Di sebuah gua antah berantah, tapi bukan Labirin Monster, tampak beberapa orang dengan wajah yang tak jelas karena hanya berupa bayangan semata sedang berdiri di atas tonjolan batu-batu. Salah satu dari mereka yang tampaknya ketuanya membuka suara. "Misi kita kali ini istimewa,"
"Apa, un?" kata sebuah bayangan yang rambutnya panjang dan diikat sebagian ke atas dengan imbuhan un di akhir kalimat.
"Menginvasi Konoha," jawab sang leader singkat.
"Menginvasi Konoha? Apa itu perlu dilakukan sekarang?" tanya bayangan lainnya yang sedang memegang sebuah pedang yang sangat besar dan berduri tajam.
"Ya. Konoha sudah mencurigai gerak-gerik kita. Kita harus menghancurkan Konoha sekarang, sebelum mereka berhasil mencium rencana besar kita dan lalu menggalang kekuatan dengan desa-desa lainnya,"
"Hm, Konoha ya? Aku jadi tak sabar. Di sana ada banyak shinobi-shinobi berharga jutaan ryo," celetuk bayangan yang bercadar.
"Sayangnya bukan kau yang menerima misi ini, Kuzu, tapi Deidara dan Sasori," kata sang leader berwibawa, membuahkan geraman rendah bayangan bercadar yang dipanggil Kuzu itu. Sang leader menatap dua bayangan yang diduga kuat bernama Deidara dan Sasori. "Aku tak perduli dengan shinobi-shinobi Konoha lainnya. Terserah mau kau apakan mereka. Tapi, aku minta kalian menyerahkan mayat tiga orang ini secara utuh, yakni Uchiha Shisui, Uchiha Sasuke, dan Uzumaki Naruto,"
"Hai'k," balas dua orang itu serempak.
"Kalian bisa pergi sekarang," kata sang leader mengakhiri pertemuan.
Dengan kalimat terakhir sang leader, maka bayangan-bayangan itu pun menghilang dari dalam gua hingga tak ada yang bersisa. Dua bayangan yang tadi mendapat misi dari sang leader mulai menampakkan fisiknya secara nyata.
Sosok pertama mempunyai ciri fisik berambut pirang panjang yang sebagian diikat ponytail dengan poni menjuntai menutupi sebelah matanya yang beriris biru. Ciri fisik sosok yang kedua berambut merah darah cepak dan berwajah seperti remaja tujuh belasan tahun. Keduanya tengah duduk di atas batu kali berwarna hitam yang saling berdampingan di dekat sungai kecil yang mengalir jernih.
"Apa rencanamu, un? Kita tak mungkin menginvasi Konoha hanya berdua saja, Un." kata makhluk berambut kuning dengan ikat kepala dari desa Iwagakure.
"Kita bisa memanfaatkan Otogakure dan Sunagakure. Kedua desa itu memiliki dendam yang sangat mendalam pada Konoha. Aku akan menghubungi mata-mataku di kedua desa itu, untuk mempengaruhi para petinggi desa agar bersedia menyerang Konoha tepat saat ujian Chuunin," usul Sasori.
"Nice idea," komentar Deidara memuji kegeniusan sang partner. "By the way, Uchiha Sasuke dan Uzumaki Naruto ini siapa ya? Sepertinya, aku belum pernah mendengar nama itu masuk dalam buku targetnya si Kuzu," celetuk Deidara.
"Dia genin dari Konohagakure," jawab Zetsu yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah.
"Uwach!" pekik Deidara terkejut. "Bisakah kau tidak muncul tiba-tiba Zetsu? Kau mau membuatku mati muda karena serangan jantung?" omel Deidara yang dibalas Zetsu dengan tatapan acuh. "Dan lagi, apa maksudmu dengan genin ini, Huh?" tambah Deidara luar biasa jengkel. Masak seorang buronan ninja rank S seperti dirinya mendapat misi membunuh dua orang genin? Harga dirinya terluka. Marwahnya sebagai teroris elit jatuh.
"Kau akan tahu seberapa penting posisi dua orang itu saat kau sudah bersua dengan mereka," ujar Zetsu memperingatkan sebelum menghilang masuk kembali ke dalam tanah, mengindahkan omelan panjang Deidara yang mungkin bisa memakan waktu sejam lamanya.
"Hm," gumam Sasori. "Aku yang akan melawan Shisui, sedangkan tugasmu mengurus dua genin itu," putus Sasori mengambil enaknya sendiri.
"What? Yang benar saja? Kenapa harus aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
NINJA NOT MAINSTREAM
AbenteuerHidup Naruto sangatlah malang. Ia memiliki seorang ayah yang ajaib. Dibilang hokage terbaik sepanjang masa oleh penduduk Konoha, ayah dan suami yang baik menurut Kushina, anti mainstream menurut Hokage ketiga, pilih kasih menurut ShikaCho. Tapi, men...
