🎶 Dua Lipa - New Love 🎶
"Kami berangkat!" Sarada dan Boruto berteriak dari halaman rumah sebelum sepeda yang dikendarai oleh Boruto melaju meninggalkan halaman.
Sejak Sarada dan Boruto pergi ke sekolah naik sepeda tugas Sasuke jadi agak ringan, dia tidak perlu bolak-balik dan menghabiskan banyak solar untuk mengantar dua remaja itu ke sekolah kemudian berangkat menuju café.
Walaupun di awal-awal berangkat dengan sepeda membuat kontroversi tapi setidaknya kontroversi itu kini sudah dapat teratasi. Sempat beberapa kali Sarada dan Boruto membolos ke sekolah, mereka berdua pergi sendiri ke taman bermain atau ke pusat perbelanjaan padahal setau orang tuanya mereka berangkat ke sekolah menggunakan sepeda.
Sedikit banyak Sarada mulai tertular kebiasaan buruk Boruto. Anak gadis Sasuke Uchiha itu mulai pandai membantah dan menurut Sasuke itu hal wajar karena tak selamanya Sarada menjadi anak kecil yang selalu menurut tanpa berani mendebat.
"Sarada, pulang sekolah nanti kau naik kereta atau bus dengan teman-temanmu saja ya?"
"Huh, memangnya kenapa?"
"Aku ada urusan sedikit," jawab Boruto sambil terus mengayuh sepedanya.
"Urusan apa? Kenapa sekarang jadi banyak sekali urusanmu? Sebentar lagi ujian kelulusan lhoo," komentar Sarada dengan suara sedikit keras agar suaranya tak kalah dengan deru kendaraan.
"Aku ingin pinjam buku pada kakak kelas. Buku soal-soal ujian, hehe."
Sarada mengerutkan kening. Tanpa curiga gadis itu hanya mengiyakan saja permintaan Boruto.
***
"Kau tidak pulang dengan Boruto-niisan?"
Sarada yang semula duduk gelisah menunggu bus datang terpaksa menoleh kepada seseorang yang mengajaknya bicara.
Mitsuki.
Gadis itu menggeleng dengan bibir mengerucut. "Dia ada urusan, meminjam buku. Kenapa kau masih di sini?" Selidik Sarada.
"Hari ini jadwal piketku."
"Ohh...,"
Setelah itu Sarada kembali menoleh pada arah datangnya bus, menanti-nantikan kendaraan umum itu dengan kesabaran yang mulai menipis.
"Pulang denganku saja. Naik kereta."
Sarada menggeleng menjawab ajakan Mitsuki.
"Bus masih lama sekali datangnya. Lebih baik naik kereta, lalu turun di stasiun dekat café Papamu."
"Kau pulang saja. Aku akan menunggu bus datang, lagi pula hari ini aku tidak ada niat untuk mengunjungi café Papa," jawab Sarada ketus, kelihatan sekali dia merasa terganggu dengan ajakan Mitsuki.
"Ya sudah." Dan bocah laki-laki itu pun akhirnya pergi, meninggalkan Sarada sendirian bersama anak-anak yang tak dikenal olehnya yang juga sedang menunggu bus datang.
Setidaknya aku tidak menunggu seorang diri. Begitu pikir Sarada.
Lelah berdiri Sarada memilih untuk duduk di bangku yang masih kosong, baru beberapa saat dia duduk, tubuhnya terlonjak karena melihat Boruto keluar dari halaman sekolah dengan anak perempuan--yang entah siapa Sarada tak tahu namanya—duduk dibangku belakang yang biasa dipakai Sarada duduk setiap kali Boruto memboncengnya. Yang Sarada tahu anak perempuan itu berasal dari siswa gedung sebelah—seniornya—melihat dari seragam yang dipakai oleh perempuan itu.
"Boruto-niisan!!" Sarada berteriak memanggil Boruto yang melajukan sepedanya menuju ke arah yang berlawanan dengan tempatnya berdiri. Tapi Boruto sama sekali tak menoleh bahkan tak mendengar panggilan Sarada.
KAMU SEDANG MEMBACA
SINGLE New Generation
Fiksi PenggemarKelanjutan hidup Sarada setelah Mama Papanya bukan seorang "SINGLE" lagi. --oOo-- Sasuke x Sakura x Sarada All cast Naruto New Generation. Naruto © Masashi Kishimoto AvalerieAva 2017 present : "SINGLE New Generation".
