Cinta itu gak pandang bulu
Kalau udah cinta
Hal apapun yang gak kita suka
Bisa berubah jadi hal yang paling kita sukai
****
"Nay lo harus jauhin cowok yang di mall waktu itu." Difa menelpon Nay membahas tentang kejadian di mall tempo hari
"Gue selalu berusaha jauhin dia tapi dia aja yang selalu muncul di depan gue." Jelas Nay
"Ya pokoknya lo harus jauhin dia, gue gak mau lo kenapa-napa Nay." Difa memperingatkan Nay kembali
"Emang kenapa sih kok lo khawatir banget. Oh jangan-jangan pacarnya David kampret itu marah sama gue gara-gara gue pergi sama David?" Tanya Nay penasaran
"Iya sepanjang jalan dia ngomel mulu, ngancem-ngancem lo gitu." Tutur Difa
"Padahal gue udah jelasin ke cewek itu kalo masalah kalian belum selesai." Tambah Difa dengan nada cemas di seberang sana
"Aduh semua ini gara-gara David sinting." Teriak Nay kesal yang membuat Difa seketika menjauhkan handphone dari telinganya
"Tapi tenang gue kan disini gak salah jadi lo gak usah khawatir, nanti gue semprot tuh David gue suruh tanggung jawab." Ucap Nay berusaha tenang
"Ya semoga aja lo gak kenapa-napa deh, eh btw David itu ganteng banget ya. Menurut gue sih lebih ganteng dari Kak Galang." Difa tersenyum senang membayangkan wajah ganteng David ketika bertemu di mall
"Aduh selera lo rendahan banget sih. Ya jelas ganteng Kak Galang lah yang wajahnya Indonesia asli. Gue lebih suka produk lokal." Difa tertawa mendengar jawaban Nay yang tidak terima Kak Galang-nya itu dibanding-bandingkan dengan orang lain
"Cinta itu gak pandang bulu Nay, kalau udah cinta hal apapun yang awalnya kita gak suka bisa langsung berubah jadi hal yang paling kita sukai." Ucap Difa menasehati Nay
"Jangan sok bijak deh, lo tuh senasib dan seperjuangan sama gue yang buta soal cinta. Hahaha." Nay tertawa getir
"Eh udah dulu ya kapan-kapan gue telepon lagi." Nay mematikan teleponnya secara sepihak dan menghempaskan tubuhnya ke kasur dan tak lama kemudian ia terpejam
****
Mobil yang dikendarai David memasuki pekarangan sebuah rumah mewah. Setelah beberapa saat terdiam di mobil akhirnya dengan ragu ia melangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut. Bukan sapaan hangat yang ia dapatkan ketika membuka pintu rumah melainkan botol-botol alkohol dan baunya yang sangat memekakan indera penciuman. Ia menatap botol-botol dan ruang tamu yang sangat berantakan dengan pandangan jenggah dan bergegas menuju kamarnya.
mmpphh...ah more fast darl...
Lenguhan kenikmatan seorang wanita dari dalam kamar semakin membuat David muak. Dengan cepat ia menaiki anak tangga dan membanting pintu kamarnya. Selalu seperti itu saat ia kembali ke tempat yang kebanyakan orang menyebutnya rumah tetapi definisi rumah menurut orang kebanyakan tidak ia rasakan sama sekali di tempat tersebut. Ia lebih senang berada di club malam atau tempat apapun yang membuatnya jauh dari seorang bajingan yang ia benci jika harus memanggilnya seorang ayah. Baginya sumber kesengsaraan lahir dan batinnya selama ini bersumber dari ayahnya tersebut. Tetapi tidak ada satupun orang yang mengetahui kondisinya ini karena ia selalu menutupinya dengan canda tawa dan selalu bertingkah di sekolah yang memperlihatkan seolah kehidupannya baik-baik saja. Itu juga menjadi alasan mengapa selama ini ia sering gonta-ganti pacar bahkan tidak terhitung berapa perempuan di sekolahnya yang sudah jatuh di pelukannya. Ia hanya butuh perhatian seperti ibunya memperhatikannya tetapi sejauh ini ia belum menemukannya kebanyakan mereka hanya tergiur akan ketampanan dan kekayaan yang dimiliki David. Walaupun sudah banyak perempuan yang ia pacari tetapi ia berjanji tidak akan menyentuh mereka kecuali sudah menjadi istrinya tidak seperti ayahnya yang setiap malam selalu membawa wanita berbeda untuk ditiduri. Ia tidak mau menjadi bejat dan buta karena harta seperti ayahnya.
drt...drt...
