5 |daryl.

84 19 0
                                        

"Baron!!! Naren!!!" Tedengar suara nyaring dari lantai bawah. Tak salah lagi kalau suara itu berasal dari kak Jane. Kakak perempuan Baron.

Sejak umur 13 tahun, Naren tinggal bersama Baron. Tepatnya ketika dia mengenal Baron.

Baron mengajaknya untuk tinggal bersama. Ayah dan Ibunya tidak merasa keberatan tentang hal itu. Setidaknya saat ayah dan ibunya tidak di rumah karena urusan pekerjaan. Baron tidak merasa sendirian di rumah.

Naren dan Baron turun ke lantai bawah. Kak Jane sudah menyiapkan sarapan pagi ini. Seperti biasanya, sarapan pagi andalan Kak Jane adalah telur mata sapi.

"Apaan nih? Telor mata sapi?" protes Baron.

"Ngapa? protes? gak usah makan" ujar kakaknya ketus

"Emangnya mbok ndut gak ada ya?"tanya Baron

"Anaknya sakit. Jadi datengnya agak telat" jelas kakaknya.

"Gua tunggu mbok ndut dateng aja. Daripada makan telor sapi buatan lu. Hambar"

"Sekarang gua tambahin garem. Gak bakal hambar lagi kayak waktu itu"

"Nanti malah keasinan lagi" Timpal Baron

"......."

Naren pergi meninggalkan mereka yang asyik berdebat. Keluar menuju garasi rumah.
Baron yang menyadari hal itu, menyusuli jejak Naren.

"Ren, berangkat bareng yuk"

"Tumben, cewek lu mana?"

"Cewek gua yang mana?"

"Olive. Biasanya kan lu berangkat jemput dia dulu."

"Udah bebas gua dari yang namanya cewe"

"Maksudnya?" tanya Naren bingung.

"Gua ceritain di jalan" jawab Baron dan langsung masuk mobil.

★☆☆☆★


"Udah lama ya kita gak berangkat bareng kayak gini" kata Baron sembari menyetir mobil.

"Iya" jawab Naren singkat.

"Oh ya. Kemaren malem lu pulang telat. kenapa? ke persimpangan jalan lagi?"

"Iya"

"Kenapa masih ke sana sih? kan udah gua bilangin. Lu tuh harus bangkit. Tatap masa depan bukan masa lalu"

"Susah buat ngelakuinnya Ron. Lu gak bakal ngerti"

Kini Baron memandang wajah Naren.

'Pasti nangis lagi nih bocah' pikir Baron.

"Ya udah. Sekarang gua mau cerita. Denger ya?" Kata Baron yang kembali fokus menyetir.

"Hm"

"Gua udah putusin Olive, Roline, Bella semalem"

"Sekaligus?"

Baron hanya mengangguk.

"Kenapa?" Tanya Naren

"Gua insap deh, Ren.Gak mau coba-coba lagi jadi playboy" umpat Baron

"Ada cewe yang lu taksir ya?" selidik Naren

"Lah kok tau?" tanya Baron balik

"Siapa?"

"Namanya Ilona"

"Kali ini gua bakal serius sama dia, Ren. Makanya gua putusin Olive, Roline sama Bella semalem" jelas Baron.

★☆☆☆★


Gua di depan gerbang. Buruan keluar kalo gak mau telat.

Bintang segera keluar. Tidak ada siapa-siapa.

"Daryl..lu dimana ryl?" teriak Bintang.

Klakson mobil mengagetkan Bintang. Terlihat mobil putih melaju mendekatinya. Daryl membuka kaca mobil.

"Ciee..yang nunggu di jemput" ucap daryl terkekeh

"Hahahaha..gak lucu"

"Yaudah cepet masuk" titah Daryl

Bintang masuk dan mobil pun melaju dengan cepat.

"Kemaren pulang naik apa?" Tanya Daryl

"Motor" jawab Bintang

"Go-jek?" tebak Daryl

"Bukan"

"Grab?" tebak Daryl lagi

"Bukan"

"Terus?"

"Gua dianter pulang sama cowo"

Mata Daryl beralih kesamping melihat wajah Bintang. Menahan tawanya.

"Serius lu, bee? Tanya Daryl sembari menertawakannya.

Bintang hanya mengangguk semangat sembari tersenyum.

"Lu lagi gak bercanda kan?" tanya Daryl yang masih tidak percaya.

"Menurut lo?" jawab Bintang sembari mengalihkan wajahnya pada Daryl.

Daryl hanya terdiam.

"Siapa emangnya?" tanya Daryl menginterogasi.

"Kepo"

"Gak si biasa aja" umpatnya


'Jangan sampe ember ini tau kalo gue suka sama Naren. Bisa bocor rahasia gue.'

Batin Bintang sembari melirik Daryl yang fokus menyetir.

Akhirnya, mereka sampe di kampus.bSemua mahasiswi mencuri pandang saat mobil Daryl berhenti di depan gedung sekolah. Berusaha melihat wajah tampan Daryl di balik kaca mobil.

Daryl Eljoohad. Dia adalah sahabat kecil Bintang.
Wajah tampannya tidak kalah untuk menyaingi Baron. Hampir seluruh mahasiswi disimi mengenalnya. Selain karena wajahnya yang tampan.Daryl juga terkenal karena dia aktif dalam organisasi sosial.

DECEMBERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang