Untuk sementara kita begini saja
Aku tak mau memaksamu membalas perasaanku
Aku paham melupakan seseorang
Yang disukai sejak lama itu sangat sulit
Kita jalani seperti biasanya saja
Jika kamu perlu seseorang
Untuk menyembuhkan luka di hatimu
Maka ijinkan aku untuk menyembuhkannya
By: David Chandra Adiwangsa yang sayang dengan musuhnya entah sejak kapan
****
Hari ini Difa berkunjung ke rumah Nay karena Rosma yang memintanya membujuk Nay agar mau diajak ke restoran. Difa binggung melihat Rosma yang sangat ingin Nay datang ke restoran. Tapi ia juga berterima kasih dengan Rosma karena berkat permintaannya Difa jadi bisa bertemu dengan Nay setelah sekian lama mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Nay terkejut melihat Difa yang tiba-tiba datang kerumahnya ia tahu pasti mama nya yang meminta Difa datang karena tak mau melihat Nay terus murung. Sebenarnya Nay sedang tidak ingin bertemu atau mengobrol dengan siapapun tetapi berhubung ia sudah lama tidak bertemu dengan Difa makanya ia mau mengobrol dengan sahabatnya itu.
"Gue pengen lupain semuanya Dif tapi semakin gue berusaha semakin gue gak bisa." Ucap Nay frustasi
"Yaudah, menghibur diri aja yuk biar lo bisa move on." Ajak Difa
"Males ah." Jawab Nay singkat.
"Semakin lo berdiam diri semakin sering kenangan itu datang." Nasehat Difa.
"Ah sok bijak banget, yaudah iya deh gue mau. Berhubung sahabat gue yang sok sibuk ini main kesini jadi gue turutin deh permintaan lo." Ucap Nay sambil memutar bolamatanya jenggah.
"Nah gitu dong, ke restoran lo aja yuk. Gue udah lama banget gak main kesana." Usul Difa sesuai permintaan Rosma yang menyuruh Difa membujuk Nay agar mau datang ke restoran.
"Yaelah, gue bosen ke restoran mulu. Nanti yang ada gue ketemu David terus dia nyalahin gue lagi. Lo ingat David kan? Yang dulu rese' banget waktu di mall sekarang dia tetap aja nyebelin."
"Loh katanya lo sekarang akrab sama dia? Paling dia nasehatin lo bukan nyalahin soalnya kan lo batu banget, susah dikasih tau. Akhirnya kan jadi gini." Nay yang awalnya bangkit akhirnya terduduk lagi karena ucapan Difa.
"Iya akrab tapi nyebelin, seolah-olah gue tuh salah gitu suka sama Kak Galang. Inget ya lo jangan ikut-ikut nyalahin gue kayak David lagian siapa sih yang tau kalo akhirnya bakal gini." Ucap Nay sewot.
"Ya mungkin si David itu jelous gara-gara perasaan lo hanya tercurah ke Kak Galang padahal dia yang selalu ada buat lo." Nay terdiam mendengar kalimat yang dilontarkan Difa.
"Lah kok nglamun sih, ganti baju sana. Ntar lo pasti hepi deh." Difa menyengir aneh membuat Nay bergidik geli.
Sambil menunggu Nay yang sedang ganti baju, Difa mengeluarkan handphonenya dan mengecek notifikasi di handphone. Tiba-tiba ia teringat pesan Rosma dan seegera mengirimkan pesan whatsapp kepada mama Nay itu.
Difa : Tantee, Difa hampir berhasil bawa Nay nih.
Tak berapa lama kemudian Rosma membalas pesannya.
Tante Rosma: Kamu paling bisa diandalkan deh Difa. Makasih yaa
Difa : Sama-sama tante, tapi Difa penasaran deh kenapa kok tante pengen banget Nay ke restoran. Padahal katanya Nay, dia udah sering banget kesana.
YOU ARE READING
RIFALL
Teen FictionNaymira Fariza adalah seorang cewek berpendirian teguh yang percaya cinta sejatinya adalah seseorang yang ia sukai semenjak masuk SMP hingga kini ia berhasil masuk SMA favorit demi mengejar cinta pertamanya itu. Hingga suatu saat ia bertemu seseoran...