Handphone di samping David bergetar membuat David yang berusaha memejamkan mata menjadi terbangun karena seseorang menelponnya, tanpa membuka matanya ia mengangkat telepon tersebut.
"Halo......" Ucap David kepada seseorang diseberang sana
"Sayang.....kamu dari kemarin kemana aja sih." Rengek manja orang diseberang sana
"gue capek mau istirahat......" David memutus sambungan teleponnya sepihak
Tak lama kemudian David terlelap tanpa menyadari ada seseorang mengintipnya dari balik pintu kamarnya yang terbuka sedikit. Orang yang tak lain ayah David yang bernama Joe itu memasuki kamar anaknya setelah memastikan David benar-benar sudah tidur. Ia meletakkan sebuah kertas di meja dan bergegas meninggalkan kamar David sebelum anaknya itu bangun. Ia selalu bertengkar dengan David setiap David kembali ke rumah, yang terparah beberapa minggu kemarin mereka sempat bertengkar hebat. Joe kelepasan memukul David sampai babak belur dan David meninggalkan rumahnya. Ia lega setelah mengetahui David kembali ke rumahnya walaupun Joe tahu David akan baik-baik saja karena ia telah mengutus seseorang untuk selalu mengawasi segala gerak gerik anaknya itu. Hubungan antara ayah dan anak itu semakin hari semakin memburuk ditambah lagi jika David membaca kertas yang disamping mejanya tadi.
****
Galang, Mira, dan Ibunya sedang berkumpul bersama di depan TV. Ketika sedang mendengarkan Mira yang sedang curhat, tiba-tiba Galang teringat uang yang diberikan bos nya tempo hari. Ia bergegas mengambil uang tersebut dan tidak lama kemudian ia keluar dari kamar membawa sejumlah uang.
"Bu, ini Galang punya rejeki sedikit semoga aja bisa nutupin hutang kita di bank dan kalo sisa bisa buat tambahan modal jualan kita bu." Galang menyerahkan uang tersebut dengan hati yang bergemuruh. Ia takut jika kedua orang yang ia sayang itu tahu darimana ia mendapatkan uang tersebut. Tetapi ia juga butuh uang tersebut untuk membuat ibunya tidak terlilit hutang.
"Kamu dpat uang sebanyak ini darimana nak? Kamu ndak usah repot-repot cari uang buat ibu, biar ibu yang cari uang kamu sekolah yang pinter aja biar ndak kayak ibu." Ucap Ibunya dengan mata berkaca-kaca
"Udah terima aja bu kan ibu butuh uang." Bujuk Mira kepada ibunya agar menerima uang itu
Akhirnya Sri, Ibu Galang menerima uang pemberian anak sulungnya itu. Ia kemudian memeluk kedua anaknya dengan rasa haru. Ia sangat bersyukur memiliki anak seperti Galang dan Mira yang selalu mengerti kondisinya dan tidak pernah menuntut ketika mempunyai sebuah keinginan. Tiba-tiba handphone Galang berdering iaa bergegas mengambil handphoenya di atas meja. Tertera nama Joe-chan di layar handphonenya, buru-buru ia menjauh dari ibunya dan Mira agar mereka tidak mendengarkan percakapannya.
"Halo Galang, tolong kamu cari tahu keberadaan David sekarang juga." Perintah orang di seberang sana
"Siap Pak Joe saya ambil mobil dulu." Galang terpaksa bohong kepada Sri dan Mira karena tidak mau mereka mengetahui pekerjaannya selama satu bulan terakhir ini.
Ia memarkirkan motor tuanya di sebuah garasi yang tidak jauh dari rumahnya untuk berganti mengendarai mobil yang difasilitasi oleh Joe agar keberadaannya tidak diketahui David. Setelah ia berada di dalam mobil ia segera mengaktifkan GPS nya di mobil yang dihubungkan secara tersembunyi dengan mobil David. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan David. Tetapi ia terkejut ketika mengetahui lokasi David berada.
-To Be Continue-
YOU ARE READING
RIFALL
Novela JuvenilNaymira Fariza adalah seorang cewek berpendirian teguh yang percaya cinta sejatinya adalah seseorang yang ia sukai semenjak masuk SMP hingga kini ia berhasil masuk SMA favorit demi mengejar cinta pertamanya itu. Hingga suatu saat ia bertemu seseoran...
