Extras: Part I

151 11 6
                                        




Sudahlah sewajarnya bila pagi itu pihak Asosiasi kebingungan. Pasalnya, kabar mengenai Holy Grail War telah tersebar ke seluruh jurusan yang dipegang oleh pihak Asosiasi sendiri. Setelah perjuangan Lord El-Melloi II dalam pelucutannya ritual di timur sana, kini kejadian yang sama malah dibawa ke Inggris sendiri.

London sedang kacau akibat berita besar itu. Dan entah sudah berapa tahun semenjak Lord El-Melloi II digantikan oleh Reines. Banyak hal yang telah berubah. Selama 13 tahun, dunia sihir terus mengalami ketidakstabilan. Maju dan mundur, dan kerap kali bertentangan dengan pihak gereja sendiri.

Tentu saja terkadang menjadi kendala tersendiri untuk Reines. Ia masihlah baru dengan semua ini. Pengalaman yang ia dapatkan dari kakak angkatnya belumlah sepenuhnya dipakai ke dalam aksi yang nyata. Dan bila bukan karena magic crest yang pelan-pelan telah membaik, Reines mungkin tak akan bisa kembali ke Asosiasi dengan gelar dihormati.

Wanita itu mengajar di fakultas yang berbeda dari kakak angkatnya yang dulu. Malah, kakak angkatnya masihlah mengajar fakultas Modern Magecraft. Tentu saja tak jarang para magus meminta opini profesional dari mantan Lord El-Melloi II itu. Reines sendiri tidak ambil pusing, dan bersyukur karena tak sering menemui orang-orang yang merepotkan

Tapi, fakta mengenai ritual Holy Grail War yang dibawa ke Inggris masihlah menggemparkan pihak Asosiasi sendiri. Kredibilitas El-Melloi tentulah dipertanyakan. Karena toh, mereka yang terlebih dahulu meminta. Bukankah wajar bila orang-orang mulai mengira adanya konspirasi dibalik kejadian ini?

Di dalam sebuah kantor yang sunyi, seseorang tampak menyatu dalam kesenyapannya. Sofa paralel tersebut kosong, kecuali satu yang diduduki oleh seorang wanita bersurai pirang. Ia menunggu kakak angkatnya yang belum kunjung datang. Tentu saja, ia tidak menunggu sendirian. Seorang pelayan perempuan selalu siap sedia berdiri menunggu di sampingnya. Pelayan itu bukanlah manusia; wanita tersebut memiliki warna yang tidak natural untuk ukuran manusia. Silver mengkilat dikala cahaya menembus dari jendela. Bukankah jelas kalau sang pelayan wanita adalah sebuah mystic code?

Hanya sunyi senyap yang ada di dalam ruangan. Reines memutuskan untuk membaca salah satu buku yang dimiliki oleh kakaknya itu. Meski jelas nanti ia akan mendapat omelan, Reines tetap tak peduli dan kukuh dengan keputusan hatinya sendiri.

Buku-buku di dalam ruangan kakak angkatnya selalu menarik perhatian Reines. Beliau memiliki banyak hal yang disimpan seorang diri. Tentu saja, sebagian besar buku yang ada di sini merupakan hasil keringat mantan Lord El-Melloi II sendiri. Dan Reines tidak menyangkalnya.

Lalu, ketika Reines sudah terlanjur tenggelam ke dalam salah satu bahan bacaan, tiba-tiba telinganya menangkap bunyi derit pintu tua di samping sana. Aroma tembakau tercium ketika pintu terbuka. Instingnyapun tau siapa yang baru saja datang.

"Sungguh lama sekali kehadiranmu itu, kak."

Perempuan itu menyeletuk tepat disaat sang pria bersurai hitam menutup pintu. Reines melihat ke arah laki-laki tinggi tersebut.

"Lho? Dimana Gray?"

"Gray sedang kuberikan tugas untuk mengambil sesuatu." Pria itu mendengus, mengambil langkah menuju ke meja coklat di depan. "Lalu, ada apa denganmu yang datang tiba-tiba tanpa permisi?"

Nada bicara si tua tak terdengar menyenangkan. Layaknya pria yang tak ingin menemui musuhnya, lelaki tersebut berbicara seperti hewan yang bertahun-tahun menikmati kesendiriannya.

"Oh ayolah, kak." Cengir muncul di wajah sang wanita. "Aku hanya mengambil kesempatan berkunjung ke tempatmu. Memangnya apa yang salah dengan seorang adik yang mengunjungi kakak-nya?"

Fate/Cryptid GenesisWhere stories live. Discover now