Jam menunjukkan pukul 06.30. 30 menit lagi sekolah akan masuk.
Amanda dan Andra sekarang sedang berada di halte bis. Oh iya, seharusnya sih sekarang Andra sudah bisa membawa mobil tapi mobil Andra sekarang masih ada di bengkel.
"Panas banget, Ndra. Mobil lo kenapa sih? Perasaan lama banget ada di begkel nya. Ngambek ya dia sama lo" keluh Amanda sambil mengipaskan wajahnya dengan tangannya.
"Mobil gue ya biasalah, mogok terus. Kayaknya emang harus ganti mobil." jelas Andra yang juga kepanasan tapi pura-pura nggak kepanasan. Hihi.
Amanda tertawa. "Makanya kalau punya mobil di jaga dong. Emang lo kira mobil lo murah? Kasihan tuh orang tua lo."
"Iya, cuma bercanda kali. Emang sih, gue udah sayang banget sama mobil gue. Gue lebih sayang sama mobil gue daripada sayang sama lo, Man." ucap Andra sambil tertawa.
Amanda memonyongkan bibirnya. "Jadi lo lebih sayang sama mobil itu dibanding sama gue sahabat lo, gitu?"
Andra mengacak rambut Amanda. "Lo emang gampang banget dibooingin ya."
Bis mereka pun datang. Mereka menaiki bis itu dengan berdesak-desakan dengan orang lain. Ada orang yang ingin berangkat kerja ataupun orang yang juga ingin berangkat sekolah.
Saat di kelas...
"Gimana kemarin sama si Selena?" tanya Amanda sambil tersenyum jahil.
"Lo mah gak setia kawan. Masa lo tinggalin gue gitu aja? Terus kemarin lo janji mau bayarin. Tapi lo malah pergi." keluh Andra dengan muka melasnya.
Amanda tertawa. "Sorry. Tapi kan gue nggak tinggalin lo sendirian, kan ada Selena. Terus terus, lo pulang sama dia dong?"
"Iya." jawab Andra singkat.
"Jangan dilewatun tuh kesempatan. Dia suka sama lo." ucap Amanda sambil senyum-senyum.
"Terus?" tanya Andra, lagi-lagi singkat.
"Ya, lo harus dapetin dia. Selama ini kan lo nggak pernah pacaran. Sesekali haruslah rasain yang namanya pacaran.
"Emangnya lo udah pernah?" tanya Andra.
Amanda tertawa kecil. "Ya...belum sih. Tapi lo kan cowok, jadi lo duluan aja ngerasain pacaran itu bagaimana."
"Apa bedanya? Nggak ada bedanya tuh."
"Ih. Pokoknya lo harus jadian sama Selena. Kapan lagi, Ndra. Kapan lagiii?" ucap Amanda ngotot.
"Terus maksudnya lo mau comblangin gue sama dia gitu? Ogah. Gue bisa usaha sendiri." ucap Andra.
Amanda tersenyum lebar. "Itu lebih bagus. Jadi lo bakalan jadian sama Selena, kan?"
"Kita liat aja nanti." jawab Andra.
Tiba-tiba handphone Amanda berbunyi. Ada telepon masuk.
Nicky yang menelepon.
Dengan bersemangat Amanda mengangkatnya..
"Halo?" sapa Amanda di telepon
"Hai, Amanda." jawab Nicky.
"Ada apa ya, Kak?"
"Pulang ini kamu ada acara? Aku mau ajak kamu makan."
Amanda tersenyum senang. "Nggak ada kok, Kak."
"Oke, pulang sekolah aku tunggu di gerbang ya."
"Oke, Kak." ucap Amanda menutup perbincangan pendek di telepon ini.
