🎶 The Vamps ft. Demi Lovato - Somebody To You 🎶
Beberapa minggu kemudian...
Sakura sibuk meringkas piring bekas sarapan paginya dengan Sarada, pagi ini Sarada kembali masuk sekolah setelah menghabiskan libur akhir semesternya.
Pagi ini anak itu akan resmi duduk di kelas 4 sekolah dasar, rasanya cepat sekali waktu berlalu jika dijalani tanpa menggerutu dan bahagia.
"Salad itu nanti saja! Pakai sepatumu di dalam mobil!" Sakura menjerit pada Sarada yang terlihat hendak memasang kaos kakinya. Wanita itu kelimpungan masuk ke dalam kamarnya yang bahkan belum sempat dia rapikan. Seprai dan selimut masih berantakan, gorden belum dia buka bahkan lampu tidur pun masih menyala.
Jika saja semalam dia tidak terlambat tidur mungkin pagi ini dia tidak akan terlambat bangun. Semalam dia terlalu sibuk chatting dengan suami tercintanya yang saat ini sedang berada di Tokyo. Entah sampai pukul berapa Sakura berkutat dengan ponselnya tapi yang jelas dia hanya tidur sebentar dan bangun dengan kepala yang sakit luar biasa karena kurang tidur.
Sakura menyambar tas jinjingnya yang ada di kursi rias, sekali lagi dia mematut wajahnya di cermin meja rias dan bergumam, "Ugh, kau sungguh mengenaskan Sakura."
Kantung mata bengkak dan hitam, hidungnya memerah sudah cukup memperjelek tampilan Sakura pagi ini.
"Mama, ayo! Aku bisa terlambat!" Suara jeritan Sarada membuat Sakura kembali berlari keluar dari kamarnya.
"Ya, ayo." Sakura berjalan cepat setelah memasang flatshoes-nya. Wanita itu tergesa mengekori Sarada yang sudah duduk di kursi penumpang sebelah kemudi.
Tiga puluh menit lagi bel sekolah berbunyi, dipastikan Sarada akan terlambat jika tidak berangkat sekarang. Sakura memutar kunci, menyalakan mobil Sasuke. Menunggu sejenak sampai mesinnya panas barulah wanita itu menjalankan kendaraan besinya menuju sekolah Sarada.
Sementara Sakura menyapa tetangga-tetangga yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Sarada pun ikut sibuk memasang kaos kaki dan sepatunya.
"Ma, nanti Mama yang menjemputku kan?" Sarada bertanya setelah selesai memasang sepatu dan memakai sabuk pengaman. "Mama sudah janji lho mau mengajakku makan di rumah Kakek dan Nenek," sambungnya lagi.
"Iya. Mama tidak lupa." Sakura menjawab tanpa menoleh, matanya masih sibuk memandangi jalanan yang mulai padat karena jam bergerak semakin siang.
"Jangan terlambat ya Ma. Aku sudah rindu lagi pada Kakek," ujar Sarada manja.
"Iya."
"Sayang sekali Papa tidak ikut," Sarada mulai mengeluh.
"Sudahlah Salad, biasanya Papa juga jarang ikut ke rumah Kakek dan Nenek karena memang pekerjaannya tidak bisa ditinggal."
"Kapan Papa berhenti kerja? Aku kan ingin ditemani Papa setiap hari."
Sakura melirik Sarada sinis, kadang anaknya ini benar-benar membuatnya gemas. Tepat saat dia hendak menjawab bunyi benturan membuatnya mendadak menginjak rem kuat-kuat.
Mata Sakura dan Sarada sama-sama melotot, bagian depan mobil yang mereka tumpangi tanpa sengaja menabrak mobil yang ada di depan mereka.
"Salad, jika Mama sedang mengemudi jangan bicara yang aneh-aneh! Kau mengganggu konsentrasi Mama!" Sakura mengomeli Sarada tanpa alasan yang kuat. Wanita itu menepikan mobilnya karena si pengemudi mobil di depannya—yang ternyata adalah seorang perempuan—terlihat marah dan memerintah Sakura untuk turun.
"Kau di sini saja! Jangan menambah masalah lagi!" Sakura memarahi Sarada, seolah kejadian ini adalah salah Sarada sepenuhnya.
Sakura melepas sabuk pengamannya, sebelum keluar dari mobil dia menyambar dompet yang ada di dalam tasnya mengambil selembar kartu nama.
KAMU SEDANG MEMBACA
SINGLE New Generation
FanfictionKelanjutan hidup Sarada setelah Mama Papanya bukan seorang "SINGLE" lagi. --oOo-- Sasuke x Sakura x Sarada All cast Naruto New Generation. Naruto © Masashi Kishimoto AvalerieAva 2017 present : "SINGLE New Generation".
