Author Note :
Bayangin aja adegan perang Mahabharata bagi yang suka film epos india atau The Lord of The Ring yang season terakhir atau Harry Potter sekuel terakhir untuk melihat kedahsyatan perangnya cos yang versi anime kebanyakan flashback dan menurutku kurang menggelegar dahsyatnya dan mengerikannya. Rasa putus asa yang memuncak hingga rasanya tidak ada secercah cahaya pun.
Itu hanya saran author. ^_^
Maaf updatenya mundur lagi. Harusnya selama kemarin. Tapi, signal HPku sekarat. Lemot abis dan terparah hari ini, nggak ada signal koneksi sama sekali. 😑 So jadwal update minggu ini, mundur semua.
BTS
CHEKIDOT
Di salah satu sudut di medan perang, tampak seorang shinobi yang dilanda dilema berat. Shinobi ini bernama Omoi, shinobi dari Kumogakure. Ia tergabung dalam tim penyergap shinobi. Dilema yang melandanya membuat titik kegelisahannya sampai pada puncaknya.
"Huff! Saya tidak pernah membayangkan akan bertarung dalam pertempuran sebesar ini... Bagaimana kalau tiba-tiba... musuh menyergap kami dan hanya saya saja yang selamat. Mereka akan menyandra saya. Menyiksa saya. Dan, ketika mereka selesai melakukannya, mereka akan menghapus pikiranku dan menggunakanku untuk melawan Karui dan Raikage." Gumam Omoi dengan hati maghsul. Awan hitam seolah menaungi kepalanya.
"Omoi! Oy Omoi! Apa kau memperhatikan?" Tegur Kankurou selaku rekannya. Ekspresi di wajahnya menunjukkan ke-ill feel-annya. 'Astaga! Dimana-mana ada aja shinobi aneh. Tidak Konoha. Tidak Kirigakure. Sama aja. Gelo.' Pikir Kankurou tepuk jidat. 'Emang tidak ada yang bisa ngimbangi shinobi Suna. UDAH Rajin. Pintar. Bijaksana. Gemar nabung, pula.' Imbuhnya.
('_') Duh, Abang Kankurou. Gimana sih? Ngeluh-ngeluh shinobi yang lain, eh dia-nya sendiri sebelas dua belas. Narsisnya nggak u-u.
Omoi yang nggak nyadar sedang dihina dina Kankurou memasang wajah terkejut. "Apa?"
"Kita akan mendarat. Kita ada di daerah musuh sekarang. Jaga matamu." Kata Kankurou dengan baik hati memperingatkan.
"Mmm.." gumam Omoi tidak jelas. Ia memandang Kankurou penuh arti seolah rekan barunya ini merupakan reinkarnasi lampu neon yang bisa memberinya pencerahan. "Boleh saya menanyakan sesuatu?" Tanya Omoi malu-malu.
"Apa?"
"Kita kan seumuran..."
"Ya?"
"Ini pertama kalinya kau terjun ke medan perang kan?"
"Ya." Sahut Kankurou tegas. Ia tidak menganggap usahanya yang terlibat dalam proses penyerbuan Sunagakure ke Konohagakure saat ujian Chuunin sebagai ikut terjun ke medan perang. Itu anggap saja latihan. Ingat! Latihan.
"Apakah kau khawatir?"
Kankurou terdiam. Tidak ada orang normal di dunia ini yang tidak takut mati. Terlebih lagi terlibat perang dunia. Pasti perasaan takut itu ada. Sama halnya dengan Kankurou.
Saat melihat ibunya terpaksa mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan adik bungsunya, Gaara, hatinya terluka. Menyaksikan pamannya Yashamaru dipaksa mati untuk menguji Gaara sebagai senjata desa, hatinya remuk. Lalu, ia menyadari jika orang-orang di sekitarnya mati satu demi satu demi desa. Sejak itu, hatinya untuk melindungi desa terketuk. Perasaan ingin kuat untuk melindungi orang-orang yang disayanginya tumbuh sedikit demi sedikit hingga akhirnya rasa takut mati itu pudar. Tekadnya hanya satu yakni...
KAMU SEDANG MEMBACA
NINJA NOT MAINSTREAM
ПриключенияHidup Naruto sangatlah malang. Ia memiliki seorang ayah yang ajaib. Dibilang hokage terbaik sepanjang masa oleh penduduk Konoha, ayah dan suami yang baik menurut Kushina, anti mainstream menurut Hokage ketiga, pilih kasih menurut ShikaCho. Tapi, men...
