Dan setelah hampir seminggu Bandung dilanda panas yang menyebabkanku mengeluh dan mengumpat lebih banyak dari biasanya, akhirnya, atas kehendakNya Bandungku diguyur hujan juga. Pepohonan menari-nari menerima air yang terus menghampirinya. Jalananpun tersenyum karena terbebas dari kekeringan. Aroma tanah basah dan bunyi gemercik air hujan menjadikan hariku lebih indah dari biasanya.
Bandungku hujan saat ini. Setelah seminggu lebih hanya ditemani oleh terik matahari yang panasnya melebihi omongan sang mantan ketika ia meminta untuk mengakhiri hubungannya denganku.
Bandungku dingin saat ini. Dinginnya menenangkanku, membuatku nyaman berdiam diri dirumah dan hanya menikmati kedinginan Bandung. Asal, kamu tidak ikut-ikutan dingin padaku, ya?
Bandung, aku cinta padamu dan segala isinya. Jika suatu saat nantu takdir membawaku untuk meninggalkan Bandung, tolong, jangan berubah terlalu banyak, ya?
Kumohon. Terima Kasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ini, (juga) Bukan Apa-Apa.
PoetryAku menulis jika aku merindukanmu. -InternetdoII, fooledhearts, Utara, Luar Bumi, all in one.
