Chapter 18

2.2K 243 9
                                        


Taehyung pov

Appa mendudukanku di sofa ruang tamu begitu melihat mobil Hoseok telah meninggalkan rumah.
sudah lama aku tidak disidang seperti ini,
Appa dan eomma duduk berhadapan denganku.
terakhir aku seperti ini waktu aku masih SMA dulu,kebetulan waktu itu saat aku pulang sekolah larut malam.

Sekarang aku menghadapi hal serupa,hanya saja kalau ini bukan karena pulang larut malam.
Lebih ini berkaitan dengan masa depan,calon suami.

"Appa kecewa padamu Tae"sisi sidang di awali dengan pengungkapan kecewa appa,wajar aku juga kecewa dengan diriku sendiri.
"Sekarang coba jawab.
mengapa kau tidak bilang apa-apa tentang status dan anaknya Hoseok?"

"Takut appa ngak kasih Hoseok kesempatan"
jawabku tanpa berfikir terlebih dahulu,ya karena aku sudah memutuskannya.
menjawab pertanyaan appa atau eomma tanpa banyak berfikir.
Seperti kata Hoseok,aku harus menyelesaikan masalahku sendiri.

"Kau benar,
mungkin appa tidak akan memberi kesempatan untuknya"
appa menghela nafasnya kasar,aku tidak melihat karena aku menunduk menatap kedua kaki ku yang dingin berpijak di lantai.
Aku sebenarnya sangat takut jika harus melawan appa.

"Tapi,
itu bukan berarti bisa kau jadikan alasan untuk berbohong"

"Tae nggak bohong"sahutku cepat sembari mengangkat kepala,meski sempat takut tapi aku memupuk segenap keberanian untuk menatap appa,
"Tae nggak bercerita,bukan bohong"

"Nggak bohong,
tapi menyembunyikan fakta"tukas eomma kemudian,
kali ini eomma tidak berada di pihakku,ia memilih di pihak appa,
bukan tidak menyetujui pilihanku,
Eomma sepertinya hanya kecewa dengan sikapku yang sengaja menyembunyikan status Hoseok.

"Kau harus berhenti berkerja di Jeon Hotel,
Kau bisa bekerja di kantor oppamu,
Jauhi Hoseok dan lupakan dia

"Appa…"

"Kau pikir appa mau gitu aja ngasih anak perempuan appa satu-satunya sama duda"

Bibirku terkatup rapat seketika,
rahangku mengerat,telapak tanganku mengepal.
Kalau appa tidak mengizinkanku berhubungan dengan Hoseok karena sempat menyembunyikan status Hoseok,itu bisa diterima,
Akan tetapi kalau ini menyangkut malasah status,aku tidak terima.
Memangnya menjadi duda itu seburuk apa ?

"Memang salahnya Hoseok jadi duda appa?"
aku menarik nafas sejenak,
sengaja mengambil jeda sebagai bentuk pengendalian diri agar tidak terbawa emosi.
Meski berseberangan pendapat dengan appa,
tetap harus mengingat posisiku sebagai anak.
"istrinya meninggal appa,
dan kalau boleh memilih dia juga tidak ingin istrinya meninggal"

"Appa tidak menyalahkan status dia Tae"

"Tapi kesannya seperti itu"
Aku mengatur nafas kembali ketika nada suaraku meningkat berberapa oktaf,
terbawa susana mengimbangi appa.

"Terus kalau dia duda,tidak boleh jatuh cinta lagi?"

"Boleh Tae,
siapa yang larang"
Appa menghela nafasnya cukup kasar,
Manik matanya sudah tidak lagi menatapku,
ia mengalihkan pandangan agar tidak emosi saat menatapku.
"Dia boleh jatuh cinta lagi,
menikah lagi juga tidak masalah,
Asal tidak denganmu Tae,
kau mengerti !"

"Tapi gimana kalau Tae maunya sama dia,
Tae sangat mencintai Hoseok,
ku mohon appa mengertilah"

"Tae…"
giliran Eomma yang bersuara,beliau sudah cukup menahan diri untuk tidak ikut campur dengan perdebatanku dengan appa.
"Kau ini masih muda dan cantik,
masih banyak pria selain Hos--"

"pria mana yang Eomma harapkan?"
Aku menyela ucapan Eomma dengan tidak sopannya,
aku cukup menyesal telah melakukannya tetapi ini sudah terjadi,
nanti kalau keadaan sudah tenang aku akan meminta maaf pada mereka.
"Pria seperti apa?
pria brengsek seperti Jungkook"
Hening mulai menyelimuti keadaan di ruang tamu,
Aku sungguh menyesal telah melawan kedua orang tuaku,
Tapi aku juga harus memperjuangkan hubunganku dengan Hoseok,
Tuhan aku sangat mencintai pria itu.

One Night Stand ( HopeV)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang