Bagian Sebelas (Mulai baikan)

405 14 0
                                        

Sudah satu jam lamanya Nay mengelilingi sekolah tetapi tidak juga ia menemukan David. Di ruang musik tidak ada, lapangan basket tidak ada, di atap sekolah tidak ada, di kantin tidak ada, di masjid pun tidak ada.

Tunggu, mungkin tidak masuk akal mencari seorang berandalan di masjid. Tapi siapa tahu dia mendapat hidayah lalu ia insyaf. Tapi ternyata tidak, David tidak ada dimana pun. Nay memutuskan untuk pulang saja karena pencariannya tidak membuahkan hasil.

"Lagian ngapain gue cari dia buang-buang waktu aja." Nay menggerutu sambil melangkahkan kakinya ke arah gerbang sekolah.

"Mau pulang non? Kok wajahnya lemes gitu."  Sapa Pak Tohar yang sedang menyirami tanaman.

"Kesel nih pak, daritadi cari orang gak ketemu-ketemu, jadi mubazir kan waktu saya." Pak Tohar hanya tertawa melihat Nay yang terus mengomel sambil menghentakkan kakinya.

"Emangnya non cari siapa?" Tanya Pak Tohar penasaran karena daritadi Nay tidak memberitahu siapa orang yang membuatnya kesal.

"David si berandalan itu loh pak."

"Oh den David toh...Tadi sih saya lihat dia keluar gerbang tapi gak bilang mau kemana gitu." Jelas Pak Tohar

"Aduh tahu gitu daritadi saya nanya ke Pak Tohar jadinya gak usah capek-capek cariin berandalan itu." Ucap Nay kesal

Setelah itu Nay pamit untuk segera pulang karena Rosma sudah menanyakannya. Sebelumnya Nay sudah mengirimkan pesan ke mamanya itu bahwa hari ini ia ingin naik transportasi umum jadi mamanya tidak perlu menjemputnya.

drt...drt...

Handphone disaku rok Nay berdering tanda ada panggilan masuk. Ia langsung mengangkat telepon ketika melihat nama mamanya tertera di layar handphone.

"Asalam-" Ucapan salam Nay terpotng karena mamanya sudah mendahului nya bicara.

"Nay kamu kok belum pulang, gak ada angkot kah? Mama jemput ya." Ucap Rosma cemas

"Habis ini Nay pulang ma, tenang aja kalau gak ada angkot, kan masih ada Ojek Online lagian kan Nay udah ikut Taekwondo jadi kalau ada yang mau ngapa-ngapain Nay tinggal Nay tangkis. Beres deh pokoknya, gak usah khawatir." Nay mencoba menenangkan Rosma.

"Yaelah latihan aja belum, udah sok-sok an jago." Tawa Rosma di seberang sana

"Yaudah ma, ngobrol nya ntar aja. Nay cari angkot dulu." Ucap Nay sambil mematikan teleponnya

Nay berjalan menuju pangkalan angkot yang tak jauh dari sekolahnya. Langkahya tiba-tiba terhenti ketika melihat sebuah mobil dengan plat unik.

D 4v1 D

Nay mendekat ke arah mobil  dan meneliti dengan cermat plat mobil itu. Ia merasa ada yang aneh dengan plat mobil itu tidak seperti plat mobil pada umumnya.

"Kok kayak platnya artis sih pake namanya sendiri." Gumam Nay  pelan

"D-A-V-I-D." Ucap Nay mengeja tulisan itu.

"Eh kok David, kayak nama berandalan itu. Tapi gak mungkinlah dia punya mobil semewah ini." Ucap Nay sambil berjalan ke depan mobil memastikan bahwa mboil itu bukan milik David teman sekelasnya.

Beruntungnya kaca mobil itu tembus pandang jadi ia bisa melihat ke dalam mobil itu. Nay mengedarkan pandangannya ke dalam mobil  sampai ia melihat seseorang yang tertidur  dengan tangan yang menutupi wajahnya.  Sepertinya itu memang David dilihat dari fisiknya dan seragam sekolah yang melekat di tubuhnya.  Nay tidak menyangka bahwa David ternyata orang kaya karena penampilannya yang seperti teman-temannya dan tidak memperlihatkan bahwa ia orang kaya.

RIFALLStories to obsess over. Discover now