"Dari matamu, matamu ku mulai jatuh cinta...
Ku melihat, melihat ada bayangnya...
Dari mata membuatku jatuh, jatuh terus jatuh ke hati..." (Jazz - Dari Mata)
:::::
Rena mendelik kesal saat Vino menarik tangannya untuk segera ke depan kelasnya "gue bisa sendiri" sinis Rena menepis tangan Vino kasar.
Vino menggedigan bahunya acuh dan terus melajukan langkahnya tanpa mempedulikan lagi Rena.
Yap, sekarang giliran mereka memerankan peran Cinderella dan Pangeran, kalau bukan karena Vino yang mendaftarkannya mungkin sekarang dia sedang asik membaca novel kesukaannya tanpa mempedulikan acara ini.
"Hai semuanya! gue sama Rena mau sedikit tampil buat kalian, bukan drama atau semacamnya, tapi kita bakalan nunjukin dansa buat kalian" sapa Vino menjelaskan apa yang akan mereka lakukan di depan kelasnya.
Rena membulatkan matanya saat mendengar apa yang di utarakan Vino "Dansa?" gumamnya yang dapat di dengar oleh Vino.
Vino tersenyum manis kearah para siswa membuat beberapa siswa alay meleleh seketika "iya, dansa. Kan cerita Cinderella ada bagian dimana dia dan Pangerannya berdansa, dan selepas itu sepatunya terlepas satu" jelas Vino lagi membuat semua siswa mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
Rena menggeleng cepat saat Vino menatapnya seperti bertanya 'siap?' dan berbisik kearah Vino "gue gak bisa dansa."
Vino tertawa kecil dan membalas bisikan Rena "tenang aja, lo cukup ikuti gerakan gue!"
Rena mengangguk ragu dan mulai menghadapkan tubuhnya berhadapan dengan Vino, ia menghela napasnya dan mulai melakukan gerakan yang Vino lakukan.
Vino merasa ada yang berbeda dengan jantungnya, saat ia melihat sepasang bola mata coklat milik Rena, ia berusaha meredam gejolak di dadanya dengan tidak mempedulikan tatapan Rena namun, matanya memicing saat Rena tersenyum kearahnya, sedekat ini dan tanpa ada paksaan.
Dag Dig Dug Der Dor
Begitulah macamnya suara detak jantung Vino yang kini sedang menatap Rena sedekat ini tersenyum kearahnya, dia tidak bisa menyangkalnya bahwa gadis di hadapannya ini sangat manis, hanya saja tertutupi oleh kejutekannya selama ini.
"Biasa aja ngeliatinnya" bisik Rena pelan.
Vino tersenyum mendengar penuturan Rena yang menurutnya sangat lucu "lo manis" balas Vino yang membuat Rena menegang seketika.
"Gak usah gombal lo" timpal Rena yang berusaha menetralkan detak jantungnya.
Semua siswa di dalam kelas bertepuk tangan tak terkecuali Bu Dini, mereka terpukau akan penampilan Rena dan Vino yang sangat menjiwai perannya.
Bu Dini berdiri di samping Vino dan Rena sambil memperlihatkan senyumnya "ibu putuskan kalian yang akan jadi perwakilan kelas ini menjadi Cinderella dan Pangeran" ungkapnya seraya bertepuk tangan yang diikuti oleh seluruh siswa.
Vino tersenyum menang, sementara Rena hanya bisa tersenyum paksa, ia benar-benar sangat kesal dengan Vino yang sudah mendaptarkannya dan sekarang dia juga terpilih menjadi perwakilan kelasnya bersama Vino.
'Ya Allah berikan hambamu ini kesabaran' batinnya menahan amarah.
Vino dan Rena kembali ke bangkunya dan mulai mendengarkan bu Dini "untuk peran tambahan Ibu tiri Dea, kakak-kakaknya cinderella Ani dan Susan, ibu dan ayah pangeran Toro dan Mika___"
KAMU SEDANG MEMBACA
TATA
Teen FictionKalau aku bisa memutar kembali waktu, aku ingin melakukan apapun yang ibu katakan padaku. Aku minta maaf atas segala kesalahan dan ke egoisan yang selalu aku utamakan. "Lo gak boleh ninggalin mereka gitu aja, gue tahu mereka pasti masih sayang sama...
