Prologue V - Berserker (Part I)

175 6 9
                                        


Part I

Enforcer muda telah berpengalaman menangani berbagai kasus. Usianya masih belia, tetapi namanya didengar di seluruh penjara kampus. Walaupun Enforcer bukanlah pekerjaan yang dipandang oleh orang-orang kasta tinggi, tetapi kebanyakan dari mereka lebih berpengalaman dalam pertarungan sihir. Oleh karena itu kemampuan magus yang bekerja sebagai Enforcer tidak dapat diremehkan begitu saja.

Gadis itu menyukai Bazett. Sudah lama ia mengidolakan wanita berambut merah. Sebagai salah satu Enforcer wanita, hal ini dipandang luar biasa bagi beberapa orang. Kerja keras selama belasan tahun pun terbayarkan.

Kala ia menginjak 25 tahun, namanya sudah dikenal oleh banyak orang. Untuk itulah asosiasi menugaskannya untuk ikut serta dalam peperangan palsu. Ketika tiba di Exeter, matanya tak percaya betapa sepinya kota kecil tersebut. Memang banyak yang menyebutkan kalau Exeter juga cukup ramai, tapi tidak untuk kali ini. Entah fenomena aneh apa yang menyebabkan heningnya kota itu.

Menginjak lantai stasiun saja sang perempuan mengerti betul adanya efek ghaib yang tak dapat dirasakan oleh orang biasa. Namun, bila dia gegabah, bukankah nanti nyawanya yang hilang? Mau tidak mau, walaupun benci, gadis itu harus bersikap tenang dan mulai melangkah mengikuti permainan.

Setibanya ia di kota Exeter, jam sudah menunjukkan angka 4. Hari sudah sore, dan perjalanan pun telah memakan waktu yang banyak. Untung saja sang wanita sempat beristirahat sebelum keberangkatan. Dan sekarang, ia pun melangkahkan keluar dan mencari taksi. Ketika menemukannya, wanita tersebut meminta untuk segera pergi menuju hotel.

Sepanjang perjalanan, sang Enforcer muda sudah merasa seperti diikuti. Laju mobil pun tampaknya bukanlah sebuah masalah untuk si penguntit yang bersembunyi entah dimana. Kerap kali gadis itu melirik ke arah belakang, tapi tidak menemukan apa-apa. Lampu lalu lintas menyala merah, mobil taksi yang ia tumpangi pun berhenti. Diam di dalamnya, wanita tersebut menggumamkan sesuatu.

Gumaman itu terdengar pelan. Tampaknya sang supir pun tidak terganggu. Sementara itu, wanita tersebut masih melanjutkan gumamannya. Yang ia tuturkan adalah rentetan mantera lima baris yang cukup kuat. Sebagai seorang Enforcer, bukankah wajar bila ia menguasai sedikitnya lima baris mantera sihir?

Maka jarinya pun bergerak kepada kursi depan milik sang sopir. Ia menarik garis dari satu sudut ke sudut yang lainnya. Mata telanjang tak akan sanggup melihat, tetapi para magus mengerti apa yang digambarkan oleh sang Enforcer adalah sebuah pentagram. Dan ketika rentetan manteranya berhenti, maka warna pun menyala keluar dari bintang tersebut.

Auranya begitu kuat dan terpancar menyelimuti mobil. Melindunginya beserta sang sopir selama mobil terhenti.

"Tiap tahun baru seperti ini, cuacanya dingin sekali ya bu?"

Hingga tak lama suara sang sopir memanggil sang magus dari konsentrasinya. Tentu saja seketika wanita berambut coklat itu tersenyum. Sebenarnya dia tidak tau mau berkata apa. Berbeda dari sang sopir, wanita itu tak merasa kedinginan sama sekali.

"Tapi kurasa hanya kali ini saja lebih parah."

Sopir taksi kembali berbicara. Lampu berganti menjadi hijau, mobil pun melaju kembali. Melalui kaca spion tengah, ia melihat bagaimana rupa sang sopir tersenyum kepada penumpangnya.

"Memang biasanya tidak dingin?"

Wanita itu membuka mulut. Lantunan suara terdengar lembut, tapi juga tegas.

"Menurutku kondisi sekarang tidak sedingin di tempatku," ujarnya.

"Berarti ini hanya perasaanku saja, hahaha."

Fate/Cryptid GenesisWhere stories live. Discover now