Agra lalu bergegas menuju tempat duduknya.Ia duduk di tempat duduknya,seketika ia melihat ke arah tempat Sita duduk.
"Aku ngga bisa membencimu, Sit," batinnya menimpali."Kamu kenapa nggak bilang yang sebenarnya aja sih, Sit?" bisik Rita.
Sita menghela napas,ia pun hanya terdiam dengan perkataan Rita.
Sita perlahan menatap ke arah Rita."Biarin aja,semua salah aku kok dari awal," ujarnya kemudian.
Beberapa menit kemudian Ina datang menghampiri Sita dan Rita,ia tampak bingung dengan apa yang dibicarakan kedua temannya.
"Kalian bicarain apa sih?" tanya Ina sambil memandangi keduanya dengan heran.
Rita melirik ke arah Ina.
"Agra masak tadi dia ngatain Sita,dia berharap Sita pindah kampus...dia ngga tau apa kalo Sita yang nolongin dia!" jawab Ina dengan nada kesal."Ya, kan Agra enggak tau yang sebenarnya,Sita kamu juga kenapa sih enggak bilang sama Agra, kalo kamu yang udah nolongin dia? Apa kamu mau musuhan sama dia terus-terusan?"
Sita memikirkan perkataan Rita. Ia merenungi perkataan itu kemudian ia berpikir, "benar juga kata Rita." Tapi ia langsung membuang jauh-jauh pikiran itu
"Biarin waktu akan yang akan menjawab semuanya," ucap Sita lirih.Ia pun diam sesaat mendengar percakapan Ina dan Rita.
"Udah enggak usah di bahas," sahut Sita kemudian, tersenyum.
"Iya deh iya,doain aja cepet sadar tuh anak!"
Sita tersenyum melihat raut wajah Ina yang kesal seperti itu, apalagi pipinya terlihat seperti balon.
Jam pun menunjukkan pukul 08.00, pelajaran dimulai.
Pak Uki memasuki ruangan menghadap para mahasiswa dan langsung memberikan tugas presentasi.
"Nah Bapak akan memberikan tugas untuk presentasi yang terdiri dari dua orang, yang akan mempresentasikan tentang Gejala Sosial karena Teknologi...kelompok Bapak yang akan menentukan,saya akan bacakan," ucap Pak Uki kemudian.Ia melihat absen daftar mahasiswa lalu membacakan kelompok masing-masing.
Seketika Sita kaget, saat Pak Uki membacakan bahwa dia satu kelompok dengan Agra.
"Kok bisa aku satu kelompok sama Agra? Kan aku baru musuhan sama dia?" ucapnya lirih.
Saat itu juga Agra juga kaget ketika mendengar nama Sita dibacakan satu kelompok dengannya.
"Nah, sekarang ke kelompoknya masing-masing," suruh Pak Uki kemudian.
Mereka pun menuju ke kelompoknya masing-masing.Agra dan Sita pun tampak cangung mereka belom berdiskusi sama sekali topik apa yang akan mereka bahas untuk presentasi.
Agra pun kemudian membuka pembicaraan.
"Kenapa sih aku harus satu kelompok sama kamu? Kalo disuruh milih aku enggak mau satu kelompok sama kamu!" ucap Agra sambil melirik sinis ke arah Sita.
Sita terbawa emosi dengan perkataan Agra," Udah ini masalah kuliah,jangan di campur adukkan sama masalah pribadi,yang profesional dikit lah jadi orang!" jawab Sita kesal.
"Oke,kalo mau ngerjain ini di kampus aja...enggak usah lama-lama ngerjain nya males!" ucap Agra dongkol.
Sita menghela napas dalam-dalam mendengar perkataan Agra
"Ya Allah beri aku kesabaran.""Pak presentasi nya kapan?" tanya salah seorang mahasiswa.
"Pertemuan yang akan datang" jawab Pak Uki.
Melia tampak tidak senang melihat Agra satu kelompok dengan Sita, raut wajah nya merah membara seketika.
"Kok mereka satu kelompok sih?" ucapnya lirih.
Tia pun melihat ke arah Melia, ia pun paham kenapa raut wajah Melia menjadi kesal.
"Kamu ngga suka ya mereka satu kelompok? Yaelah santai aja, mereka enggak bakal bisa berdiskusi dengan baik, mereka kan lagi musuhan mana bisa!" jawab Tia meremehkan.
Melia mengangguk dengan tatapan sinis nya kemudian ia menepuk bahu Tia
"Bener juga ya, smart girl," ujarnya kemudian.Ina dan Rita pun melihat dari jauh Agra dan Sita bercengkarama entah apa yang mereka bicarakan.
"Semoga dengan kelompokkan ini mereka bisa baikan lagi ya, Na" ucap Rita berharap mereka segera seperti dulu menjalin persahabatan dengan baik, tidak ada rasa benci di antara mereka berdua.
"Iya,semoga aja ya..aku ngga tega lihat mereka musuhan terus."
Saat istirahat tiba, Melia menghampiri Sita,ia pun mencaci maki Sita.
"Kamu pikir kamu bisa presentasi dengan bai? Kamu kan lagi musuhan sama sahabat kamu itu!" ucap Melia sadis.
Sita tak membalas perkataan Melia,ia pun langsung pergi tanpa kata sedikit pun.
Saat itu juga Agra tak sengaja mendengar perkataan Melia."Gua bakal buktiin ke lu, gua bisa presentasi dengan baik," ucap Agra lirih.

KAMU SEDANG MEMBACA
Gara-gara Salah Paham(Terbit✔)
Teen Fiction(Proses penerbitan) Cover by @kjokkenmodinger Sita dan Agra bersahabat dari TK sampai kuliah.Tapi semua berubah saat ada yang memfitnah Sita dan Agra membenci Sita. Apakah Agra dan Sita akan bersahabat baik lagi?