Peter PoV.
"Baiklah terima kasih atas kerja kerasnyaa.."
Ucap para kru TV pada ku setelah kami menyelesaikan tapping suatu acara.
Aku menyunggingkan senyum pada mereka semua..
Namun saat aku terdiam..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rasa sakit itu kembali menyerangku.
Cerai..
Tidak!
Aku tidak mau kehilangannya!
Aku tidak bisa.
"Heii. Apa yang kau lakukan!.."
Hingga aku tersadar dari lamunanku saat seruan Tn.Mike terdengar..
"Tidak tidak.. Kau tidak usah repot2 merapikan rambutnya.. Dia tidak suka itu!.." Lanjutnya.
Ah. Dan aku baru tersadar..
Tadi ada salah seorang kru yang kurasa menyentuh rambutku..
Bagaimana aku bisa tidak menyadarinya?
"Kau sedang memikirkan sesuatu? Tumben kau tidak marah ada yang menyentuh rambutmu.."
Aku terkekeh pada Tn.Mike
"Tidak.. Aku hanya melamun sebentar tadi.. Hingga aku tidak sadar ada kru yang merapikan rambutku.."
Ada yang aneh saat Tn.Mike menatapku..
Entahlah. Aku rasa itu seperti tatapan iba?
"Ada apa?" tanyaku.
"Tidak.. Hanya saja, tadi ayahmu menelfonmu.. Dia memintamu untuk pulang sekarang.."
"Benarkah?."
...
Aku tak dapat mengatakan apa-apa lagi..
Kini didepan ku, ayah telah duduk dengan tegap..
Dan..
Di sisiku.
Ada Elena..
Yang kini sudah menangis tanpa henti..
Dan di hadapan kami..
Surat Cerai!
Lagi.
Luka itu terasa menyakitkan lagi dalam hatiku..
"Ayo buat semua ini menjadi cepat dan mudah.. Kalian hanya harus menandatangani surat itu kemudian selesai."
Aku menggepalkan tanganku menahan amarah dalam diriku..
Lagi-lagi aku di paksa menandatangani surat sialan itu!
Dan..
Amarahku benar-benar memuncak kala mendengar isak tangis dari Elena..
KAMU SEDANG MEMBACA
Wedding Contract!.
Novela JuvenilPeter Andreas Jordan, seorang Aktor terkenal terpaksa harus menikahi wanita yang baru dikenalnya bernama Elena Vendria Hardson. Hubungan yang tak diwarnai dengan cinta dan untuk sebuah popularitas semata memaksa mereka membuat sebuah kontrak pernika...
