Bab 18 (Pencarian..)

6.4K 167 3
                                        

Peter Pov.

"Hei heii.. Irisanmu terlalu tebal.."

Aarrghhh!

Entah sudah berapa kali Tn.Mike protes atas setiap tindakan yang ku lakukan di dalam dapur ini!!

Ya. Aku harus menjalani hukumanku.

Memasakan sarapan untuknya.

Menyebalkan!!

"Begini?.."

"Aisshh, apa kau tidak tau mengirisnya dengan tipis.." Oceh Tn.Mike

"Ya.. Bagaimana lagi.. Aku tidak begitu pintar untuk mem.."

"Sudahlah, biar aku yang memotong daun bawang itu. Kemari, dan kocok telur ini saja." Pinta Tn.Mike

Lalu kami pun salig bertukar tempat.

"Sial. Elena.. Tunggu saja pembalasanku.." Umpatku dalam hati.

"Hei hei peter! Kocok perlahan!.."

Seruan Tn.Mike membuatku seolah sadar..

Bahwa aku sedang mengocok telur!!

Aaarrghh!..

Pffftt..

Aku berbalik dengan cepat begitu mendengar suara cekikikan dari belakng.

Dan ternyata itu suara Elena, yang sedang menahan tawa sambil menatapku di ambang pintu masuk dapur.

"Puas?!." ucapku sambil menatapnya datar.

Bhahahahahaha

Dasar menyebalkan. Dia malah tertawa semakin keras kemudian berjalan ke arahku.

"Aduuhh.. Perutku sampai sakit tertawa.." ujarnya sambil memegangi perutnya, tapi tawanya tidak mereda sama sekali_-

"Kalau begitu tertawa saja terus.."

Sindirku, sumpah aku kesal sekali padanya.

"Bagaimana? Memasak tidak semudah itu kan?."

A-apa?..

Aku menoleh menatapnya yang kini menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum miring menatapku.

"Apa kau sedang.. Membela dirimu?.." kataku sambil menatapnya tajam, kemudian berjalan mendekatinya.

"Tidak.. Aku hanya bertanya."

Sial.
Dia malah memasang wajah seperti menantangku?

"Oh begitu.."

Aku semakin berjalan mendekatinya, tapi bukannya gentar..

Elena malah ikut berjalan ke arahku! Baiklah, dia sungguh ingin menantangku sekarang.

"Kau puas melihat suami mu susah payah memasak di dapur, hah?"

"Iya. Kenapa?"

"He.. Memasak itu, adalah tugas istri, bukan suami!."

"Sesekali suami juga harus ngerasain, susahnya memasuk didapur.."

"Kau.."

Praangg..

Aku dan Elena bersamaan menoleh ke arah asal suara tersebut..
Lebih tepatnya suara panci jatuh ke lantai, hingga membuat suara seperti itu..

Dan ternyata..

"Kalian keluar dari dapur sekarang juga. Jika kalian hanya ingin bertegkar!!"

Aku menelan ludahku dengan susah payah. Sedangkan kulihat, Elena hanya tersenyum kikuk

Wedding Contract!.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang