Kutukan Uchiha dan Misi Tim 7

8K 455 59
                                        


Pria bersurai putih panjang itu bergaya —memutar-mutar rambut berubannya— sok keren diiringi alunan musik tradisional Jepang untuk memberi efek dramatis, sebelum memperkenalkan namanya. "Aku adalah petapa tampan dari gunung Myobokuzan yang digilai wanita dari segala penjuru negeri dan ditakuti musuh-musuhnya. Akulah yang bernama Jiraiya," ujarnya penuh rasa bangga.

Krik krik krik...

Sayangnya, dua genin muda itu sama sekali tidak terkesan dengan acara perkenalan Jiraiya. Keduanya malah memberi Jiraiya tatapan ill feel. 'Dasar tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi,' batin keduanya jengah dengan kegenitan si kakek tua. Sudahlah tua, mesum, genit pula.

'Jadi ini orang yang dimaksud tou-san?' batin Naruto. Tangannya bersedekap di atas dada, memandang penuh selidik Jiraiya. 'Dia kelihatan baik. Ia sepertinya tak punya maksud buruk denganku. Tapi, kenapa tou-san menyuruhku mewaspadainya?' pikirnya heran.

Sikap diam Naruto, memberi pengertian yang salah pada Sasuke. Sasuke pikir, Naruto terganggu dengan kehadiran Jiraiya. Karena itu, ia berfikir untuk mengusirnya dari jalan hidup Naruto. "Aku tak perduli kau itu siapa. Mau petapa sakti kek, mau orang hebat kek, mau ilmuan gila, kek, aku tak perduli. Tapi, jika kau berniat menyakiti Naruto, kau berhadapan denganku." Ujar Sasuke.

"Memang kau bisa apa? Dasar bocah!" gerutu Jiraiya. Dia akui, dulu sewaktu ia seusia dengan bocah itu, ia juga berangasan, berbangga hati, dan tak punya sopan santun. Meski demikian, ia masih punya rasa hormat pada orang yang lebih tua dan ia lebih bisa menjaga mulutnya dari bocah songong di depannya ini.

"Aku seorang shinobi bukan bocah. Dan, berhenti meremehkan aku," Ujar Sasuke tak terima. Hatinya panas sewaktu Jiraiya memandangnya sebelah mata. Jika bukan karena sedang menjaga image di depan Naruto, Sasuke pasti sudah mengaktifan saringannya dan menyerang Jiraiya.

"Memang kenyataannya begitu. Tak perduli, meski kau shinobi atau berasal dari klan Uchiha, yang namanya bocah tetap saja bocah." Balas Jiraiya sengit.

"K-KAU!" geram Sasuke tak terima. Oniksnya mengeras dan memandang Jiraiya dengan tatapan membunuh.

Jiraiya sendiri tak mau kalah. Ia pun membalas Sasuke dengan deathglear yang sama. Keduanya —dua makhluk lintas generasi ini— saling beradu deathglear. Keduanya sama-sama berusaha mengintimidasi satu sama lainnya hingga lawannya terkapar di medan pertarungan.

Naruto yang melihat semua itu hanya geleng-geleng kepala. Baik yang tua maupun yang muda sama gilanya. Masak, mereka bertengkar hanya karena masalah sepele? Kekanakan sekali, bukan? Walaupun begitu, Naruto tak berniat melerai keduanya. Ia memilih jadi pengawas dan wasit yang baik, daripada menengahi pertengkaran keduanya. Anggap, saja keduanya sedang melakukan penjajakan.

Untunglah, tak lama kemudian muncul makhluk bersurai perak dan memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya di tengah-tengah mereka. Makhluk yang ditengarai bernama Kakashi Hatake ini sukses menghentikan perang deathglear antara Jiraiya dan Sasuke.

"Wahhh, ternyata kalian sudah akrab rupanya. Aku jadi terharu," ujar Kakashi sambil memandang Jiraiya dan Sasuke dengan perasaan penuh haru seperti orang tua yang sedang melepas putri semata wayangnya menikah.

Kedutan samar menghiasi pelipis Sasuke dan Jiraiya. Keduanya tersinggung dibilang akrab. "Siapa yang kau maksud sensei mesum?" / "Siapa yang kau maksud bocah?" bentak Sasuke dan Jiraiya kompak dalam waktu bersamaan. Keduanya lalu sepakat untuk melempar deathglearnya pada Kakashi, membuat putra tunggal Sakumo Hatake ini merinding disko.

"Ha ha ha..., aku hanya bercanda," ujar Kakashi sambil garuk-garuk kepala salah tingkah.

Puff..., terdengar suara geli tertahan dari bibir Naruto, menyapa gendang telinga Kakashi. Kakashi melirik Naruto dari sudut ekor matanya dan lalu memberi peringatan pada murid kesayangannya agar tidak menertawainya. Tak ingin harga dirinya semakin jatuh di depan genin asuhannya yang manis-manis dan unyu-unyu —minus Sasuke—, ia pun menanggalkan sikap OOC-nya tadi dan kembali bersikap cool.

NINJA NOT MAINSTREAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang