SEQUEL JIMIN: LOVE YOURSELF

2.6K 221 21
                                        

Disisi lain,
"Cieee" teriakkan semua orang  bersorak mulai bertepuk tangan. Tak terkeculia para 6 lelakk yang duduk menyaksikan kedua insan tersebut.

Jimin dan Sujeong tersipu malu.
"Kalian pasangan terbaik pepero kiss, kalian mendapatkan 2 boneka couple" kata seorang laki-laki

Mereka di berikan 2 buah boneka couple.
Jimin dan Sujeong menghampiri teman-temannya yang lain.

"Heol, kalian ciuman" ucap Jungkook

Jimin tersipu malu-malu.
Kenapa mereka tidak ada yang heran ada kah salah satu yang hilang dari mereka?
"Ayo, karena kami menang, aku akan traktir kalian semua"ucap Jimin

Semua bersorak senang.
"Gumawo, dongsaeng" balas Jin merangkul Jimin

Sujeong jalan berdampingan bersama mereka.
"Chim, kenapa tidak kau jadikan aja dia pacarmu?" Tanya Taehyung asal

"Yak, alien" pukul Namjoon kesal

Jimin melihat Sujeong dengan tersenyum.
"Haruskah?" Tanya Jimin kepada Taehyung

Sujeong tambah malu dengan apa yang dibilang Jimin.

Disisi lain,
Seorang remaja tengah memperjuangkan hidupnya.

Semua dokter mulai bergegas, kecekaan nya lumayan parah. Karena tepat di bagian perut dan kepala. Perut mengenai sisi depan mobil, sedangkan kepala nya mengenai aspal.

Para dokter beserta suster, mengambil alat-alat medis dan mengambil alat pendekteksi detak jantung.

Detak jantung yang mulai menurun, membuat para dokter dan suster mulai ketakutan.

"Dok, apakah ini dapat bertahan hidup?" Tanya suster mulai khawatir

"Kita lihat saja, yang terpenting kita harus berusaha semampu kita" jawab sang Dokter.

___
"Cha, kenyang nya" ujar Hoseok

"Gumawo, hyung, ahh kenyang, tapi ngomong-ngomong kemana Y/n nuna?aku tidak melihatnya dari tadi semenjak kalian melakukan pepero kiss"ucap Jungkook heran

Semua pun merasa tidak beres dengan semua ini,
"Ah,mungkin dia sudah pulang"ucap Jimin tidak heran sama sekali.

"Benarkah?coba kau telepon dia"ujar Namjoon

Jimin mengeluarkan benda persegi itu dari saku nya dan mencari nomor Y/n.

"Halo"sapa Jimin

"Iya,halo,apakah ini kerabat atau teman dekat dari gadis pemilik handphone ini?" Tanya Seorang perempuan yang pasti bukan Y/n

Jimin keheranan sendiri, dan mematikan handphone nya.

"Kenapa oppa?" Tanya Sujeong

"Seperti nya ada yang tidak beres, aku duluan ya" jawab Jimin

"Aku ikut" ujar Sujeong

Sesampainya mereka di rumah Y/n, Jimin masuk

"Kau tunggu di luar ya" ucap Jimin dan bergegas masuk membuka pintu. Karena hanya Jimin yang tahu password pintu Y/n

Kamar Y/n tertata rapi, membuat kesan tenang bagi siapapun yang menempatinya walaupun itu kecil.

"Y/n" panggil Jimin tergesah gesah

Jimin melihat isi semua rumah, dan hanya menemukan sebuah buku harian. Yang tertulis 'Sangat sulit hanya untuk mengatakannya'

Jimin duduk di salah satu bangku, dan membaca apa isi diary itu.

Terkejut, itu lsh yang dirasakan Jimin, tak menyangka bahwa selama ini Y/n menyukainya. Dan Jimin menyakiti hatinya beberapa kali.

Jimin berlari keluar rumah dan hanya melihat Sujeong yang tengah menunggu nya.

"Oppa, kau baik-baik saja?" Tanya Sujeong

"Iya, aku baik-baik saja" jawab Jimin
Jimin mengeluarkan handphone nya dan mencari kontak Y/n.

"Halo, dimana Y/n sekarang?" Tanya Jimin langsung

"Dia ada di rumah sakit ***, tapi.." jimin langsung mematikan handphone nya. Dan langsung pergi ke rumah sakit.

"Tutup dia dengan kain putih itu" ujar sang dokter

Sang suster menutup sang gadis dengan kain putih, mata gadis itu sudah tertutup dan dia sudah tidur untuk selama-lama nya.

Jimin langsung menemui sang suster dan bertanya keadaan Y/n. Sujeong menarik tangan Jimin.

"Apa yang terjadi oppa?" Tanya Sujeong kesal

"Pulanglah" usir Jimin

"Apa?"

"Kubilang pulang" kesal Jimin

Jimin mulai menemui suster dan bertanya tentang keadaan 'sahabatnya'

Jimin mengikuti suster itu, dan dia melihat seseorang yang tengah di  tutup kain.

"Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu kami" ucap Dokter menunduk dan pergi

Jimin mendekat kearah mayat Y/n dan membuka kain yang menutupinya.

Jimin seketika terjatuh,
Dan menangis memegang tangan Y/n.

"Bangun, bodoh, aku merindukanmu, aku tahu kau menyukai ku, kita bisa memulai nya dari awal, maaf aku tidak peka, maaf, hikss" Tangis Jimin semakin pecah

"Bagaimana jika aku mengatakan jika sesungguhnya aku menyukaimu juga"

Deg

Entah muzijat apa yang tuhan berikan,
Alat pendetak Jantung mulai berjalan sedikit-demi sedikit.

Jimin panik dan memanggil dokter,
Dokter yang menanganinya tidak percaya apa yang dilihatnya, detak jantung mulai berdetaj sedikit demi sedikit.

Mulai lah Y/n di pindahkan ke ruang inap. Jimin senang mencium kening Y/n sambil menangis.

Semua kembali normal, dan Y/n belum sadar.

Pelan-pelan y/n membuka matanya dan melihat Jimin yang tertidur di sampingnya dengan kepala di tempat tidur Y/n dan kursi yang membantu menopang badannya.

Y/n tersenyum dan memegang kepala Jimin. Jimin terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat tangan Y/n sudah berada di atas kepalanya.

Jimin langsung memeluk Y/n
"Maafkan aku, hikss" ucap Jimin

"Maafkan aku sudah berbohong tentang perasaan ini"

The end,
Ini gimana ya?
Ini
Sequel 
Nya berasa chapter
Kayaknya udh gaje deh sampai sini,
Lama-lama ini jadi seperti sinetron indonesia ya😂😂😂
Kalian udh pada lihat DNA belum?
Cakep-cakep banget:"
Apalagi si Tae 👾

Janngan lupa voment ya
Sangking lama nya update author gak masuk ke ranking lagi:"
Maklum lah, author kaga sempat.
Ini malah author sempat sempatin padahal minggu depan UTS:"


Imagines with BTS [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang