.
.
.
'Kling'
"Selamat datang, silakan pesan menu dan pilih tempat duduk yang nyaman" sapa ramah seorang penjaga restoran dengan lesung di pipi kanannya.
"Ahh.. maaf tapi aku mencari Minseok-ssi, apa ada?" Tanyanya mencoba untuk seramah mungkin.
"Tentu saja ada, akan saya panggilkan" jawab pelayan itu hendak menuju ruangan boss nya.
"Baiklah, apa aku boleh duduk disini?"
"Tentu, atau ingin kuantar keruangannya saja?" Tawarnya pelayan itu.
"Bolehkah? Baiklah aku akan keruangannya saja"
"Baiklah, ayo tuan" Ajak pelayan itu agar mengikutinya.
'Lama aku tidak kesini, apa kau tak merindukanku?'
Chen melihat lihat ruangan bagian dalam restoran itu yang bukan area pengunjung, hingga ia sampai diujung lorong dengan pintu berwarna coklat kayu yang natural.
"Hyung, ada yang mencarimu" pelayan itu mengetuk pintu bossnya tanpa rasa hormat yang membuat Chen sedikit terkejut.
"Masuk saja, Lay" sahut seseorang dari dalam.
'Klek'
"Ayo masuk, tuan"
Chen segera masuk dan mencium wangi yang sangat sangat ia rindukan.
"Hyung, ini ada yang mencarimu, emm.. siapa yah? Tuan siapakah namamu?" Chen di ajak Lay menghadap boss nya yang sepertinya sedang bersantai diruangannya.
'Jika aku menyebutkan namaku, apa kau mengingatku, Minnie'
"Chen, aku orang suruhan Wu" jawab Chen berdebar debar.
"Wu? Apa kau mengantar Kyungsoo pulang?" Tanya Minseok tanpa memperhatikan perkenalan Chen dan membuatnya sedikit sedih.
'Ternyata benar, kau tak mengingatku'
"Tidak.. aku kesini akan mengambil barang barang milik Kyungsoo, dia akan tinggal bersama Wu, kami mohon anda berkenan" Jawab Chen dengan senyum yang tulus bagai malaikat.
"Ta-tapi... dia.. apa dia?" Jawab Minseok yang masih terkejut.
"Wu hanya satu satunya kerabat dekat keluarga Kyungsoo, Wu tau jika Kyungsoo hidup sendiri, jadi mereka menginginkan agar Kyungsoo tetap tinggal disana" Jawab Chen dengan hati hati.
"Baiklah, anda bisa menunggu disini, karyawanku akan mengambilkan barang barangnya, ayo Lay" Minseok menggiring Lay keluar untuk membantunya membawa barang milik Kyungsoo.
'Minnie-yah, aku sangat merindukanmu... kembalilah padaku...'
.
.
.
Selang infus terpasang di tangan kirinya yang kurus kering, matanya yang biasanya terbuka dan menampakan manik yang indah tertutup dengan rapatnya, bibirnya yang semerah cherry berubah menjadi abu abu keunguan yang menandakan siempunya tubuh sedang tidak sehat.
"Aku sudah tidak tahan"
'Brak'
"Hyung, ja-jangaan.. kumohon jangan"
"Ah dimana ponselku" Suho mencari cari ponselnya untuk menghubungi polisi.
"Berapa ya nomornya?"
"Hyung!!!"
"PARK!!!"
Chanyeol terdiam seketika saat Suho yang biasanya berlaku lembut berubah menjadi menyeramkan, sungguh itu membuatnya takut, bagaimanapun ayah Suho adalah Paman dari ayahnya tak mungkin dirinya membantahnya, ayahnya saja tidak pernah membantah ayah Suho.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Always Me?🔞 [END]
FanfictionAku hanya ini bahagia -DKS Kemarilah, disini dirimu akan bahagia, dineraka bersamaku -PCY
![Why Always Me?🔞 [END]](https://img.wattpad.com/cover/122880550-64-k10159.jpg)