Bab 11 (Yeah! I Love Her!)

9.5K 249 6
                                        

Elena PoV.

Keesokan paginya..

Kubuka mataku perlahan ketika terpaan sinar matahari mulai masuk di kelopak mataku..

Memaksa mata malasku ini untuk terbuka..

Memaksa mata malasku ini untuk terbuka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku menoleh dan..

"AAAAAAAAAAAA!!!!!"

aku terkejut! Dan tentu berteriak sekeras-kerasnyaa..

Bagaimana tidak??..

Peter tepat berada di sampingku!

Apa itu artinya kami...

Ah tidak! Bajuku masih melekat sempurna di tubuhku!!

Eh? Apa yang ku fikirkan?!!

"Berisik.."

Lirih peter, yang kurasa terbangun karena Jeritan ku tadi.

Ia bahkan terlihat mengucek matanya tapi kembali tertidur.

Dasar Pemalas!!

"He! Kenapa kau tidur di ranjang?.."

Tanyaku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya perlahan.

"Memangnya salah?" Jawabnya dengan suara parau.

"Kau lupa kontrak kita?.."

Tiba-tiba peter membangkitkan tubuhnya.. Dan menatap mataku intens.

Matanya yang tadi sangat sulit terbuka, kini terbuka dengan sempurna dan sedang menatapku.

"Kau lupa, kita kesini untuk apa?"

"H-honey..moon" Jawabku Gugup.

"Lalu, apa kontrak itu masih harus berlaku sekarang?"

"Kau sendiri yang membuat kontrak itukan!"

Peter tampak terdiam sesaat.

Ia terdengar membuang nafasnya kasar.. Lalu menjawab

"Baiklah.. Baiklah.. Kalau begitu, maafkan aku.. Anggap saja semalam aku lupa!"

Ia terdengar.. Marah?
Apa dia marah padaku?

Tapi apa salahku?
Aku hanya bertanya, sesuai kenyataannya kan?

"Sudahlah.. Aku mau mandi."

Ucap peter lalu bergegas pergi meninggalkanku menuju kamar mandi.

Jujur.. Aku menatapnya dengan sedikit penyesalan.

Aku mungkin sudah menyinggung perasaannya tadi.

Maafkan aku peter!

............

Ting. Tong.

Segera ku buka pintu, dan tampaklah seorang pria dengan kemeja putih berdiri tegap di depan kamarku sambil membawa beberapa potong roti lapis ditangannya.

Wedding Contract!.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang