ini Amanda memakai atasan berwarna putih dan bawahan blue jeans.
Sedangkan Andra dengan gaya santainya memakai celana jeans hitam dengan atasan kaus PSD.
Setelah Amanda masuk ke dalam mobil, Andra langsung menancap gas meninggalkan rumah Amanda.
Di Mall...
Keadaan di sana sangat ramai oleh pengunjung.
"Ndra, kok ramai banget ya? Biasanya nggak seramai ini, ada apa ya disitu kayaknya seru banget orang-orang liat ke panggung, siapa yang lagi tampil ya?" tanya Amanda mengikuti Andra melewati kerumunan orang.
"Nggak tau, Man. Pokoknya setau gue yang tampil itu band apa gitu namanya. Gue lupa." jawab Andra dengan suara yang berteriak karena suasana makin berisik dengan omongan-omongan orang yang bercampur jadi satu.
Amanda terus mengikuti Andra yang menarik tangannya. Nggak lama kemudian, mereka berdua berhasil menemukan tempat yang agak kosong.
"Nah, kayaknya itu deh bandnya." ucap Andra sambil menunjuk ke arah anak-anak band yang baru saja keluar dari backstage.
Amanda menoleh ke arah yang ditunjukkan Andra. Ada 4 orang yang sepertinya tergabung dalam band tersebut.
Lalu Amanda berkata, "Kok kayaknya gue nggak pernah liat mereka ya? Pasti nggak terkenal, nih. Tapi kok yang datang banyak banget ya, Ndra?"
"Mana gue tau. Haha. Udahlah nonton aja. Siapa tau mereka emang bener-bener keren."
Selanjutnya, band teresebut langsung memainkan lagunya.
Amanda memperhatikan vokalis band itu. Ya, lumayan lah. Nggak jelek-jelek banget. Haha. Tapi suaranya bagus, kok.
Lalu Amanda melihat si keyboardis. Sama aja kayak si vokalis.
Lalu melihat ke si bassis. Sama juga, sih.
Lalu si gitaris, dia sedang memetik gitarnya.
Tapi kok Amanda merasa ada yang aneh ya saat melihat si gitaris. Amanda berpikir kayaknya dia pernah melihat orang ini.
Amanda terus menutar otaknya. Siapa ya orang itu?
Berpikir...Berpikir...Berpikir...
Tiba-tiba...Ah! Amanda ingat siapa orang itu.
"Andra! Lo liat gitarisnya deh. Itu kayaknya Kak Nicky, kan?" Amanda langsung bertanya ke Andra sambil menunjuk si gitaris.
Andra beralih melihat si gitaris. "Hmm, siapa? Kak Nicky? Nicky siapa? Kayaknya gue nggak kenal."
"Ya ampun masa lo lupa? Dia alumni dari sekolah kita. Sekarang dia udah kuliah, Ndra. Inget nggak? Kakak kelas paling populer di sekolah dulu." cerita Amanda penuh semangat.
"Oh iya, gue inget. Yang pernah jadian sama lo kan?" jawab Andra yang mulai ingat.
"Ih apasih. Bukan jadian, cuma deket doang woy." ucap Amanda malu.
Dulu Amanda memang pernah dekat dengan Nicky, kakak kelasnya dulu. Sekarang tanpa disengaja, Amanda bertemu dengannya lagi.
Menurut Amanda, nggak banyak yang berubah dari Nicky. Dia masih sosok Nicky yang dikenalnya dulu.
Setelah penampilan band-nya Nicky, Andra mengajak Amanda untuk pergi makan ke suatu restaurant.
"Man, makan yuk." ajak Andra.
"Tapi gue masih mau liat Kak Nicky, Ndra. Lo duluan aja, ya?"
Andra menarik tangan Amanda keluar dari barisan penonton untuk segera mengajaknya ke suatu restaurant.
"Ih. Lo jahat banget sih, Ndra. Nggak tau sahabatnya lagi senang aja." keluh Amanda dengan muka sedihnya setelah sampai di restaurant.
"Emang lo mau terus ngeliatin tuh cowok? Berharap dia dateng dan ngajak lo ngobrol?Pede banget sih lo." ejek Andra.
Amanda mencubit lengan Andra, lalu berkata; "Siapa yang ke-pede-an? Yee. Sok tau."
"Terserah lo, Man.."
Amanda melihat ke arah depan restaurant. Dari sana terlihat laki-laki yang hendak masuk ke dalam restaurant itu. Dan...laki-laki itu adalah Nicky yang diikuti oleh teman-teman band-nya.
"Andra, liat tuh. Ada Kak Nicky dateng." seru Amanda heboh.
Andra melihat ke depan restaurant. "Yaudah lah. Nggak usah seheboh itu. Dia nggak akan nyamperin lo."
"Eh tapi liat deh. Dia liat ke arah meja kita. Dia jalan ke arah meja kita." bisik Amanda tapi dengan heboh.
Makin lama dan makin lama, Nicky makin mendekati meja Amanda dan Andra. Tapi Amanda pura-pura tidak melihat sambil sedikit-sedikit melirik.
Tiba-tiba....
"Hai, Amanda."
DagDigDug...
Jantung Amanda hampir copot.[TO BE CONTINUED]
