TIGA

8.4K 797 19
                                        

.
.
.

"Sudah Kyung, yang penting dirimu baik baik saja, sekarang pulanglah dan istirahat" Minseok menuntun Kyungsoo keluar dari restorannya dan membawakannya sebungkus makanan hangat.
"Tidak ingin diantar Lay?" Tanya Minseok memastikan.

"Tidak hyung... ya sudah aku pulang yah, terima kasih makanannya" Kyungsoo melambai dan berjalan agak sedikit tertatih karena kakinya masih sakit.

"Uhh.. ternyata berdarah, aku tidak punya obat luka" Kyungsoo melihat kelingkingnya yang ternyata mengeluarkan darah.
"Tapi jika aku beli, itu akan mengurangi tabunganku, ah biar lah" Kyungsoo kembali berjalan dan perpegangan pada pagar trotoar jalan agar tidak jatuh, tanpa ia ketahui ada seseorang yang menatapnya tajam.

"Cari tau tentang dia"
"Baik"

.
.
.

Malam sepi selalu menyelimuti rumah sederhana itu, Bukan Kyungsoo yang suka dengan keadaan seperti itu, dia suka suasana ramai, dia juga ingin menonton TV tapi dia tidak punya alat elektronik itu, apa boleh buat.

Memanaskan makanan saja Kyungsoo masih memakai wajan, kadang makanannya menjadi tidak enak atau bahkan gosong, namun ia tidak mempermasalahkan itu yang penting dirinya sudah makan dan kenyang, itu adalah hal yang selalu ia syukuri.

Ditengah malam seperti ini ia gunakan untuk mengenang masa kecilnya yang kelam dan buruk bahkan tidak ada kebahagiaan sedikitpun, hanya ada kesedihan dan tangisan yang menyelimuti.

Air matanya menetes dengan sendirinya saat ia berdiri tepat dimana eommanya telah terbujur kaku, kakinya terasa lemas dan tak mampu berdiri, ia menangis meraung raung untuk yang pertama kalinya, dipanggilnya sang ibu berkali kali, memukul tembok yang ada disebelahnya untuk meluapkan emosi yang selama ini ia pendam.

"Eomma... tanyakan pada Tuhan, kapan aku bisa bahagia??!! Tanyakan padanya kapan aku bahagia eommaa... tanyakan padanyaaa...."

"Eommaa... appaa..."

"Tanyakan padanya.... tanyakan... TANYAKAN!!!!!!"

"Aku sudah lelah eomma... aku lelah, aku sudah lelaaah...."

"Eommaaa... kumohon.. kumohon tanyakan padanya"

Tangisan Kyungsoo terhenti karena lelah dan akhirnya tertidur diatas lantai yang dingin.

.
.
.

'BRAKK'

'PRANG'

"Bersihkan itu" perintah seseorang kepada seorang pelayan, kemudian berlalu mengikuti orang didepannya yang terlihat sedang marah besar.

"Chan..."
"Shut up"

"Chan aku minta sebagai saudaramu, jangan gegabah seperti ini" Ucap seseorang dengan kacamata hitam yang bertengger dihidungnya.
"Aku tau apa yang akan kulakukan, Chen" sahut orang itu sembari menuangkan wine.

"Duduklah, saudaraku kau pasti lelah hm?"
"Yak!! Ya lelah lah! Kau memintaku ini dan itu, aku selalu menurutimu apapun yang kau katakan, dan sekarang dirimu baru tau jika aku lelah, kau sialan sekali caplang" cerocos Chen dengan suara tingginya.

Why Always Me?🔞 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang