Gemuruh di dada begitu kencangnya
Mendobrak masuk menerjang terjal
Menghentak begitu terasa
Hati berteriak, inginnya
Apalah daya ia bukan siapa-siapa
****
Bis kota itu berhenti di persimpangan jalan menurunkan dua penumpang yang tak lain Nay dan David. Untuk pertama kalinya mereka menaiki transportasi umum. Sebenarnya David menentang keras keinginan Nay untuk mencoba naik transportasi umum ia lebih senang naik ojek online yang lebih praktis. Berhubung tidak ada driver yang menerima ordernya akhirnya David ikut Nay naik bis kota. Ternyata bis kota tidak seburuk yang ada dipikirannya. Tidak ada penumpang yang berdesakan, tidak ada yang merokok di bis, dan tidak ada tindak kriminal selama ia berada di dalam bis.
"Eh kalo bisnya kayak tadi gue betah deh naik bis terus aja." Ucap Nay membuka pembicaraan.
"Iya, untung ada ACnya. Jadi gue gak muntah deh." Sahut David membuat Nay seketika memasang tampang jijik.
Tak terasa mereka sudah berada didepan rumah. Nay membuka pintu, tanpa disuruh David langsung masuk dan berbaring di ruang tamu. Nay menggeleng melihat tingkah cowok setengah bule itu.
"Mama ada orang terdampar disini." Teriak Nay memanggil mamanya
"Gausah teriak-teriak kak, lo kira dihutan." Balas Nando yang sedang menonton TV.
"Iya nih teriak-teriak aja." Ucap David sambil bangkit dari tidurnya.
Nando beranjak menuju ruang tamu karena merasa familiar dengan suara itu. Ia langsung bersorak kegirangan melihat David yang berada dirumahnya. Karena sudah berapa lama ia tidak berjumpa dengan David ditambah lagi ia belum bisa menepati janjinya untuk main ke apartemen David. Ketika sedang bercengkrama tiba-tiba Rosma muncul dari kamarnya sambil menghampiri mereka.
"Tante." David mencium tangan Rosma ketika wanita paruh baya itu sampai diruang tamu.
"David akhirnya kamu kesini juga. Gimana kabar kamu? Kamu gak sakit kan selama tinggal sendiri?" Rosma mencecar David dengan berbafai pertanyaan membuat Nay dan Nando menggelengkan kepala melihat tingkah mamanya itu.
"Tanyanya satu-satu dong ma." Sahut Nando sewot.
"Eh pindah ke depan TV aja yuk biar lebih asyik sambil nonton tv." Mereka beranjak ke depan TV sesuai dengan saran Nando.
Nando mengajak David berbaring didepan TV bersamanya. Sementara Nay mengambil cemilan dan minuman didapur.
"Kamu tadi belum jawab pertanyaan tante eh panggil mama aja deh biar kamu gak canggung. Kalo ada apa-apa biar kamu cerita sama mama." Rosma mengelus pundak David pelan membuat David merasakan rasa hangat yang sudah lama tidak ia rasakan.
"Mama? Yaelah ma, mana mau Nay punya saudara tengil, bandel, bin berandalan kayak dia." Celetuk Nay yang tiba-tiba muncul membawa nampan penuh dengan camilan an minuman.
"Tuhkan benar dugaan David, dia bakalan ga terima tuh." David memandang Nay kesal.
"Gausah dengarin dia, kamu itu udah mama anggap anak sendiri jadi gak usah canggung-canggung ya." Bujuk Rosma
"Iya deh tan-" David menutup mulutnya karena hampir keceplosan salah memanggil Rosma.
"Eh maksudnya Mama. Jadi David jawab ya pertanyaan tadi. David baik-baik aja kok gak sakit sama sekali selalu makan tiga kali sehari jadi mama tenang aja. Lagian kalo David sakit siapa dong yang ngrawat."
YOU ARE READING
RIFALL
Novela JuvenilNaymira Fariza adalah seorang cewek berpendirian teguh yang percaya cinta sejatinya adalah seseorang yang ia sukai semenjak masuk SMP hingga kini ia berhasil masuk SMA favorit demi mengejar cinta pertamanya itu. Hingga suatu saat ia bertemu seseoran...
