DUA PULUH SATU

6.7K 621 50
                                        

.
.
.

"Apa yang kau katakan, Kyung?" Panik Chanyeol menangkup wajah kekasihnya yang memerah karena menangis.
"Kenapa kau tak menjaganya agar tetap hidup, kita tidak akan pernah punya anak!! Siapa yang akan menemani kita saat tua nanti?" Kyungsoo terus memukul dada Chanyeol hingga tangannya sendiri merasa sakit.

"Kyung!!" Digenggamnya bahu sempit itu dan ditatapnya mata sayu penuh dengan kesedihan dan kekecewaan.
"Kita akan saling menjaga, aku menjaga dirimu, dirimu menjagaku, ku mohon jangan katakan itu lagi..." Chanyeol mencoba menjelaskan pada Kyungsoo.

"Apa kau tidak ingin memiliki bayi yang lucu? Anak yang akan kau gendong setiap hari, memperhatikannya dengan penuh kasih sayang hingga dia tumbuh besar, dia akan menyambutmu setelah kau pulang bekerja, dia akan tersenyum manis padamu dan mengobati rasa lelahmu, kau tak menginginkan itu, Park?" Tanya Kyungsoo dengan tatapan matanya yang sendu.
"Tentu aku ingin, kyung... aku ingin" jawab Chanyeol lemah.

"Kalau begitu setelah kau menikah denganku, kau bisa menikah dengan wanita lain"

'DEG'

"Ap-apa maksudmu, kyungsoo-yah?" Heran Chanyeol tidak mengerti dengan arah pembicaraan kekasihnya yang semakin jauh.
"Aku menginjinkannya, Chanyeol... kau bisa mendapatkan anak nantinya"
"TIDAK!!! Itu tidak akan pernah kulakukan!!! Aku hanya mencintaimu!!!"

"Bagaimana jika kau sudah tak mampu berdiri lagi, bagaimana jika aku pergi terlebih dahulu, siapa yang akan merawatmu, aku sungguh-"

'Greb'

"Kumohon... jangan berkata seperti itu, kumohon... aku mencintaimu, sangat mencintaimu" bisik Chanyeol begitu lembut dan seketika membuat Kyungsoo tenang.
"Kita tidak akan pernah saling meninggalkan, kita akan selalu bersama-sama... cukup sayang, jangan katakan itu lagi"
"Aku takut jika-"
"Sttt.... sudah, jangan katakan ini lagi, aku sudah jujur padamu, dan aku sangat berharap kau menerimaku setelah ini" Ucap Chanyeol sembari membenahi letak syal yang Kyungsoo gunakan.

"Berjanjilah padaku, kau tidak akan memintaku untuk menikah lagi dengan wanita lain, berjanjilah..."
"Baiklah, aku tidak akan memintamu melakukan itu, maafkan aku" jawab Kyungsoo dengan raut wajah penuh penyesalan.

"Lupakan, Kyung. Kita akan menjalani hidup ini bersama, kau dan aku, jja kita pulang sekarang yah?" Ajak Chanyeol yang hanya jawab anggukan lemah oleh Kyungsoo.
"Jja... ayo gandeng tangan pangeran tuan Putri" gombal Chanyeol yang membuat Kyungsoo tersenyum malu.

Saat mereka hendak berbalik dan menuju parkiran mobil, tiba tiba.

'BRAK!!!'

Chanyeol berlari sekencang mungkin untuk menggapai kereta bayi yang hampir terjatuh ke arah Sungai, sementara Kyungsoo berusaha menolong seorang ibu yang tergeletak ditengah jalan setelah tertabrak mobil saat sedang mendorong kereta bayinya.

"Nuna? Gwaenchana?? Nuna bisa mendengarku?? Nuna??" Kyungsoo berusaha memastikan keadaan wanita yang penuh dengan darah diwajahnya.
"Nuna bisa mendengraku?? Nuna??"

"Akh.. selamat- kan.. b-bayiku.." jawab wanita itu dengan terbata bata.
"Dia sudah aman, nuna.. ambulance akan segera datang, kumohon bertahanlah"
"T-tolong ak-aku..." pinta wanita itu meraih wajah Kyungsoo dengan tangan yang berlumuran darah.
"Aku akan menolongmu, bertahanlah... ambulance akan segera datang"
"T-tolong ja -ga b-bayi kuu.. ku- kumohon.. j-jaga diaa.. jangan pernah.. berikan d-dia pada s-siapapun.. aku ingin d-dirimu yang menjaganya..." setelah menyelesaikan kalimatnya wanita itu langsung limbung dengan mata yang tertutup.

Why Always Me?🔞 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang