iii

12.1K 952 302
                                        

🎶 Monsta X ft. Ki Hyun & Joo Hun - Attracted Woman 🎶

Seperti apa yang sudah dijanjikan, di hari pertama Sarada sekolah dia diantar dan dijemput oleh kedua orang tuanya. Terdengar manja dan berlebihan memang jika dibanding dengan anak-anak lain yang pulang—pergi sendirian dengan berjalan kaki.

Nanti Sarada juga akan pulang—pergi jalan kaki kok, tapi nanti. Tunggu orang tuanya mengizinkan dulu.

Hah, lagi-lagi orang tua, lagi-lagi orang tua. Jika tidak benar-benar menyayangi kedua orang tuanya mungkin sejak dulu Sarada berontak. Tapi karena terlalu jatuh cinta pada kedua orang tuanya, jadilah Sarada menjadi anak penurut yang apa-apa tentang hidupnya selalu ditentukan oleh orang tuanya.

"Sarada," Anak itu menoleh ke arah pintu ketika mendengar namanya disebut.

Sarada dan teman sebangkunya yang sedang sibuk memasukan buku pelajaran ke dalam tas pun segera bangkit berdiri.

"Nami, kau duluan saja jika buru-buru," pinta Sarada pada Namida. Waktu beberapa jam di hari pertama dia sekolah benar-benar Sarada manfaatkan dengan baik untuk berkomunikasi dengan Namida. Ya, baru dengan Namida karena dengan yang lain Sarada masih takut untuk mengajak bicara.

Itu pun jika Namida mengajaknya bicara, jika Namida diam saja maka Sarada juga akan diam saja, lebih banyak mengamati isi kelas dan aktivitas anak-anak kelas yang baru pertama ini dia kenal. Bukan berarti Sarada takut atau apa, tapi sepertinya sifat pendiam Sasuke menurun pada Sarada.

"Ah tidak apa-apa, kau ke sana saja duluan, aku tunggu kau di sini." Namida yang sudah berdiri kembali duduk, menunggu Sarada yang dicari oleh salah satu anggota kelas mereka.

Sarada mengangguk dan menghampiri salah satu temannya yang menjabat sebagai ketua kelas di sini.

"Ya, Senpai?" Jawab Sarada ketika sudah berdiri di depan si ketua kelas.

Seketika alis anak yang memanggil Sarada tadi menukik tajam mendengar embel-embel "Senpai" yang Sarada gunakan padanya.

"Karena kau anak baru jadi kau belum mendapat jadwal piket harian. Jika kau mau kau bisa memilih hari apa saja kecuali hari Minggu untuk melakukan tugas piket."

Sarada melongo, meskipun wajahnya terlihat konyol dengan bibir mungilnya membentuk huruf 'O' tapi dia benar-benar paham dan mengerti maksud dari ucapan ketua kelasnya itu.

"Apa kau dengar aku bicara?"

Cepat-cepat anak itu mengangguk. "Ya, Senpai, aku mengerti." Sarada membungkuk sebagai tanda hormat. "Terima kasih, Senpai," Sambungnya.

"Jangan panggil aku Senpai. Kita sekelas tak peduli umurmu lebih muda atau lebih tua kau tak perlu memanggilku begitu karena kita sekelas. Panggil saja Mitsuki," ucap si ketua kelas sebelum berlalu meninggalkan Sarada di ambang pintu.

Lagi-lagi Sarada melongo menatap punggung Mitsuki yang berlari melalui lorong lantai dua menyusul teman-temannya yang lain untuk pulang bersama.

Mitsuki. Ketua kelasnya bernama Mitsuki. Hari ini sudah ada tiga orang yang dia ketahui namanya di kelas baru ini.

Yang pertama Namida, teman sebangkunya.

Yang kedua Wasabi, teman yang duduk di depan bangku Namida—dan bangkunya.

Yang ketiga Mitsuki, ketua kelasnya di kelas ini.

Sarada tersenyum, hari ini tiga orang, besok tiga orang, besoknya lagi tiga orang, begitu seterusnya sampai akhirnya dia mengenal semua siapa-siapa saja teman-teman satu kelasnya.

SINGLE New GenerationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang