🎶 Lee Gikwang - One 🎶
[Jangan lupa di play lagu yang ada di multimedia xD]
⚘⚘⚘
Jantungku nyaris melompat dari rongganya ketika kubuka pintu kamarku dan bunyi confetti cannon yang memekakan telinga menyambutku.
"SELAMAT ULANG TAHUN, SARADA!!"
Masih dengan jantung berdetak heboh, kusingkirkan serpihan-serpihan kertas warna warni yang mengotori puncak kepalaku.
Tubuhku nyaris terjerembab ke lantai saat Sakagami melompat dan memelukku erat-erat. "Ya Tuhan, kau sudah sangat tua sekali, Salad!! Selamat ulang tahun, kakak kesayanganku!!" Teriaknya tepat di telingaku, lalu mendaratkan ciuman berkali-kali di pipi kananku.
Cih, ludahnya jadi menempel di pipiku!!
Sialan, dia berat! Dengan segenap kekuatan ku dorong tubuhnya hingga menjauh dariku.
Pagi ini aku terbangun karena mendengar suara berisik dari luar kamarku, belum lagi gedoran pintu kamar yang tak kunjung usai, kuingat-ingat lagi hari ini adalah hari Rabu memang bukan waktunya untuk tidur sampai siang karena aku harus pergi ke firma hukum tempatku bekerja. Tapi tetap saja ini masih terlalu pagi untuk aku bangun!
Silahkan sebut aku pemalas, wahai para pengabdi lambe turah!
"Berapa usiamu pagi ini, bocah?" Wajah ngantukku menoleh pada Papa yang sudah membuka lengannya lebar-lebar untuk memelukku.
Ahh, pelukan yang paling aku sukai. Papaku sayang.
"Tiga dua," jawabanku redam di dada bidangnya.
Papa menjauhkan tubuhku kemudian menangkup wajahku dengan dua tangan besarnya. Laki-laki itu menyibak rambutku yang berantakan dan mencium kening, pipi kanan dan kiri, lalu hidungku secara bergantian. "Selamat ulang tahun. Sama seperti tahun lalu, Papa menyayangimu."
Oh Tuhan, ucapan yang sama setiap tahunnya, tapi tetap membuat air mataku menggenang. Kupeluk lagi tubuh jangkung di hadapanku erat-erat. "Terima kasih, Papa. Aku juga sayang Papa,"
"Sarada, rasanya Mama ingin sekali membalik angka yang ada di atas kue ini." Pelukanku terlepas ketika mendengar suara Mama di balik tubuh Papa.
Mama membawa sebuah kue ulang tahun dengan lilin—menyala—angka 3 dan 2 di atasnya. Aku terkekeh dan memejamkan mata, merapal harapan-harapanku kepada Tuhan lalu meniup tanpa ragu kedua lilin yang sudah dibakar tersebut.
Tidak disangka waktu cepat sekali berlalu, sudah tiga puluh dua tahun dan selalu bahagia, benar-benar hidup yang luar biasa.
Aku bermaksud mencium Mama, tapi belum sempat bibirku mendarat di pipinya, wanita cantik ini sudah melayangkan sebuah pertanyaan yang menusuk telinga. "Jadi kapan menikahnya?" Saat itu pula senyumku luntur. Entah sudah berapa banyak kali ditodong pertanyaan yang selalu sama dan selalu diulang-ulang oleh Mama.
Astagaaa, aku bosan Mama!!!
"Aku ulang tahun, lho, Ma. Setidaknya beri aku ucapan selamat ulang tahun dulu," ucapku kesal. Entah sejak kapan aku dan Mama jadi berubah seperti musuh, walaupun demikian kami tetap menyayangi satu sama lain dengan cara kami sendiri. Dia selalu membombardir aku dengan permintaan dan pertanyaan seputar menikah, padahal dia tahu sendiri untuk sekedar mencari pacar saja aku tak punya waktu.
Beberapa minggu belakangan, aku selalu pulang larut sampai harus dijemput Papa karena tidak berani berkendara sendiri malam-malam, akhir pekan hanya kuhabiskan bersama keluarga, belum lagi meladeni ajakan kencan yang Sakagami tawarkan. Aku benar-benar tidak punya waktu untuk keluyuran mencari pacar!
KAMU SEDANG MEMBACA
SINGLE New Generation
Fiksi PenggemarKelanjutan hidup Sarada setelah Mama Papanya bukan seorang "SINGLE" lagi. --oOo-- Sasuke x Sakura x Sarada All cast Naruto New Generation. Naruto © Masashi Kishimoto AvalerieAva 2017 present : "SINGLE New Generation".
