"Selamat menikmati" ujar Daryl dengan penuh semangat. Matanya terpesona melihat hidangan siang itu -Roti Lapis.
Bintang yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Ryl, lu kenal Naren gak?"
Daryl hanya menggelengkan kepalanya.Mulutnya sibuk mengunyah roti lapis tersebut.
"Jurusan apaan?" tanya Daryl
"Gak tau"
"Kok bisa kenal?"
"Gak tau"
"Ck..Aneh"
★☆☆☆★
"Makan bareng yok" ajak Baron saat melihat Naren yang sibuk membaca buku.
Tak ada jawaban.Sepertinya Naren benar-benar fokus dengan bacaannya.
"Reennn" rengek Baron dengan wajah sedihnya.
"Yok" ucap Naren dengan sebuah anggukan. Dia bangkit dari kursinya. Berdiri tegak menghadap Baron.
"Yok" ucap Baron dengan sebuah anggukan.Persis seperti yang Naren lakukan.
★☆☆☆★
"Gue duluan ya, Ryl" kata Bintang yang langsung bangkit dari kursinya.
"Ini roti lapisnya gimana?"
"Buat lu aja"
"Oke siap"ujar Daryl senang.
Bintang berjalan meninggalkannya.
Tak lama setelah Bintang pergi meninggalkan Daryl.
"Ryl" teriak Baron sembari membawa nampan makanannya.
"Gua duduk di sini ya?" kata Baron lagi
Daryl hanya mengangguk karena mulutnya kembali sibuk melahap roti lapis dari Bintang.
Baron yang melihat respon Daryl langsung duduk di sampingnya.
"Lu sendiri kesini ron?"
"Gak. Bareng Naren"
"Naren?" ulang Daryl sembari mengerutkan dahinya.
Baron mengangguk.
"Nah, Ren. Duduk sini"kata Baron saat melihat Naren berdiri dengan nampan yang dipegangnya.
Naren pun langsung duduk di samping Baron.
"Nama lu Naren?" tanya Daryl heran.
Naren mengangguk
"Kenal bintang?"
Naren diam sejenak kemudian kembali mengangguk.
"Kenal dari kapan?"
"Kemaren"
"Bintang siapa ren? Kok gak cerita ke gua?" ucap Baron
"Kemaren malem dia dateng ke persimpangan terus gua anter pulang" jelas Naren
'Oh..jadi Naren yang anter Bintang kemaren.Pantesan dia seneng banget. Dianter cogan'
Batin Daryl setelah mendengar penjelasan Naren.
"Gua Daryl, sahabat kecil Bintang"
"Naren"
★☆☆☆★
Perpustakaan,
"Mata lu napa sih bee? cacingan?"
ucap ilona yang sedari tadi melihat mata Bintang melirik kanan kiri.
"Apaan sih lon. Gue tuh lagi cari buku tau gak?" umpat Bintang
"Kok gue gak yakin ya?"
Bintang hanya menyengir.
'Naren kok gak ada di perpus sih?'
batin Bintang.
"Cari kursi yuk bee. Gue udah dapet buku nih"
"Lu duluan aja deh lon. Gua masih mau keliling.Belum dapet buku yang seru"
Ilona menurut dan langsung meninggalkan Bintang.
Bintang berjalan menuju Lemari Ensiklopedi.Berharap dia dapat bertemu Naren disana.
"Kok gak ada sih" gerutu Bintang kecewa.
Drrttt...drrrttt
Daryl Eljoo
Ciee yang dianter Naren semalem
Bintang mengkerutkan dahinya.
'Kok si ember bisa tau sih?'batinnya
Bintang Zawish
Ngaco
Daryl Eljoo
Naren kok yang bilang sendiri
'Naren?' Batin Bintang. Dan segera meninggalkan perpus
KAMU SEDANG MEMBACA
DECEMBER
Ficção AdolescenteKarena kamu tidak tahu alasan tuhan melibatkan kita dalam skenario rumit ini
